Rabu, 21 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Deepfake

    Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

    Pengelolaan Sampah Menjadi

    Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Kebijakan Publik

    Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    Menjaga Alam

    Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    Broken Strings

    Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    Dimonopoli

    Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    Nyadran Perdamaian

    Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    Merusak Alam

    Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Deepfake

    Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

    Pengelolaan Sampah Menjadi

    Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Kebijakan Publik

    Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    Menjaga Alam

    Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    Broken Strings

    Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    Dimonopoli

    Air, Tanah, dan Energi Tidak Boleh Dimonopoli

    Nyadran Perdamaian

    Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    Merusak Alam

    Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Buku

Membaca My Food is African dengan Kacamata Kesalingan

Secara keseluruhan, My Food is African menekankan pentingnya pendekatan kolektif dalam membangun sistem pangan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Siti Mahmudah Siti Mahmudah
21 Januari 2026
in Buku
0
My Food is African

My Food is African

3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Selama ini, kita semua sering mengira urusan makan adalah soal selera dan disiplin setiap orang, kuat atau tidak menahan gula, rajin atau tidak memasak, peduli atau tidak pada tubuh sendiri. Namun, buku My Food is African: Healthy Soil, Safe Foods and Diverse Diets membongkar itu semua.

Menurut saya, pembahasan tentang “makan sehat” tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial, ekonomi, dan politik. Pilihan konsumsi dinilai tidak sepenuhnya bebas, karena dipengaruhi oleh sistem produksi, distribusi, dan promosi pangan.

Dari judul My Food is African digunakan untuk menegaskan bahwa makanan memiliki akar sejarah dan logika ekologis tertentu. Buku ini memandang makanan tidak hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai hasil dari relasi jangka panjang antara manusia, tanah, musim, dan pengetahuan lokal.

Lalu, saya mempertanyakan bagaimana suatu jenis makanan menjadi standar atau “normal” pada masa kini, siapa yang membentuk standar tersebut, serta siapa yang menanggung dampak sosial dan ekologisnya?

Pada bagian awal, buku ini membahas peran pangan tradisional sebagai sumber pengetahuan bertahan hidup. Contoh yang ia sebutkan di antaranya umbi-umbian, kacang-kacangan, biji-bijian lokal, sayuran, buah musiman, serta praktik fermentasi dan pengawetan.

Keragaman pangan sebagai strategi adaptasi terhadap krisis, perubahan musim, dan keterbatasan sumber daya, bukan sekadar variasi menu.

Buku ini juga menyoroti peran perempuan dalam menyimpan dan mewariskan pengetahuan pangan. Pengetahuan tersebut umumnya dimiliki oleh ibu, nenek, pedagang pasar, serta pengolah makanan rumahan.

Namun, menurut saya, pengetahuan ini jarang diakui sebagai bentuk keilmuan dan lebih sering diposisikan sebagai bagian dari kerja domestik.

Padahal, buku ini mencatat bahwa praktik pengelolaan makanan di tingkat rumah tangga menyimpan informasi penting terkait gizi, keamanan pangan, serta pengelolaan kebutuhan keluarga dan komunitas.

Makanan Tradisional

Buku ini juga mencatat adanya pergeseran persepsi terhadap jenis makanan. Makanan tradisional kerap diposisikan sebagai sesuatu yang tertinggal, sementara makanan pabrikan dipromosikan sebagai simbol kemajuan.

Proses ini, sangat terpengaruhi oleh strategi pemasaran dan iklan yang membentuk standar konsumsi masyarakat. Termasuk dalam mendefinisikan makanan yang sehat dan praktis.

Dalam praktiknya, pilihan makanan masyarakat tidak sepenuhnya terbentuk secara bebas. Faktor promosi, citra modernitas, ketersediaan produk, serta tekanan gaya hidup turut memengaruhi preferensi konsumsi.

Akibatnya, selera publik lebih banyak terbentuk oleh sistem pasar daripada kebutuhan gizi atau kearifan pangan lokal.

Buku ini juga mengkritik apa yang disebut sebagai chemical mistake atau kesalahan kimia dalam sistem pertanian modern. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan ketergantungan pada pendekatan industri, seperti monokultur, penggunaan pupuk kimia, produksi massal, serta teknologi yang diposisikan sebagai solusi utama atas persoalan kelaparan.

Meski sistem ini sempat meningkatkan hasil panen, lalu saya mempertanyakan distribusi manfaatnya. Menurut buku tersebut, keuntungan terbesar tidak selalu para petani kecil nikmati, melainkan oleh pihak-pihak yang menguasai rantai produksi dan distribusi.

Selain itu, penggunaan pestisida dan pupuk kimia tidak hanya berdampak pada lahan pertanian. Residu bahan kimia tersebut dapat mencemari air, udara, dan tanah, serta berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan.

Petani

Dalam buku tersebut menjelaskan bahwa petani kerap berada dalam posisi tawar yang lemah. Mereka harus menghadapi berbagai tekanan, mulai dari serangan hama, target produksi, fluktuasi harga pasar, promosi input pertanian, hingga kebijakan yang menekankan peningkatan hasil panen. Ketika tidak mengikuti sistem tersebut, petani tidak ia anggap modern.

Namun, ketika mengikuti, mereka harus menanggung biaya produksi dan risiko yang tinggi. Situasi ini menunjukkan bahwa beban tanggung jawab sering kali melekat pada individu, sementara faktor struktural yang membatasi pilihan petani jarang mereka bahas.

Buku ini juga menyoroti kondisi tanah sebagai faktor penting dalam sistem pangan. Tanah mereka gambarkan sebagai ekosistem hidup yang mengandung mikroorganisme berperan dalam menjaga siklus nutrisi, struktur tanah, dan kemampuan menyimpan air.

Tanah yang sehat dinilai mampu menyerap dan menahan air dengan baik, sementara tanah yang rusak cenderung kehilangan fungsi tersebut.

Menurut buku ini, keamanan pangan tidak bisa kita lepaskan dari cara manusia memperlakukan lingkungan. Kesehatan tubuh, termasuk sistem pencernaan, dipandang memiliki hubungan langsung dengan kualitas ekosistem yang menjadi sumber pangan.

Menanggapi pertanyaan praktis mengenai pilihan makanan sehari-hari, buku ini tidak memberikan panduan diet spesifik. Sebaliknya, saya menawarkan prinsip umum berupa pola makan yang lebih beragam, berbasis bahan pangan utuh, dan minim proses.

Salah satu pendekatan yang mereka kenalkan adalah konsep “piring pelangi”, yaitu konsumsi berbagai jenis bahan pangan dengan warna dan kandungan gizi yang berbeda.

Ketersediaan dan Promosi

Namun, buku ini juga menekankan bahwa pilihan makanan sangat terpengaruhi oleh akses. Faktor harga, ketersediaan, promosi, dan tren sosial turut menentukan keputusan konsumsi. Dalam banyak kasus, sistem pangan membuat pilihan yang lebih sehat menjadi lebih mahal dan sulit terjangkau.

Kritik juga diarahkan pada praktik fortifikasi dan biofortifikasi. Penambahan zat gizi pada satu komoditas dapat membantu dalam kondisi tertentu, tetapi tidak menyelesaikan persoalan mendasar, seperti hilangnya keragaman pangan, ketimpangan akses, kemiskinan, dan meningkatnya konsumsi makanan ultra-proses. Menurut buku ini, selama struktur sistem pangan tidak berubah, fortifikasi hanya menjadi solusi sementara.

Secara keseluruhan, My Food is African menekankan pentingnya pendekatan kolektif dalam membangun sistem pangan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Buku ini menyatakan bahwa tanggung jawab atas pola makan sehat tidak dapat dibebankan sepenuhnya pada individu, terutama perempuan yang selama ini sering diasosiasikan dengan urusan dapur tanpa pengakuan sosial yang memadai.

Saya menggarisbawahi perlunya penguatan pasar lokal, dukungan bagi petani kecil, pendidikan pangan yang kontekstual, ruang komunitas untuk berbagi pengetahuan, serta kebijakan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan keadilan dalam rantai pasok. []

Tags: kacamataKesalinganmembacaMy Food is African
Siti Mahmudah

Siti Mahmudah

Mahmudah adalah Alumni Pondok Pesantren Buntet, Cirebon. Saat ini aktif menjadi Badan Pengurus Harian Bidang Media, Komunikasi dan Informasi KOPRI PB PMII Masa Khidmat 2024-2027.

Terkait Posts

Francis Bacon
Buku

Francis Bacon: Jangan Jadikan ‘Belajar’ Sebagai Pelarian

10 Januari 2026
Tahun Baru
Publik

Tahun Baru dan Mereka yang Tidak Ikut Merayakan

1 Januari 2026
Toleransi dalam Islam
Buku

Buku Toleransi dalam Islam: Membaca Ulang Makna Natal dalam Islam

26 Desember 2025
Perspektif Mubādalah
Publik

Etika Kesalingan dalam Islam: Relasi, Interrelasi, dan Transrelasi Perspektif Mubādalah

17 Desember 2025
Jilbab dan Aurat
Buku

Buku Jilbab dan Aurat: Membaca Ulang Tanda Kesalehan Perempuan

17 Desember 2025
Kekerasan Perempuan
Aktual

16 HAKTP di Majalengka: Membaca Ulang Akar Kekerasan terhadap Perempuan dari Ruang Domestik dan Publik

6 Desember 2025
No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Ketaatan Istri pada Suami

    Tiga Logika Ketaatan Istri pada Suami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Nyadran Perdamaian 2026 Ekologi Spiritual Buddha-Muslim untuk Perawatan Alam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerusakan Lingkungan Harus Dihentikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merusak Alam Bertentangan dengan Ajaran Islam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan
  • Membaca My Food is African dengan Kacamata Kesalingan
  • Membaca What Is Religious Authority? Menimbang Ulang Otoritas Agama
  • Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama
  • Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID