Mubadalah.id – Pada masa lalu, risiko yang paling sering dikaitkan dengan hubungan seksual adalah kehamilan yang tidak direncanakan. Namun saat ini, salah satu risiko utama yang perlu diperhatikan adalah berbagai penyakit yang menular melalui hubungan seksual. Termasuk HIV/AIDS yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa.
Penyakit menular seksual karena banyak berbagai jenis kuman, seperti bakteri, virus, atau parasit. Sebagian penyakit, misalnya herpes atau infeksi yang menimbulkan luka pada alat kelamin, akibat banyak kuman yang berada pada bagian luar organ genital.
Karena itu, kontak langsung antara alat kelamin seseorang dengan alat kelamin pasangan yang terinfeksi dapat menyebabkan penularan.
Sementara itu, penyakit menular seksual lainnya karena banyak kuman yang terdapat dalam air mani, cairan vagina, atau darah.
Ketika kuman-kuman tersebut masuk ke dalam tubuh, misalnya melalui mulut rahim atau melalui luka pada kulit dan selaput lendir di vagina, anus, ujung penis, maupun mulut, infeksi dapat terjadi.
Cara terbaik untuk mengurangi risiko penularan penyakit tersebut adalah dengan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh atau organ genital yang terinfeksi.
Hal ini bukan berarti seseorang tidak boleh melakukan hubungan seksual. Melainkan perlu bersikap waspada dan menggunakan perlindungan yang memadai, seperti kondom. Upaya inilah yang kita kenal sebagai praktik hubungan seksual yang lebih aman (safer sex). []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 241.










































