Selasa, 28 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Hukum Indonesia

    Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah: Di Persimpangan Manakah Kiblat Hukum Indonesia?

    Mendidik Anak

    Bagaimana Mendidik Anak untuk Mengasihi Sesama Makhluk?

    PBNU

    Menanti Nakhoda Feminis di PBNU

    Energi Panas Bumi

    Solusi “Hijau” Energi Panas Bumi; Energi untuk Siapa?

    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Transformasi Digital

    Transformasi Digital untuk Siapa? Menagih Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas

    Nama Website Pelayanan Publik

    Mengapa Nama Website Pelayanan Publik Banyak Mengandung Seksisme?

    Vaginal Rejuvenation

    Menimbang Ulang Vaginal Rejuvenation: Ikhtiar Medis atau Tuntutan Patriarki?

    Li'an

    Transformasi Islam terhadap Praktik Relasi Perkawinan Toksik Jahiliyah Arab: Li’an, Ila dan Zihar

    Sunat Perempuan

    Sunat Perempuan: Akhlak dan Kemuliaan Tak Dibentuk oleh Sayatan

    Anak-anak Disabilitas

    Ketika Madrasah Sederhana di Madura Membuka Jalan bagi Anak-anak Disabilitas

    Pernikahan Anak

    Mengapa Hukum Negara Saja Tak Cukup untuk Menghentikan Pernikahan Anak?

    Wayang

    Wayang, Membela Mereka yang Tak Menjadi Tokoh Utama

    Nafkah adalah Amanah

    Nafkah adalah Amanah: Mencegah Penelantaran Ekonomi dalam Rumah Tangga

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Koreng

    Cara Merawat Koreng dan Luka Menganga pada Orang dengan AIDS agar Tidak Terinfeksi

    Bercak Putih

    Bercak Putih di Mulut pada Orang dengan AIDS, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Luka

    Orang dengan AIDS Sering Mengalami Luka Mulut dan Jamur, Ini Cara Perawatannya

    Gangguan Mulut

    Cara Mengatasi Gangguan Mulut dan Tenggorokan pada Orang dengan AIDS

    pneumonia

    4 Tanda Pneumonia yang Perlu Diwaspadai Orang dengan AIDS

    Tuberkulosis

    Orang dengan AIDS Rentan Terkena Tuberkulosis dan Pneumonia, Kenali Gejalanya

    Berita Bohong

    Melihat Al-Qur’an Berbicara tentang Perempuan dan Berita Bohong di Era Digital

    Batuk Dahak

    Cara Meredakan Batuk Berdahak pada Orang dengan AIDS agar Tidak Semakin Parah

    Muntah

    Langkah Tepat Mengatasi Mual dan Muntah pada Orang dengan AIDS

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Hukum Indonesia

    Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah: Di Persimpangan Manakah Kiblat Hukum Indonesia?

    Mendidik Anak

    Bagaimana Mendidik Anak untuk Mengasihi Sesama Makhluk?

    PBNU

    Menanti Nakhoda Feminis di PBNU

    Energi Panas Bumi

    Solusi “Hijau” Energi Panas Bumi; Energi untuk Siapa?

    Spanyol

    Panggung Bola, Air Mata Gaza, dan Trofi Juara Spanyol

    Sepak Bola Dunia

    Perempuan di Balik Layar Bintang Sepak Bola Dunia

    Sejarah Prancis

    Runtuhnya Bastille dan Hipokrisi Egalite: Membaca Sejarah Prancis melalui Lensa Mubadalah

    Kekerasan di Sampang

    Lubang Perlindungan Perempuan; Akar Kekerasan di Sampang dan Pesan Fatwa KUPI

    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Transformasi Digital

    Transformasi Digital untuk Siapa? Menagih Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas

    Nama Website Pelayanan Publik

    Mengapa Nama Website Pelayanan Publik Banyak Mengandung Seksisme?

    Vaginal Rejuvenation

    Menimbang Ulang Vaginal Rejuvenation: Ikhtiar Medis atau Tuntutan Patriarki?

    Li'an

    Transformasi Islam terhadap Praktik Relasi Perkawinan Toksik Jahiliyah Arab: Li’an, Ila dan Zihar

    Sunat Perempuan

    Sunat Perempuan: Akhlak dan Kemuliaan Tak Dibentuk oleh Sayatan

    Anak-anak Disabilitas

    Ketika Madrasah Sederhana di Madura Membuka Jalan bagi Anak-anak Disabilitas

    Pernikahan Anak

    Mengapa Hukum Negara Saja Tak Cukup untuk Menghentikan Pernikahan Anak?

    Wayang

    Wayang, Membela Mereka yang Tak Menjadi Tokoh Utama

    Nafkah adalah Amanah

    Nafkah adalah Amanah: Mencegah Penelantaran Ekonomi dalam Rumah Tangga

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Koreng

    Cara Merawat Koreng dan Luka Menganga pada Orang dengan AIDS agar Tidak Terinfeksi

    Bercak Putih

    Bercak Putih di Mulut pada Orang dengan AIDS, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Luka

    Orang dengan AIDS Sering Mengalami Luka Mulut dan Jamur, Ini Cara Perawatannya

    Gangguan Mulut

    Cara Mengatasi Gangguan Mulut dan Tenggorokan pada Orang dengan AIDS

    pneumonia

    4 Tanda Pneumonia yang Perlu Diwaspadai Orang dengan AIDS

    Tuberkulosis

    Orang dengan AIDS Rentan Terkena Tuberkulosis dan Pneumonia, Kenali Gejalanya

    Berita Bohong

    Melihat Al-Qur’an Berbicara tentang Perempuan dan Berita Bohong di Era Digital

    Batuk Dahak

    Cara Meredakan Batuk Berdahak pada Orang dengan AIDS agar Tidak Semakin Parah

    Muntah

    Langkah Tepat Mengatasi Mual dan Muntah pada Orang dengan AIDS

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Personal

Mari Kita Cerita tentang Poligami; Sekarang, Bukan Nanti.

Fitri Nurajizah by Fitri Nurajizah
11 Februari 2020
in Personal
A A
0
4
SHARES
214
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Dua hari ini, saya kesal sekali melihat berita yang sedang viral di media,  mulai dari facebook, youtube, Instagram dan Story Whatsaap. Anda tau apa yang sedang viral? Ya, sebuah video pendek berisi tentang “seorang istri pertama yang mengantarkan suaminya untuk menikah dengan istri keduanya.” Jujur naluri perempuan saya bergejolak, mbok jangan kan mengantar suami nikah dengan perempuan lain, tahu laki-laki yang tengah dekat dengan kita, stalking perempuan lain di instagram saja sudah cukup membuat lara ati.

Baiklah, saya mulai penasaran mengapa video tersebut viral, sehingga membuat mata saya sakit melihatnya. Hampir semua teman  facebook saya membagikan unggahan tersebut, lengkap dengan  caption Subhanallah dan Masya Allah.  Yang lebih membuat saya heran, teman-teman perempuan saya banyak yang ikut andil dalam mem-viralkan unggahan tersebut.

Saya terdorong untuk menelusuri dan menonton video-video nya di youtube, sampai saya rela membaca tulisan yang cukup panjang, yang diyakini sebagai bentuk klarifikasi dari ibu insial AD sebagai istri pertama dari seorang suami yang sholehnya kebangetan itu.

Tapi, kalau dipikir panjang, isi tulisan tersebut agak sedikit absurd dan tidak meyakinkan. Masa iya, ibu AD menyebutkan alasan meminta suaminya untuk menikahi perempuan lain, karena ia merasa kewalahan mengurus pesantren dan perusahaan tekstil milik suaminya.

Hai mbak, emang enggak bisa ya, cari karyawan buat membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan itu, atau coba libatkan santri-santrinya. Selain, mbak nya juga akan terbantu, mbak juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Kan lebih bermanfaat.

Tidak hanya itu, cara ibu AD meminta temannya untuk bersedia menjadi madunya juga sangat menggelikan. Jadi begini pemirsa, ibu AD tidak sengaja dipertemukan dengan teman lamanya, setelah banyak berkomunikasi dan mungkin bergosip ria di Whatsapp. Upss, maksudnya bernostalgia. Ibu AD dengan sangat santainya meminta temannya itu untuk bersedia menikah dengan suaminya, tentu tujuannya supaya mereka bisa bekerjasama dalam mengurus pesantren dan perusahaan tekstil.

Entah apa yang merasuki mereka, akhirnya mereka menyetujui rencana tersebut dan terlaksanalah acara pernikahan yang menjadi viral tersebut.

Tapi, begini. Saya sama sekali tidak melarang bahkan sampai menyalahkan pilihan ibu AD ini. Itu keputusan yang mungkin sangat baik bagi kehidupan mereka. Namun, poligami kan merupakan masalah pribadi yang seharusnya tidak perlu dikampanyekan. Tidak semua orang mempunyai penerimaan yang sama, apalagi sampai menjadi tolok ukur keimanan seseorang.

Ketika saya mengikuti kegiatan Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI) yang diselenggarakan oleh Jaringan Cirebon Untuk Kemanusiaan beberapa bulan yang lalu di Cirebon, dalam forum tersebut, seorang anak laki-laki bercerita dengan terbata-bata sambil menangis kepada ibu Dr. Nurofi’ah, Bil. Uzm, tentang keadaan keluarganya.

Ia tengah depresi karena melihat bapaknya menikahi perempuan lain, ia juga sangat terpukul ketika ibunya jatuh sakit setelah mengetahui bapaknya menikah lagi. Dengan nada yang sangat emosional ia mengatakan “ia sangat ingin membunuh bapaknya, karena telah menyakiti anak-anak dan istrinya”.

Cerita lain juga datang dari keluarga saya di kampung, di daerah Garut, kejiwaannya terganggu setelah suaminya meminta ijin untuk menikah dengan perempuan lain, yang merupakan tetangganya sendiri.

Tidak hanya itu, dalam buku sunnah monogami karya Dr. Faqih Abdul Qodir di bagian prolog yang ditulis oleh ibu Lies Marcoes, juga banyak diceritakan kisah-kisah perempuan korban poligami yang menderita, karena mereka merasa sangat direndahkan.

Misalnya, kisah  teman ibu Lies sewaktu kuliah yang terkenal sangat aktif, tegar, punya harga diri tinggi, pintar, berani dan lumayan keras, tetapi mental dan keperibadiannya ambruk ketika suaminya berpoligami. Ia hidup dalam penuh kepura-puraan, yang awalnya jarang berdandan, ia menjadi orang yang rajin menggunakan make up dan sering menggunakan pakaian yang tak biasa ia kenakan.

Melihat pengalaman-pengalaman tersebut, saya sangat setuju dengan pernyataan ibu Lies Marcoes bahwa poligami adalah proses pembunuhan karakter perempuan, yang dengan poligami perempuan merasa dipojokkan, kehilangan harga diri, kehilangan daya dan kehilangan logika.

Dengan begitu, seharusnya memang suami tidak berpoligami. Jika memang ia sayang dengan istrinya, walaupun istrinya meminta, sebaiknya dipertimbangkan kembali apakah akan banyak madharat atau mashlahatnya, terutama dengan kehidupan anak-anaknya.

Misalnya, dalam kasus Ibu AD ini, ia meminta suaminya untuk menikah lagi karena alasan kewalahan dengan pekerjaan, bisa jadi itu adalah sebuah kode  dari ibu AD untuk suaminya agar ia lebih peka, sehingga si suami mencari solusi bagaimana menghadapi persoalan tersebut, selain memiliki istri baru. BISA JADI BEGITU…..

Untuk mengakhiri ghibah syar’i ini saya ingin menutupnya dengan poin penting dari Dr. Faqih Abdul Qodir. Jika sabar dan setia itu baik dan berpahala, maka suami dan istri dituntut untuk bersabar serta setia kepada pasangannya, agar keduanya di cintai oleh Allah Swt.

Semoga di tahun 2020 gerakan #IndonesiaTanpaPoligami menjadi perjuangan bersama…[]

Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Ketika Kesempurnaan “Sosok Imajiner” Membuat Hidupmu Ambyar

Next Post

Perjuangan Dewi Sartika, Pelopor Pendidikan dari Tanah Pasundan

Fitri Nurajizah

Fitri Nurajizah

Perempuan yang banyak belajar dari tumbuhan, karena sama-sama sedang berproses bertumbuh.

Related Posts

Transformasi Digital
Disabilitas

Transformasi Digital untuk Siapa? Menagih Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas

28 Juli 2026
Koreng
Pernak-pernik

Cara Merawat Koreng dan Luka Menganga pada Orang dengan AIDS agar Tidak Terinfeksi

28 Juli 2026
Ummu Kultsum
Figur

Ummu Kultsum, Sang Bintang Timur: Suara Perlawanan Bangsa Mesir, Arab, dan Palestina

28 Juli 2026
Bercak Putih
Pernak-pernik

Bercak Putih di Mulut pada Orang dengan AIDS, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

28 Juli 2026
Nama Website Pelayanan Publik
Publik

Mengapa Nama Website Pelayanan Publik Banyak Mengandung Seksisme?

28 Juli 2026
Luka
Pernak-pernik

Orang dengan AIDS Sering Mengalami Luka Mulut dan Jamur, Ini Cara Perawatannya

27 Juli 2026
Next Post
Dewi, Sartika

Perjuangan Dewi Sartika, Pelopor Pendidikan dari Tanah Pasundan

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Transformasi Digital untuk Siapa? Menagih Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas
  • Cara Merawat Koreng dan Luka Menganga pada Orang dengan AIDS agar Tidak Terinfeksi
  • Ummu Kultsum, Sang Bintang Timur: Suara Perlawanan Bangsa Mesir, Arab, dan Palestina
  • Bercak Putih di Mulut pada Orang dengan AIDS, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
  • Mengapa Nama Website Pelayanan Publik Banyak Mengandung Seksisme?

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0