“Sekuat apapun kamu menjaga, yang pergi akan tetap pergi. Sekuat apapun kamu menolak, yang datang akan tetap datang. Semesta kadang...
Read moreDetailsMubadalah.id - Di suatu negeri tanpa warna, hiduplah rakyatnya dengan sederhana, dan menjalani hari-hari dengan riang gembira. Tak takut pada...
Read moreDetailsMubadalah.Id- Salah satu cerpen terbaik adalah yang berjudul Rumahku Surgaku. Dalam cerpen Rumahku Surgaku bercerita tentang rumah, yang seharusnya menjadi surga bagi...
Read moreDetailsMubadalah.Id- Cinta anugerah terindah Tuhan Pada Manusia. Untuk itu, cinta perlu dijaga. Pun cinta penting dipupuk, agar senantiasa berkembang dan...
Read moreDetailsJika surga berada di bawah telapak kaki Ibu, lantas bagaimana denganku yang tidak punya Ibu? Jika surga berada di bawah...
Read moreDetailsMubadalah.id - Cah ayu, kadang pedangmu adalah sebuah kuas untuk melukis, dari sana kau gambar hutan, laut, tanah, pemandangan citra...
Read moreDetailsMubadalah.id - Aku tidak pernah merasa jatuh cinta sedalam ini. Mungkin kata-kata ini terdengar sangat klise karena di novel-novel cinta,...
Read moreDetailsMubadalah.id - Manusia, makhluk Tuhan yang paling sempurna. Tercipta dari tanah dan akan lenyap karena tanah. Lantas, mengapa masih saja...
Read moreDetailsMubadalah.id - “Jangan lupa matikan lampunya kalau sudah mau tidur.” “Tidur saja! Nanti kumatikan.” Seperti pada malam-malam musim kemarau, malam...
Read moreDetailsMubadalah.id - Hai. Namaku Hani. Aku gadis berusia 20 tahun. Aku punya banyak kekurangan. Tapi juga dianugerahi hal-hal yang menakjubkan....
Read moreDetails Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0
Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0