Rabu, 11 Februari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Krisis Lingkungan

    Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

    Kehilangan Tak Pernah Mudah

    Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa

    Sains

    Sains Bukan Dunia Netral Gender

    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Doa Keluarga

    Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74

    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    Kegagalan Perkawinan

    Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

    Relasi Suami-Istri

    Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

    Perkawinan dalam

    Tantangan dalam Perkawinan

    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Board Of Peace

    Board of Peace dalam Perspektif KUPI: Ketika Perdamaian Tidak Bisa Diwakilkan

    Soekarno dan Palestina

    Soekarno dan Palestina: Hubungan Romansa dalam Diplomasi Tanah Jajahan

    Tragedi Anak NTT

    Tragedi Anak NTT, Simbol Kemewahan, dan Imam Al-Ghazali

    Harlah 100 Tahun

    Pesan-pesan Penting dalam Perayaan Harlah 100 Tahun Masehi NU

    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Krisis Lingkungan

    Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan

    Kehilangan Tak Pernah Mudah

    Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa

    Sains

    Sains Bukan Dunia Netral Gender

    Kekerasan di Tempat Kerja

    Perempuan Dibayangi Kekerasan di Tempat Kerja

    Bertetangga

    Di Era Digital, Apakah Bertetangga Masih Perlu Etika?

    Surat Mahasiswa

    Surat Mahasiswa ke UNICEF: Mengapa Tragedi Ini Tidak Boleh Dianggap Insiden?

    Harlah NU

    Merayakan Harlah NU, Menguatkan Peran Aktivis Keagamaan

    Keluarga Disfungsional

    Keluarga Disfungsional yang Tampak Baik-baik Saja: Membaca Anak yang Berulah di Sekolah

    Kemiskinan

    Kemiskinan dan Akumulasi Beban Mental

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Doa Keluarga

    Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74

    Konsep Ta'aruf

    Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an

    Kegagalan Perkawinan

    Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

    Relasi Suami-Istri

    Relasi Suami-Istri dan Dinamika Perubahan dalam Perkawinan

    Perkawinan dalam

    Tantangan dalam Perkawinan

    Kehormatan

    Fungsi Pernikahan dalam Menjaga Kehormatan Manusia

    Pakaian Istri

    Makna Pakaian dalam Relasi Suami Istri Menurut Al-Qur’an

    Penyapihan Anak

    Al-Qur’an Tekankan Musyawarah dalam Keputusan Penyapihan Anak

    Pengasuhan Anak

    Al-Qur’an Melarang Pembebanan Sepihak dalam Pengasuhan Anak

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

    Teungku Fakinah

    Teungku Fakinah Ulama Perempuan dan Panglima Perang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Generasi Sandwich Jumbo: Antara Bakti dan Beban

Pengalaman menjadi generasi sandwich jumbo idealnya tak perlu kita wariskan kepada anak-anak kita di masa depan.

M. Khoirul Imamil M by M. Khoirul Imamil M
10 November 2025
in Personal
A A
0
Generasi Sandwich Jumbo

Generasi Sandwich Jumbo

20
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Siapa yang belum pernah mendengar istilah generasi sandwich (sandwich generation)? Tentu istilah ini telah sering melintasi gendang telinga kita dewasa ini.

Sebagaimana kita pahami, frasa generasi sandwich mulanya mencuat dari Dorothy Miller di tahun 1981. Pekerja sosial itu meminjam kata “sandwich” untuk menggambarkan orang dengan beban ekonomi berlapis.

Sebagaimana wujud sandwich yang berlapis, Miller memotret bagaimana seseorang mesti menanggung kebutuhan dua generasi berbeda. Mereka mesti bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan generasi sebelumnya, yakni orang tua. Selain itu, juga generasi sesudahnya, yaitu anak—bahkan cucu.

Namun, dalam konteks kehidupan berpasangan (pernikahan), lapisan itu bertambah. Mertua (orang tua pasangan), datang sebagai lapisan baru yang tentu mustahil diabaikan. Kini, jadilah sandwich itu kian menebal, juga membesar. Maka, menjadi tidak berlebihan bila kita menyebutnya sebagai “generasi sandwich jumbo”.

Kian kesini, kian menjadi

Selain lapisan sandwich yang kian menebal, kuantitas generasi sandwich jumbo di pelbagai negara—termasuk Indonesia—juga mengalami peningkatan. Manajer Program Jaminan Sosial  Organisasi Buruh Internasional (International Labor Organization / ILO), Ippe Tsugura, menyebut bahwa Indonesia memiliki tingkat penuaan populasi (aging population) yang cukup cepat.

Proses penuaan yang berlangsung “kilat” itu mengakibatkan jumlah populasi masyarakat sepuh membengkak. Sementara, di lain sisi, masa financial independent pada generasi muda mengalami penundaan.

Beberapa penyebabnya yakni pilihan untuk studi lanjut, iklim kompetisi dunia kerja yang makin ketat, serta tanggungan biaya hidup yang kian mahal. Tak pelak, fenomena generasi sandwich jumbo tak lagi bisa terhindarkan. Kita bisa menyebutnya sebagai inevitable existence yang mesti diterima dengan lapang dada.

Dilema antara bakti dan beban

Menariknya, pada banyak masyarakat, fenomena generasi sandwich jumbo ini justru dianggap berkah. Kesempatan untuk menanggung biaya hidup orang tua merupakan ladang bakti (birrul walidain).

Akibatnya, alih-alih beroleh penyiasatan, fenomena ini justru diglorifikasi dengan pelbagai dalil. Padahal, dari segi ekonomi, situasi tersebut tampak sebagai beban bagi generasi kini.

Memang betul bahwa sudah menjadi kewajiban bagi anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Meski begitu, hal ini tak lantas berarti bahwa orang tua bisa seenaknya membebani anak. Karenanya, proses perencanaan anak pada rumah tangga perlu memproyeksikan pembiayaan jangka panjang. Pasangan mesti secara sadar merintis asuransi hari tua sejak dini.

Perlunya financial literacy

Fenomena generasi sandwich jumbo yang membayangi pasangan muda sejatinya menyiratkan perlunya literasi keuangan (financial literacy) sebelum lekas membina pesiar balewisma.

Kita tak lagi bisa memungkiri bahwa bakti kita kepada orang tua kini makin beroleh tantangan. Sebagai sebuah kebaikan, tentu kita perlu ikhlas untuk melaksanakannya.

Namun, tentu menjadi sulit untuk bersikap tulus jika bakti itu berubah menjadi beban berlapis. Karenanya, penyiasatan bijak berbekal literasi mesti mewajah.

Penelitian oleh Fred van Raaij et al (2020) mengemukakan bila keputusan bersama dengan pasangan dalam hal finansial keluarga mempunyai signifikansi baik.

Dalam banyak tipe perencanaan dan relasi antara pasutri, keputusan bersama yang berdasarkan pemahaman finansial dapat meminimalisasi potensi masalah keuangan di masa depan.

“…we find that syncratic financial management and having a joint instead of a separate bank account correlates with fewer financial problems,..” (Fred van Raaij et al, 2020).

Cukup kita, anak kita jangan

Sebagian dari kita boleh jadi merupakan generasi sandwich jumbo. Kita tentu mesti menerimanya, selain juga menyiasatinya seperti telah dikemukakan.

Namun, pengalaman menjadi generasi sandwich jumbo idealnya tak perlu kita wariskan. Anak-anak kita di masa depan punya hak untuk merdeka dari jeratan beban ini (birrul awlad). Ippe Tsugura bahkan menyebut agar generasi hari ini tak berharap bakal beroleh perawatan dari anak-anaknya. Maksud Ippe tentu baik: mengajak kita untuk sadar dan tahu diri.

Jepang, negara asal Ippe, merupakan contoh ideal. Di sana, setiap warga negara yang telah menginjak usia 20 tahun beroleh kewajiban membayar premi asuransi hari tua. Teladan negeri Sakura itu kiranya bisa kita ikuti. Jika kini usia kita telah lewat dari 20 tahun, tentu tak salah bila segera lekas merintis langkah bijak tersebut.

Tak pernah ada yang tahu akan takdir yang menimpa setiap manusia. Karenanya, bersiap sebaik mungkin adalah upaya paling masuk akal. Sebaik-baik mereka yang beruntung, jelas lebih baik mereka yang waspada dan bersiaga. Lagi pula, bukankah tuhan menyeru hambanya untuk senantiasa berusaha? []

Tags: Birrul AwlaadBirrul WalidainFinansialsandwich generation
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Mengenang Elva Gemita, Perempuan yang Peduli akan Kelestarian Harimau Sumatra

Next Post

Stop Berlindung di Balik Dalih Agama: Kekerasan Seksual di Pesantren itu Nyata

M. Khoirul Imamil M

M. Khoirul Imamil M

Pernah nekat menggelandang sepanjang Olomouc-Bratislava-Wina-Trier-Luksemburg.

Related Posts

Sandwich Generation
Personal

Surat Cinta untuk Kamu, Para Sandwich Generation

24 Februari 2025
Birrul Walidain
Featured

Perihal Hari Ibu dan Konsep Birrul Walidain yang Disalahpahami

12 Desember 2025
Menjadi Sandwich Generation
Personal

Menjadi Sandwich Generation: Langkah Penuh Beban atau Jalan Menjemput Keberkahan?

30 November 2024
Masalah Finansial
Personal

Putus Asa Masalah Finansial, Apa Mending Nikah Aja?

5 Oktober 2024
Konflik Orang Tua dan Anak
Keluarga

Konflik Orang Tua dan Anak, Siapa yang Harus Mengalah?

28 September 2024
sandwich generation
Personal

Memilih Pasangan dan Mencapai Financial Freedom Ala Sandwich Generation

28 Mei 2024
Next Post
Kekerasan di Pesantren

Stop Berlindung di Balik Dalih Agama: Kekerasan Seksual di Pesantren itu Nyata

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Makna Doa Keluarga dalam QS. Al-Furqan Ayat 74
  • Perempuan, Alam, dan Doa: Tafsir Fikih Ekoteologis atas Krisis Lingkungan
  • Konsep Ta’aruf Menurut Al-Qur’an
  • Kehilangan Tak Pernah Mudah: Rasul, Duka, dan Etika Menjenguk yang Sering Kita Lupa
  • Kegagalan Adaptasi dan Pentingnya Kafa’ah dalam Perkawinan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0