Mubadalah.id – Berikut cara menolong kelahiran bayi sungsang:
Pertama, bantulah pasien untuk mendorong bayinya sampai Anda bisa melihat pantat bayi dari luar vagina. Mulut rahim harus benar-benar terbuka.
Kedua, bantulah pasien berdiri setengah jongkok. Bila ia tidak mampu melakukannya, bantulah ia berpindah tempat, hingga pantatnya berada di ujung bawah tempat tidur, dengan posisi seperti dalam gambar. Ini harus dilakukan setelah lengan atau pantat bayi sudah keluar.
Ketiga, ajaklah pasien mendorong sisa tubuh bayi yang masih berada dalam kandungan, pelan-pelan. Biasanya kaki bayi bisa meluncur keluar sendiri, namun, bila tidak, Anda boleh memasukkan jari-jari ke dalam vagina pasien untuk membantu keluarnya kedua kaki itu.
Keempat, dengan lembut longgarkan tali pusar sedikit, agar nanti jangan tertarik kuat-kuat. Bila tali pusar masih berada di bawah tulang selangka pasien, pindahkan ke sisi yang dagingnya lebih empuk.
Balut Bagian Bawah Tubuh Bayi
Kelima, balut bagian bawah tubuh bayi yang sudah keluar dari vagina dengan kain bersih yang kering dan hangat. Ini akan mempermudah Anda dalam memegangi bayi itu, selain juga menjaga agar bayi jangan sampai bernapas dulu, karena kepalanya masih dalam rahim.
Keenam, mintalah bantuan seorang lagi untuk menekan tulang selangka pasien, bukan bagian bawah perutnya, tapi tulang pubis-nya. Ini dilakukan untuk menjaga kepala bayi tetap menunduk ke arah dadanya, dan bukan untuk mendorong bayi agar mengeluarkan kepalanya.
Dengan hati-hati tuntun tubuh bayi ke arah bawah agar bagian atas pundaknya keluar. Pegangi bayi di bagian paha atau betisnya.
Hati-hati! Tekanan pada punggung atau perut bayi bisa menyebabkan bagian dalam tubuhnya luka!
Dalam proses ini Anda boleh memasukkan jari-jari tangan Anda ke dalam vagina pasien untuk mengeluarkan lengan-lengan bayinya. Caranya, telusuri bahu sampai ketemu lengan, lepaskan lengan dari dada bayi pelan-pelan dengan menarik sikunya. Keluarkan bahu sebelah atas bayi.
Ketujuh, angkat tubuh bayi pelan-pelan agar tubuh bagian bawah pundaknya keluar.
Kedelapan, ini bayi harus memutar wajahnya sampai menghadap ke pantat si ibu. Barangkali Anda mesti menopang tubuh bayi dengan lengan Anda, dan letakkan satu jari Anda di mulut bayi agar kepalanya tertunduk ke dada, karena posisi ini mempermudah ia melewati tulang pinggul. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 118.











































