Mubadalah.id – Kalau sejak semula sudah diketahui bahwa pasien mengandung bayi kembar, sebaiknya persalinannya direncanakan di rumah sakit saja, jangan di rumah. Salah satu bayi sangat mungkin berada pada posisi yang salah, atau sang ibu akan mengalami pendarahan banyak sesudah kelahiran.
Tapi kalau persalinan terlanjur di rumah atau di pos kesehatan yang tidak memiliki peralatan dan staf medis yang lengkap, inilah yang musti Anda kerjakan untuk menolong persalinan kembar:
Pertama, bantu kelahiran bayi yang siap keluar pertama kali persis seperti cara melahirkan bayi tunggal.
Kedua, saat Anda memotong tali pusar bayi pertama tadi, ikatlah ujung tali pusar yang keluar dari vagina pasien dengan hati-hati. Kalau Anda tidak mengikatnya, bayi yang masih dalam kandungan bisa meninggal.
Ketiga, JANGAN menyuntikkan apa-apa.
Keempat, berikan bayi pertama itu, sesudah dibersihkan, kepada ibunya untuk menyusu. Bila ibu menyusui bayi pertama seketika, ini akan menolong kelahiran bayi kedua.
Kelima, jarak kelahiran bayi pertama dengan bayi kedua mustinya paling lama antara 15 sampai 20 menit. Rasakan bagaimana posisi bayi dengan cara meraba perut pasien seperti yang telah dipaparkan di muka. Bila bayi kedua sungsang atau melintang, Anda boleh berusaha mengubah posisinya. Tapi kalau tidak berhasil jangan Anda paksa.
CEPAT! Segera bawa pasien ke rumah sakit.
Bila Tali Pusar Melingkari Bayi
Kadang tali pusar melilit leher bayi. Biasanya Anda dapat dengan mudah melonggarkan lilitan ini, dan menaruhnya melewati kepala atau bahu. Namun bisa jadi lilitan itu sangat ketat dan kelihatannya seperti ‘merantai’ bayi ke dalam rahim sehingga sulit keluar. Kalau ini terjadi, Anda bisa mengikat tali pusar di 2 tempat, lalu memotongnya. Gunakan tali dan silet/gunting/pisau yang bersih. Hati-hati, jangan sampai melukai bayi ataupun ibunya.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 112.










































