Senin, 15 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Perempuan Bekerja

    Bolehkah Perempuan Bekerja di Ruang Publik?

    Disabilitas bukan lelucon

    Disabilitas Bukan Lelucon: Menimbang Etika Konten Kreator di Media Sosial

    mahasiswa difabel

    Siapa yang Harus Beradaptasi: Mahasiswa Difabel atau Kampus?

    Relasi Mubadalah

    Gelas Kosong dan Sayap yang Sinkron: Paradoks Kekuatan dalam Relasi Mubadalah

    Rahim

    Yang Tak Kita Pahami dari Rahim Copot, Puting Putus, dan Payudara Meledak

    Hak Untuk Bosan

    Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    Kampung idiot

    Mengubah Stigma Kampung Idiot di Karangpatihan Menjadi Berdaya secara Ekonomi

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Diafragma

    Cara Kerja Diafragma dalam Mencegah Kehamilan

    Mengenal Kondom

    Mengenal Kondom Perempuan

    Kondom

    Tips Menggunakan Kondom agar Tidak Mudah Sobek dan Bocor

    Metode Kondom

    Kondom: Metode KB yang Efektif Cegah Kehamilan dan HIV/AIDS

    KB

    Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

    Ber-KB

    Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Perempuan Bekerja

    Bolehkah Perempuan Bekerja di Ruang Publik?

    Disabilitas bukan lelucon

    Disabilitas Bukan Lelucon: Menimbang Etika Konten Kreator di Media Sosial

    mahasiswa difabel

    Siapa yang Harus Beradaptasi: Mahasiswa Difabel atau Kampus?

    Relasi Mubadalah

    Gelas Kosong dan Sayap yang Sinkron: Paradoks Kekuatan dalam Relasi Mubadalah

    Rahim

    Yang Tak Kita Pahami dari Rahim Copot, Puting Putus, dan Payudara Meledak

    Hak Untuk Bosan

    Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    Kampung idiot

    Mengubah Stigma Kampung Idiot di Karangpatihan Menjadi Berdaya secara Ekonomi

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Diafragma

    Cara Kerja Diafragma dalam Mencegah Kehamilan

    Mengenal Kondom

    Mengenal Kondom Perempuan

    Kondom

    Tips Menggunakan Kondom agar Tidak Mudah Sobek dan Bocor

    Metode Kondom

    Kondom: Metode KB yang Efektif Cegah Kehamilan dan HIV/AIDS

    KB

    Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

    Ber-KB

    Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Monumen

Peran Media dalam Upaya Resiliensi Perempuan di Tengah Pandemi (2)

Mubadalah.id dan Rahma.id memberi kesempatan pada siapapun menjadi kontributor untuk menyuarakan pandangannya atas isu kesetaraan gender dalam perspektif Islam

Zahra Amin by Zahra Amin
25 September 2024
in Monumen
A A
0
Resiliensi Perempuan

Resiliensi Perempuan

21
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Salah satu konten di media digital adalah artikel popular. Berdasarkan penjelasan Sumadiria mengatakan bahwa artikel adalah tulisan lepas yang bersifat subjektif lantaran berisikan opini seseorang atas suatu isu yang sifatnya aktual dan/atau kontroversial.

Meski demikian, pada dasarnya ia memiliki anatomi yang tidak jauh berbeda dari berita. Anatomi tersebut meliputi judul, lead, isi, dan penutup, serta memuat fakta dan kita lengkapi dengan data. Hal yang menarik, artikel ini tidak sekadar mampu menjadi perlawanan gagasan atau kritik. Namun juga ruang diskusi dan sosialisasi wacana kepada publik atas keresahan yang penulis rasakan.

Bertolak dari manifestasi perlawanan yang ada, upaya resiliensi yang dilakukan di sini sifatnya tertutup. Sebagaimana yang Kamilia Hamidah katakan bahwa fenomena sosial yang terjadi di masyarakat selama masa pandemi covid-19, ketahanannya mulai dari bagaimana keluarga membangun daya tahan.

Selain itu lekas beradaptasi dalam menghadapi masa sulit ini. Sehingga kita akui atau tidak, pilar penyangga ketahanan masyarakat pada masa pandemi ini ada di ranah “perawatan, pencegahan dan pengasuhan.” Ketiga hal ini adalah sebagai garda terdepan terhadap mitigas pandemi yang secara kultural menjadi keseharian perempuan.

Kerentanan Perempuan di Masa Pandemi

Gambaran tersebut menunjukkan bagaimana berbagai kerentanan pada perempuan di masa pandemi ini. Sehingga dukungan akan sangat membantu perempuan untuk memiliki resiliensi yang baik.

Resiliensi perempuan dalam konteks mitigasi bencana berarti kemampuan untuk cepat pulih dari perubahan. Contohnya sakit, kemalangan atau kesulitan, sehingga perempuan-perempuan yang mendapatkan dukungan, baik dari pasangannya, keluarga dan lingkungannya akan memiliki resiliensi yang tinggi.

Namun sebaliknya, apabila perempuan tidak mendapatkan dukungan, maka hal ini justru dapat menimbulkan munculnya gangguan psikologis seperti depresi dan lainnya. Hal tersebut tentu akan berdampak pada aktivitas perawatan, pencegahan dan pengasuhan yang banyak perempuan lakukan bagi keluarganya.

Dalam konteks kajian ini, karakteristik di atas sesuai dengan keberadaan laman Mubadalah.id dan Rahma.id. Sebagai media online yang mengandalkan keberadaan kontributor, dua media ini menghadirkan ruang alternatif bagi audiens untuk berdialektika. Lebih jauh, dalam proses editorialnya mereka memberikan kesempatan kepada siapapun, tanpa melihat jenis kelamin untuk menjadi kontributor dan menyuarakan pandangannya atas isu-isu kesetaraan gender dalam perspektif Islam.

Gap Ketidaksetaraan

Sejalan dengan hal  itu tahun 2020 menandai 25 tahun Beijing Platform for Action, yang seharusnya menjadi terobosan dalam perkembangan konkret realisasi. Namun dengan adanya pandemi covid-19, alih-alih Beijing Platform for Action dapat kita laksanakan.

Pada kenyataannya pandemi covid-19 bukan saja menjadikan perempuan menjadi kelompok rentan. Kondisi ini semakin menjadikan gap ketidaksetaraan kembali melebar setelah beragam upaya yang dilakukan untuk menekan ketidaksetaraan gender.

Salah satu di antara upaya untuk menekan ketidaksetaraan gender itu, PBB mengeluarkan rilis melalui ringkasan kebijakan pada awal April 2020. Secara khusus berbicara mengenai dampak covid-19 kepada perempuan (united Nation Policy Brief, 2020).

Dampak tersebut baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kerentanan-kerentanan yang timbul sebagai dampak langsung maupun tidak langsung yang semakin memperberat beban perempuan. Lebih jauh dalam ringkasan kebijakan ini memberikan penegasan pada perbaikan jangka panjang terhadap ketidaksetaraan yang semakin buruk karena pandemi ini.

Wacana melebarnya gap ketidaksetaraan ini pun menguat, sebagaimana yang Kamilia tegaskan. Dia mengatakan bahwa dengan menekan ketidaksetaraan ini, secara tidak langsung akan membangun dunia yang lebih tangguh, sehingga bukan hanya semata-mata untuk kepentingan perempuan dan anak perempuan, akan tetapi juga anak laki-laki.

Karena dalam konteks pandemi ini, perempuan bukan hanya menjadi kelompok rentan. Tetapi perempuan juga menjadi tulang punggung pemulihan komunitas, sehingga intervensi yang lebih responsif dengan kenyataan-kenyataan yang perempuan alami perlu mendapatkan perhatian lebih.

Relasi Setara dalam Perkawinan

Meski demikian bagi perkawinan dengan relasi yang setara, pandemi covid-19 tidak berpotensi menimbulkan ketimpangan dan beban ganda, sebagaimana yang Siti Aminah Tardi ungkapkan. Dia menjelaskan bahwa relasi setara dalam keluarga akan mendorong untuk saling menguatkan dan mencari jalan untuk mengatasi kesulitan, sehingga dengan memahami bahwa rumah tidak selamanya menjadi tempat yang aman, baik sebelum maupun selama pandemi covid-19.

Lantas mungkinkah menjadikan rumah aman bagi semua? Untuk mencapai ke arah ini, yaitu dengan mempercayai salah satu akar terjadinya kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT adalah tidak seimbangnya relasi antara suami dan istri, maka relasi kuasa harus kita dorong untuk setara antara laki-laki dan perempuan.

Tentu untuk mencapainya kita membutuhkan waktu yang panjang. Langkah awal adalah dengan menjadikan ruang domestik maupun ruang publik sebagai domain laki-laki dan perempuan, di mana tidak ada lagi perbedaan peran keduanya, sehingga menciptakan kedudukan setara untuk bekerjasama.

Alasannya sederhana saja karena pada dasarnya laki-laki dan perempuan diwajibkan melakukan kerjasama dalam menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran. Salah satu langkah strategis tersebut antara lain melalui narasi di media keislaman perempuan seperti Mubadalah.id dan Rahma.id. (Bersambung)

 

 

Tags: Mubadalah.idPandemi Covid-19Peran MediaRahma.idResiliensi Perempuan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

5 Prinsip Dasar Perspektif Keadilan Hakiki

Next Post

Perhatian Nabi Muhammad Saw kepada Perempuan yang Sedang Istihadhah

Zahra Amin

Zahra Amin

Zahra Amin Perempuan penyuka senja, penikmat kopi, pembaca buku, dan menggemari sastra, isu perempuan serta keluarga. Kini, bekerja di Media Mubadalah dan tinggal di Indramayu.

Related Posts

Peran Media
Monumen

Peran Media dalam Upaya Resiliensi Perempuan di Tengah Pandemi (1)

17 September 2024
Mubadalah di Bumi Rafflesia
Pernak-pernik

Mubadalah di Bumi Rafflesia

2 Maret 2024
Media Mubadalah
Monumen

Media Mubadalah dan Tafsir Ulang Konsep Relasi Gender [2]

12 Januari 2024
Media Mubadalah
Monumen

Media Mubadalah dan Tafsir Ulang Konsep Relasi Gender [1]

10 Januari 2024
Duta Santri Nasional
Aktual

Pimred Mubadalah.id Terpilih Menjadi Santri Awards 2023

26 Oktober 2023
Mubadalah
Aktual

Akademi Mubadalah Muda 2023 Siap Melahirkan 40 Penulis Muda

17 Juni 2023
Next Post
Istihadhah

Perhatian Nabi Muhammad Saw kepada Perempuan yang Sedang Istihadhah

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Bolehkah Perempuan Bekerja di Ruang Publik?
  • Disabilitas Bukan Lelucon: Menimbang Etika Konten Kreator di Media Sosial
  • Cara Kerja Diafragma dalam Mencegah Kehamilan
  • Siapa yang Harus Beradaptasi: Mahasiswa Difabel atau Kampus?
  • Mengenal Kondom Perempuan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0