Mubadalah.id – Perkawinan tidak hanya dipahami sebagai peristiwa keagamaan atau hukum yang mengikat dua individu. Sebab, dalam praktik sosial, perkawinan juga merupakan peristiwa sosial yang melibatkan dua keluarga besar dengan latar belakang yang beragam.
Bahkan, dalam banyak kasus, perkawinan mempertemukan dua suku bangsa, dua tradisi budaya, bahkan dua kewarganegaraan yang berbeda.
Kondisi tersebut menjadikan adaptasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan perkawinan. Proses adaptasi tidak hanya menyangkut relasi antara suami dan istri. Tetapi juga hubungan dengan keluarga besar masing-masing, lingkungan sosial, serta sistem nilai yang menyertai latar belakang keduanya.
Perbedaan adat, kebiasaan, dan cara pandang sering kali menuntut pasangan untuk melakukan penyesuaian secara berkelanjutan.
Selain sebagai peristiwa sosial, perkawinan juga merupakan penyatuan dua individu dengan perbedaan biologis, psikologis, dan emosional.
Perbedaan ini bersifat permanen dan tidak dapat dihilangkan, sehingga menuntut kemampuan adaptasi yang terus berkembang. Adaptasi dalam perkawinan tidak berhenti pada masa awal pernikahan, tetapi berlangsung seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup suami-istri.
Relasi suami-istri juga mengalami perubahan seiring waktu. Pada fase awal, relasi terbatas pada hubungan marital antara dua individu.
Bahkan, seiring kelahiran anak, relasi tersebut berkembang menjadi relasi parental, yang menempatkan suami dan istri sebagai orang tua dengan tanggung jawab baru.
Pada fase berikutnya, ketika anak-anak telah berkeluarga, relasi suami-istri kembali mengalami perubahan yang menuntut penyesuaian baru.
Selain perubahan internal dalam keluarga, relasi suami atau istri dengan pihak luar—seperti lingkungan kerja, komunitas sosial, atau aktivitas profesional—juga berpotensi memengaruhi dinamika rumah tangga.
Kondisi ini semakin menegaskan bahwa adaptasi merupakan keniscayaan dalam pernikahan dan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan relasi suami-istri. []
Sumber tulisan: Adaptasi dalam Perkawinan



















































