Jumat, 19 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Masyarakat Disabilitas

    Cak Fu dan Upaya Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Disabilitas

    Dawuh Nyai Noor Chodijah

    Membaca Dawuh Mbah Nyai Noor Chodijah tentang Laku Batin Perempuan

    Penyandang Disabilitas

    Membuka Kesempatan Kerja yang Ramah bagi Penyandang Disabilitas

    Demokrasi Indonesia

    28 Tahun Reformasi dan Kualitas Demokrasi Indonesia

    penyandang down syndrome

    Kopi Kamu dan Upaya Membuka Ruang Kerja bagi Penyandang Down Syndrome

    Pesantren Ekologi Ath Thaariq

    Ruang Inklusif bagi Disabilitas di Pesantren Ekologi Ath Thaariq

    Karya Seni

    Karya Seni Untuk Mengajarkan Makna Kesalingan

    Tanggung Jawab Moral

    Menakar Batas Tanggung Jawab Moral dalam Pengasuhan Kesalingan

    Pemimpin

    Pemimpin Tanpa Kepala: Membaca Kondisi Indonesia Hari Ini

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pil KB

    4 Gejala yang Mengharuskan Anda Menghentikan Pil KB

    Pil KB

    Pil KB Terpadu: Mengandung Estrogen dan Progestin

    KB Hormonal

    Efek Samping Metode KB Hormonal

    KB Hormonal

    Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menggunakan KB Hormonal

    Spermisida

    Cara Menggunakan Spermisida

    Mengusap Kepala Anak Yatim

    Memaknai Mengusap Kepala Anak Yatim Secara Mubadalah

    Spermisida untuk

    Apa itu Spermisida? Ketahui Fungsi dan Cara Pakainya

    Diafragma

    Cara Kerja Diafragma dalam Mencegah Kehamilan

    Mengenal Kondom

    Mengenal Kondom Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Masyarakat Disabilitas

    Cak Fu dan Upaya Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Disabilitas

    Dawuh Nyai Noor Chodijah

    Membaca Dawuh Mbah Nyai Noor Chodijah tentang Laku Batin Perempuan

    Penyandang Disabilitas

    Membuka Kesempatan Kerja yang Ramah bagi Penyandang Disabilitas

    Demokrasi Indonesia

    28 Tahun Reformasi dan Kualitas Demokrasi Indonesia

    penyandang down syndrome

    Kopi Kamu dan Upaya Membuka Ruang Kerja bagi Penyandang Down Syndrome

    Pesantren Ekologi Ath Thaariq

    Ruang Inklusif bagi Disabilitas di Pesantren Ekologi Ath Thaariq

    Karya Seni

    Karya Seni Untuk Mengajarkan Makna Kesalingan

    Tanggung Jawab Moral

    Menakar Batas Tanggung Jawab Moral dalam Pengasuhan Kesalingan

    Pemimpin

    Pemimpin Tanpa Kepala: Membaca Kondisi Indonesia Hari Ini

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Pil KB

    4 Gejala yang Mengharuskan Anda Menghentikan Pil KB

    Pil KB

    Pil KB Terpadu: Mengandung Estrogen dan Progestin

    KB Hormonal

    Efek Samping Metode KB Hormonal

    KB Hormonal

    Hal-hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menggunakan KB Hormonal

    Spermisida

    Cara Menggunakan Spermisida

    Mengusap Kepala Anak Yatim

    Memaknai Mengusap Kepala Anak Yatim Secara Mubadalah

    Spermisida untuk

    Apa itu Spermisida? Ketahui Fungsi dan Cara Pakainya

    Diafragma

    Cara Kerja Diafragma dalam Mencegah Kehamilan

    Mengenal Kondom

    Mengenal Kondom Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Buku

Buku “Sebelum Harimu Bersamanya”: Sebuah Panduan Sebelum Menikah

Melalui buku ini, Lya Fahmi mengajak setiap pasangan untuk mendiskusikan makna pernikahan.

fatmi isrotun nafisah by fatmi isrotun nafisah
17 Juni 2026
in Buku
A A
0
Sebelum Harimu Bersamanya

Sebelum Harimu Bersamanya

59
SHARES
3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Judul               : Sebelum Harimu Bersamanya

Penulis            : Lya Fahmi

Penerbit            : EA Books

Tahun Terbit   : Cetakan kelima, Januari 2024

Mubadalah.id – Lya Fahmi adalah seorang psikolog di salah satu puskesmas di Kabupaten Sleman. Minatnya terhadap psikologi konseling keluarga dan perkawinan bermula saat ia menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi di Universitas Gadjah Mada. Lewat buku ini, Lya Fahmi mengumpulkan pengalamannya selama menjalani pernikahan, dan juga pengalaman orang lain saat melayani konsultasi pranikah maupun masalah rumah tangga di tempat ia bekerja.

Menariknya, pengalaman orang lain saat berkonsultasi di ruang konseling juga pernah ia rasakan selama menjalani pernikahan. Ia mengaku pernah mengeluh karena sulit beradaptasi dengan keluarga pasangan, mengalami hambatan komunikasi dalam relasi, dan jatuh bangun menjalani berbagai dinamika pernikahan. Banyaknya kesamaan itu membuat ia berpikir bahwa mungkin setiap pasangan akan menghadapi permasalahan yang hampir sama dalam pernikahan. Begitulah sekiranya alasan Lya Fahmi menulis buku ini.

Sebelum menjalani pernikahan, banyak pasangan calon pengantin yang sepenuhnya tak sadar atas apa yang akan mereka hadapi. Buku ini penting dibaca bagi setiap pasangan agar menjadi kisi-kisi dan gambaran pernikahan dari orang-orang yang sudah menjalaninya dengan segala pasang surutnya.

Sinopsis

Bagian yang paling awal untuk disadari bahwa dalam pernikahan tidak ada proses pasif yang akan membawa seseorang pada kesempurnaan dan kebahagiaan. Lya Fahmi menegaskan, pernikahan adalah awal dari segala kemungkinan adanya penderitaan, kebahagiaan, atau penderitaan dan kebahagiaan yang datang silih berganti. Setiap individu harus benar-benar mempersiapkan diri atas segala kemungkinan yang akan dihadapi.

Dalam hal ini terkadang kita terlalu membayangkan bahwa menikah seolah isinya kebahagiaan atau yang indah-indah saja. Mungkin sah-sah saja untuk berfikir atau berharap secara positif bahwa setelah menikah akan hidup tentram dan bahagia. Tapi, kita juga perlu menyadari bahwa untuk mencapai bahagia, harus melalui proses dan usaha yang terus diupayakan. Yakni dimulai dengan belajar mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Selain itu, Lya Fahmi turut menaruh perhatian dengan sejumlah pertanyaan tentang bagaimana harapan seseorang ketika hendak memutuskan menikah. Apakah seseorang tidak perlu bekerja lagi karena sudah ada yang memberi nafkah? Harapan hidup sejahtera karena pasangan kaya atau berpotensi kaya? Atau hilangnya perasaan sepi karena pasangan hangat dan ceria?

Sejumlah pertanyaan ini sangat menarik untuk dikupas satu persatu, tidak hanya bagi calon pasangan yang akan menikah. Menurut saya, pasangan yang sudah menikah juga penting untuk membaca buku ini. Sebab roda terus berputar, makna pernikahan bisa tak sama untuk setiap orang, cara pandang dan isunya juga semakin berkembang. Barangkali, dengan membaca buku ini setiap pasangan bisa kembali merefleksikan perjalanan pernikahannya.

Petunjuk Mempersiapkan Pernikahan

Lya Fahmi mengajak setiap pasangan untuk mendiskusikan makna pernikahan. Proses ini yang akan membawa visi, harapan dan bayangan masa depan. Baginya setiap pasangan yang sudah cukup artikulatif dengan makna pernikahan akan lebih mampu menjelaskan harapan pernikahannya secara jelas dan detail. Memahami makna pernikahan akan membentuk marriage mentality yakni saat seseorang sudah menyadari bahwa tanggung jawab dan peran hidupnya akan berubah setelah menikah.

Kebanyakan dari kita pasti sepakat bahwa menikah adalah bagian dari ibadah, bahkan menyempurnakan separuh agama. Lya Fahmi mencoba mendiskusikan pernikahan seperti apa yang orang-orang maknai sebagai ibadah? Pernikahan menjadi ibadah bukan sekedar setelah ijab qobul otomatis sudah menjalankan ibadah.

Serangkaian proses yang dijalani dalam pernikahan akan bernilai ibadah ketika banyak kebaikan yang terus dilakukan dan diusahakan agar mendapat pahala dan keberkahan. Ia kembali menegaskan, tidak bisa disebut ibadah apabila sepasang manusia dalam rumah tangganya diwarnai dengan kekerasan, kerusakan, dan saling menyakiti.

Meski demikian, dalam pernikahan tidak luput dari adanya permasalahan atau konflik. Lya Fahmi menaruh perhatian bagaimana cara mengelola konflik pernikahan. Pertama, mengidentifikasi emosi, kemudian meregulasi emosi dengan olah pernafasan, setelah itu melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap pasangan, selanjutnya memberi pesan atau menyampaikan maksud dan perasaan, dan ingat! Harus memperhatikan nada bicara saat berkomunikasi.

Mempersiapkan pernikahan bukanlah perkara yang mudah. Selain tips mengelola konflik, Lya Fahmi menyarankan agar setiap pasangan juga mendiskusikan tentang nilai hidup, pembagian peran, batasan dalam keluarga pasangan, dan persiapan kesehatan sebelum menikah.

Kelebihan Buku

Kelebihan dari buku Sebelum Harimu Bersamanya adalah bahasanya ringan dan mudah dimengerti, meski pembahasannya cukup berat. Buku ini juga menghadirkan pengalaman penulis dan orang-orang yang sudah menjalani pernikahan, sehingga menjadi gambaran yang nyata bagi pasangan yang hendak menikah. Selain itu, pada setiap babnya tersampaikan dengan runut dan lugas, setiap pasangan bisa dengan mudah mendiskusikan tentang pernikahan yang akan mereka jalani.

Dalam pernikahan modal cinta saja tidak cukup. Persiapan pernikahan pun bukan sekadar pesta. Agar mengimbangi niat dan cinta dalam kehidupan pernikahan, persiapkan juga banyak hal lainnya yang terkupas tuntas dalam buku Sebelum Harimu Bersamanya. Sebagai sebuah bacaan yang bagus, saya merekomendasikan buku ini agar turut menjadi pelengkap bagi setiap pasangan yang sedang menuju jalan pernikahan. []

Tags: menikahperkawinanRelasiReview BukuSebelum Harimu Bersamanya
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Merawat Jiwa, Menjaga Amanah: Catatan Mahasantri SUPI Belajar Kesehatan Mental dengan Perspektif KUPI

Next Post

Cara Menggunakan Spermisida

fatmi isrotun nafisah

fatmi isrotun nafisah

Fatmi Isrotun Nafisah adalah perempuan kelahiran Purbalingga, dan baru saja lulus dari Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo pada program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam tahun 2022

Related Posts

Dawuh Nyai Noor Chodijah
Personal

Membaca Dawuh Mbah Nyai Noor Chodijah tentang Laku Batin Perempuan

19 Juni 2026
Tanggung Jawab Moral
Keluarga

Menakar Batas Tanggung Jawab Moral dalam Pengasuhan Kesalingan

18 Juni 2026
Relasi Mubadalah
Publik

Gelas Kosong dan Sayap yang Sinkron: Paradoks Kekuatan dalam Relasi Mubadalah

15 Juni 2026
Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan
Keluarga

Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

13 Juni 2026
Bulan Suro
Featured

Membongkar Mitos Pernikahan Bulan Suro dan Beban Perempuan Jawa

12 Juni 2026
Nafkah Anak
Keluarga

Membicarakan Kelalaian Nafkah Anak Setelah Perceraian

10 Juni 2026
Next Post
Spermisida

Cara Menggunakan Spermisida

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Cak Fu dan Upaya Mengubah Cara Pandang Masyarakat terhadap Disabilitas
  • Membaca Dawuh Mbah Nyai Noor Chodijah tentang Laku Batin Perempuan
  • Membuka Kesempatan Kerja yang Ramah bagi Penyandang Disabilitas
  • 28 Tahun Reformasi dan Kualitas Demokrasi Indonesia
  • Kopi Kamu dan Upaya Membuka Ruang Kerja bagi Penyandang Down Syndrome

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0