Mubadalah.id – Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya, perempuan dari berbagai kelompok usia sering mengalami kekurangan makanan. Dari sedikit makanan yang mereka konsumsi, kandungan gizinya pun sering kali tidak memadai. Akibatnya, perempuan menjadi lebih mudah terserang penyakit anemia.
Anemia atau kurang darah berarti jumlah sel darah merah yang sehat dalam tubuh tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Dalam tubuh manusia, sel darah merah terus-menerus diperbarui secara alami. Anemia terjadi ketika sel-sel darah merah lebih cepat rusak daripada kemampuan tubuh untuk menggantinya.
Selama menstruasi, perempuan kehilangan darah. Oleh karena itu, anemia paling sering dialami oleh perempuan usia subur, yaitu sejak masa pubertas hingga menopause.
Ketika hamil, tubuh perempuan harus memproduksi lebih banyak sel darah merah untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya dan janin yang sedang tumbuh. Saat ini, hampir separuh perempuan hamil di dunia mengalami anemia karena tubuh mereka tidak mampu memproduksi sel darah merah secepat kebutuhan yang meningkat selama kehamilan.
Mungkin selama ini Anda belum menyadari bahwa anemia merupakan penyakit yang serius dan berbahaya. Bila seseorang mengalami anemia, ia akan lebih rentan terhadap berbagai penyakit lainnya. Kemampuan untuk bekerja dan belajar juga dapat menurun.
Selain itu, saat persalinan, perempuan yang mengalami anemia memiliki risiko lebih besar mengalami pendarahan hebat dan bahkan meninggal akibat kehilangan darah yang berlebihan.
Kenali Gejala-Gejala Anemia
Pertama, bagian dalam kelopak mata tampak pucat, demikian pula lidah dan kuku. Kedua, tubuh terasa lemah dan cepat lelah.
Ketiga, pusing, mata berkunang-kunang, atau kepala terasa berputar, terutama ketika bangkit dari posisi duduk atau berbaring. Keempat, pusing lalu pingsan kehabisan nafas jantung berdebar cepat. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 221.





































