Mubadalah.id – Penyebab utama ketidaksuburan pada perempuan antara lain sebagai berikut:
Pertama, terdapat jaringan parut atau luka pada saluran telur (tuba falopi) maupun rahim. Jika saluran telur mengalami kerusakan atau tersumbat akibat jaringan parut, sel telur dapat terhambat dalam perjalanannya menuju rahim.
Sebaliknya, sperma juga dapat kesulitan mencapai sel telur untuk melakukan pembuahan. Apabila jaringan parut terdapat pada rahim, sel telur yang telah dibuahi mungkin tidak dapat menempel pada dinding rahim.
Seseorang dapat memiliki jaringan parut tersebut tanpa menyadarinya karena sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Akibatnya, penyebab ketidaksuburan baru diketahui bertahun-tahun kemudian.
Jaringan parut ini akibat oleh beberapa hal, antara lain:
- Infeksi akibat penyakit menular seksual yang tidak diobati hingga menyebar ke saluran telur atau rahim.
- Radang mulut rahim yang tidak mendapatkan penanganan yang memadai.
- Pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/spiral) yang Anda lakukan dalam kondisi tidak steril sehingga menimbulkan infeksi yang berawal dari mulut rahim.
- Komplikasi atau masalah yang tersisa setelah operasi pada area vagina, rahim, saluran telur, atau indung telur.
Tidak Memproduksi Sel Telur
Kedua, tubuh tidak memproduksi sel telur atau tidak terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Kondisi ini dapat terjadi apabila tubuh tidak menghasilkan hormon-hormon yang Anda perlukan dalam jumlah yang cukup atau pada waktu yang tepat.
Perempuan perlu waspada apabila siklus haid berlangsung kurang dari 25 hari atau lebih dari 35 hari. Jika kondisi tersebut terjadi dan kehamilan belum juga terjadi meskipun hubungan seksual Anda lakukan secara teratur tanpa kontrasepsi, bisa jadi terdapat gangguan ovulasi.
Dalam beberapa kasus, tanda-tanda gangguan ovulasi dapat Anda kenali dari perubahan kondisi tubuh. Misalnya, berat badan turun secara drastis atau sebaliknya mengalami kelebihan berat badan. Kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menghasilkan dan melepaskan sel telur.
Ketiga, terdapat pertumbuhan daging di dalam rahim (fibroid atau mioma). Kondisi ini dapat menghambat perkembangan janin di dalam rahim atau membuat rahim kesulitan mempertahankan kehamilan hingga cukup bulan.
Keempat, adanya penyakit-penyakit tertentu yang juga dapat memengaruhi kesuburan perempuan, sebagaimana terjadi pada laki-laki. Beberapa di antaranya adalah diabetes, tuberkulosis (TBC), malaria, dan berbagai penyakit lainnya.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 301.







































