Mubadalah.id – Setiap masyarakat memiliki metode-metode pencegahan kehamilan yang khas dan diwariskan turun-temurun dari nenek moyang. Meskipun umumnya tidak seefektif metode KB modern, sebagian di antaranya memang dapat membantu mencegah kehamilan.
Namun, yang perlu diingat adalah bahwa ada metode-metode tradisional yang tidak memberikan hasil sama sekali, bahkan ada pula yang justru dapat membahayakan kesehatan Anda.
Metode-Metode Tradisional yang Cukup Manjur
Ada dua metode tradisional yang umumnya dianggap cukup efektif untuk mencegah kehamilan:
Pertama, menarik keluar penis sebelum ejakulasi. Dalam istilah medis, metode ini disebut coitus interruptus atau senggama terputus. Caranya, laki-laki menarik penisnya keluar dari vagina sesaat sebelum ia mengeluarkan air mani. Sayangnya, metode ini tidak selalu berhasil dengan baik.
Kadang-kadang laki-laki tidak sempat menarik penisnya sebelum ejakulasi terjadi karena terlambat bereaksi.
Bahkan jika penis sudah Anda tarik keluar tepat waktu, masih ada kemungkinan sejumlah cairan yang mengandung sperma keluar sebelum ejakulasi. Jika cairan tersebut masuk ke dalam vagina, kehamilan tetap dapat terjadi.
Kedua, memisahkan suami dan istri setelah kelahiran bayi. Di beberapa masyarakat, terdapat adat yang melarang suami dan istri berhubungan seksual selama beberapa bulan, bahkan hingga beberapa tahun setelah kelahiran bayi.
Cara ini dapat berhasil mencegah kehamilan. Selain itu, ibu memiliki kesempatan untuk memulihkan kesehatannya setelah melahirkan dan merawat bayi dengan lebih tenang tanpa gangguan.
Metode-metode Tradisional yang Tidak Manjur atau Justru Berbahaya
Di antaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, jimat, azimat, atau mantra tidak dapat mencegah kehamilan.
Kedua, jamu yang terbuat dari rumput-rumputan, dedaunan, lumpur, atau bahan alami lain yang mereka katakan harus masu ke dalam vagina bukan saja tidak berguna, tetapi juga sangat berbahaya. Cara ini dapat menyebabkan infeksi maupun iritasi pada organ reproduksi.
Ketiga, mencuci bagian dalam vagina dengan air ramuan atau serbuk tertentu juga tidak dapat mencegah kehamilan. Sperma bergerak sangat cepat menuju rahim, sehingga membersihkan vagina setelah berhubungan seksual tidak akan menghentikan proses tersebut.
Keempat, segera buang air kecil setelah berhubungan seksual juga tidak dapat mencegah kehamilan dan tidak akan mengeluarkan sperma dari saluran reproduksi perempuan.
Namun demikian, kebiasaan buang air kecil setelah berhubungan seksual dapat membantu mencegah iritasi atau infeksi pada saluran kemih, sehingga tetap dianjurkan untuk dilakukan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 291.







































