Mubadalah.id – Luka atau koreng dapat mengalami infeksi apabila menunjukkan tanda-tanda berikut:
Pertama, warnanya menjadi merah, bengkak, terasa panas, dan sangat nyeri. Kedua, mengeluarkan nanah. Ketiga, berbau tidak sedap.
Cara Perawatan
Pertama, ikuti seluruh langkah perawatan luka secara umum sebagaimana telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Kedua, kompres koreng menggunakan kain yang dicelupkan ke dalam air hangat sebanyak empat kali sehari, masing-masing selama 20 menit. Sebagai alternatif, bagian yang berkoreng dapat direndam dalam air hangat yang telah dicampur sabun atau potassium permanganat.
Dosis yang dapat Anda gunakan adalah satu sendok teh potassium permanganat untuk setiap empat hingga lima liter air hangat. Ketika tidak sedang Anda kompres atau rendam, usahakan bagian yang berkoreng berada pada posisi lebih tinggi daripada jantung.
Ketiga, apabila koreng tampak berubah warna menjadi abu-abu atau mulai membusuk, bersihkan dengan hidrogen peroksida setelah proses perendaman atau pengompresan. Usahakan mengangkat kerak yang membusuk atau berwarna abu-abu menggunakan kain atau perban steril yang telah Anda rebus selama 20 menit.
Keempat, apabila memungkinkan, oleskan gentian violet pada koreng sebelum Anda perban.
Kelima, apabila koreng tidak hanya satu, melainkan banyak, dengan lecet maupun luka menganga. Terutama jika pasien juga mengalami demam, berikan antibiotik sesuai anjuran tenaga kesehatan, misalnya erythromycin, dicloxacillin, atau penisilin, selama 10 hari,
Perawatan Luka Tertutup yang Terinfeksi (Abses)
Abses atau luka tertutup merupakan benjolan yang berisi cairan, berwarna merah, dan terasa sangat nyeri. Bagian tubuh yang paling sering mengalami abses adalah lipat paha, ketiak, bokong, punggung, dan paha.
Apabila muncul benjolan seperti itu, segera kompres menggunakan air hangat selama 20 menit sebanyak empat kali sehari.
Cara ini dapat membantu benjolan pecah sehingga nanah dapat keluar. Setelah itu, lanjutkan pengompresan hingga nanah berhenti keluar dan luka mulai sembuh.
Saat luka tidak sedang Anda bersihkan atau obati, balut menggunakan perban atau kain bersih dengan ikatan yang longgar.
Apabila benjolan tidak kunjung mengecil, justru semakin besar dan semakin nyeri, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang memiliki tenaga medis berpengalaman untuk membuka dan mengeringkan abses menggunakan peralatan yang steril. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 398.







































