Mubadalah.id – Vasektomi adalah operasi sederhana untuk memotong saluran yang membawa sperma dari testis menuju penis. Yang dipotong bukan buah zakar dan bukan pula batang penis.
Tindakan ini relatif mudah dilakukan sehingga tenaga kesehatan yang terlatih dapat melakukannya, tanpa harus selalu oleh dokter bedah.
Prosedurnya hanya memerlukan waktu beberapa menit. Vasektomi tidak menyebabkan laki-laki menjadi impoten. Vasektomi juga tidak mengurangi kenikmatan seksual saat berhubungan intim.
Bahkan setelah operasi, laki-laki tetap dapat berejakulasi atau mengeluarkan air mani. Perbedaannya, air mani tersebut tidak lagi mengandung sperma.
Setelah operasi dilakukan, masih ada sisa sperma yang tersimpan dalam saluran reproduksi. Karena itu, laki-laki perlu mengalami sekitar 20 kali ejakulasi sebelum seluruh sperma benar-benar habis. Selama masa tersebut, tetap gunakan alat kontrasepsi lain seperti kondom atau metode KB lainnya.
Sterilisasi untuk Perempuan
Operasi sterilisasi pada perempuan sedikit lebih rumit daripada vasektomi, tetapi tetap tergolong aman. Prosedur ini biasanya memerlukan waktu sekitar 30 menit.
Caranya adalah dengan membuat dua sayatan kecil pada bagian bawah perut. Setelah itu, saluran telur (tuba falopi) diikat atau dipotong sehingga sel telur tidak dapat mencapai rahim.
Sama seperti vasektomi, prosedur ini tidak memengaruhi kemampuan seksual perempuan dan tidak mengurangi kenikmatan dalam hubungan seksual.
PENTING! Sterilisasi tidak akan melindungi Anda dari penularan penyakit lewat hubungan seks, termasuk HIV/AIDS. Jadi, Anda harus memikirkan cara perlindungan itu, misalnya dengan memakai metoda perintang (kondom, dsb.). []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 291.










































