Sabtu, 27 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Trotoar Disabilitas

    Ketika Trotoar Disabilitas Beralih Fungsi Menjadi Lahan Parkir dan Area Perdagangan

    Film Taare Zameen Par

    Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?

    Sakinah

    Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

    limbah kayu

    Mengubah Limbah Kayu Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan di Desa Warukawung

    Pesantren di Pesisir

    Pesantren di Pesisir dan Aktivitas Ekoteologinya

    Dana Zakat

    Membela Korban Melalui Dana Zakat

    Host Live Perempuan

    Host Live Perempuan Rentan Mengalami KBGO

    Tentang Disabilitas

    Tentang Disabilitas: Terlalu Sering Dibicarakan, Terlalu Jarang Didengarkan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ketidaksuburan Perempuan

    4 Penyebab Ketidaksuburan pada Perempuan

    Ketidaksuburan

    Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki

    Ketidaksuburan

    Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

    Memiliki Anak

    Mengapa Perempuan Selalu Disalahkan saat Pasangan Sulit Memiliki Anak?

    Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    Mencintai yang Tak Pernah Kita Jumpai: Belajar dari Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    program KB

    Mengapa sebagian Perempuan Masih Sulit Mengakses Program KB?

    KB

    Pil KB Mingguan dan Cincin Vagina, Seberapa Efektif Metode Kontrasepsi Ini?

    KB

    Pil KB Mini, Mifepristone, dan IUD: Alternatif Kontrasepsi Darurat bagi Perempuan

    Pil KB Darurat

    Cara Menggunakan Pil KB Darurat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Trotoar Disabilitas

    Ketika Trotoar Disabilitas Beralih Fungsi Menjadi Lahan Parkir dan Area Perdagangan

    Film Taare Zameen Par

    Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?

    Sakinah

    Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

    limbah kayu

    Mengubah Limbah Kayu Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan di Desa Warukawung

    Pesantren di Pesisir

    Pesantren di Pesisir dan Aktivitas Ekoteologinya

    Dana Zakat

    Membela Korban Melalui Dana Zakat

    Host Live Perempuan

    Host Live Perempuan Rentan Mengalami KBGO

    Tentang Disabilitas

    Tentang Disabilitas: Terlalu Sering Dibicarakan, Terlalu Jarang Didengarkan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ketidaksuburan Perempuan

    4 Penyebab Ketidaksuburan pada Perempuan

    Ketidaksuburan

    Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki

    Ketidaksuburan

    Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

    Memiliki Anak

    Mengapa Perempuan Selalu Disalahkan saat Pasangan Sulit Memiliki Anak?

    Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    Mencintai yang Tak Pernah Kita Jumpai: Belajar dari Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    program KB

    Mengapa sebagian Perempuan Masih Sulit Mengakses Program KB?

    KB

    Pil KB Mingguan dan Cincin Vagina, Seberapa Efektif Metode Kontrasepsi Ini?

    KB

    Pil KB Mini, Mifepristone, dan IUD: Alternatif Kontrasepsi Darurat bagi Perempuan

    Pil KB Darurat

    Cara Menggunakan Pil KB Darurat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Merayakan Satu Lebaran Banyak Iman

Di lebaran ini, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk bersama-sama Gloria Dei (memuliakan Tuhan), homo vivent (dengan menghormati kemanusiaan)

Wawan Wg by Wawan Wg
28 April 2023
in Pernak-pernik, Rekomendasi
A A
0
Satu Lebaran Banyak Iman

Satu Lebaran Banyak Iman

10
SHARES
524
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Kalau teman Muhammadiyah kesayangan saya, Fahd Pahdepi menulis tentang satu rumah dua lebaran dalam postingannya beberapa hari kemarin, saya ingin share tentang di suatu rumah kecil terjadi peristiwa satu lebaran banyak iman.

Pasalnya, pada hari kedua Idul Fitri, 23 April 2023, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, saya menerima banyak tamu dari berbagai latar belakang agama, suku, hobby, kebangsaan, dan kewarganegaraan yang berbeda. Kali ini mereka tiba agak siang, karena teman-teman dari Kristen dan Katolik harus melaksanakan terlebih dahulu Misa minggu di gerejanya masing-masing.

Tamu pertama saya adalah Pak Ketut Wiguna, ketua Parisada Hindu Kota Bandung, yang kini menjadi pengurus Jawa Barat. Beliau memberi saya dua buah Kitab Baghavad Gita. Sungguh hadiah lebaran yang sangat istimewa. Kemudian Risdo dari Gereja Ortodox Timur hadir. Disusul Romo Agus dari Komisi HAK Keuskupan Katolik Bandung bersama beberapa anggota jemaatnya dari Paroki Kebon Kangkung. Tentu saja selalu ada bestie saya, Pak Robert yang mulai rajin olahraga, juga Pak Joko yang aktif di Partai.

Tak lama kemudian tiba Kang Engkus, ketua pusat organisasi penghayat kepercayaan Budi Daya, yang kini menjadi Presidium Nasional Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia. Kemudian datang berturut-turut teman-teman dari aktifis JAKATARUB seperti Ami, yang baru saja menyelesaikan studi sarjananya di UIN Sunan Gunung Djati.

Tamu dari Beragam Latar

Juga ada Clara dari komunitas agama Baha’i. Dan Yohanes dari Gereja Pasundan yang multi tallent. Selain itu hadir juga Bu Susan, aktifis lingkungan hidup yang hafal nama-nama ribuan pohon di Taman Hutan Raya Dago. Juga Deta aktifis Literasi dan pendongeng anak. Tak ketinggalan Pdt. Paulus Wijono, Sekum Persekutuan Gereja-gereja Wilayah (PGIW) se-Jawa Barat beserta istri.

Ada juga Pdt. Obertina, sekjen Nasional Perkumpulan Teolog Perempuan Indonesia beserta paksunya yang makin sukses membahana badai. Pak Beben dan istri dari Jamaah Ahlul bayt juga setia berkunjung saban tahun. Firman Sebastian aktifis media kontemporer yang kini bekerja di Amazon dot com. Juga Nadia, designer dan musisi musik klasik yang kece dari GKI Guntur nampak hadir berseri.

Lalu ada Pendeta Karmila yang aktif dalam pendampingan perempuan korban kekerasan, berbarengan dengann tamu saya paling jauh, Rahel, seorang pendeta yang sedang melakukan safar sabatikal nya dari Zurich Switzerland ke Indonesia. Rahel datang beserta Ibu dan putrinya.

Pada kloter terakhir ada Om Aping, guru gambar di SD Kristen Yahya yang paling dikagumi anak-anak. Ibu Bella, wakil dekan FSRD Universitas Maranatha yang cetar, serta Bung Topan dari KNPI Jabar yang sangat kritis dan berhati mulia. Ada siapa lagi ya? Mohon maaf jika ada yang lupa saya sebut.

Tamu sebagai Saudara

Begitulah tamu-tamu yang sudah saya anggap sebagai saudara itu berkumpul dengan isu masing-masing. Anda bisa bayangkan bagaimana rumah saya dalam sekejap telah menjadi halaqah-halaqah seminar dengan tema yang beragam: di teras obrolan tentang politik capres, di ruangan tengah tentang pendidikan, tentang menjaga hutan dan bagaimana mencintai pohon-pohon sejak dini, tentang teknik merajut, tentang bumbu masakan.

Bahkan ada juga pembahasan tentang diskriminasi, HAM, dan pemenuhan Hak Adminduk warga negara. Juga ada tema menggambar, politik internasional, film, sastra, fikih, juga tentang teologi, sejarah agama-agama, dll. Hampir saya meminta bantuan Risdo untuk membuatkan mereka sertifikat.

Alhamdulillah, keragaman tema tersebut dipersatukan dalam cicipan cake lezat yang dikirim Pendeta Supriatno, ketua Sinode GKP serta Ketua PGIW Jabar dan Jakarta periode beberapa belas tahun lalu.

Mungkin sebagian orang hanya tahu bahwa saya yang selalu hadir mengunjungi teman-teman Kristen saat merayakan Natal. Padahal teman-teman itu juga hadir dan sangat memberi arti pada lebaran yang sedang saya hayati.

Toleransi: Bekerjasama dalam Perbedaan

Begitulah kami menjalani toleransi, tidak hanya saling menghormati dalam perbedaan, tetapi juga bekerjasama dalam perbedaan, dan lebih dari itu: kami saling mendorong dan menjaga dalam perbedaan.

Kami bertoleransi dengan sama-sama menjaga iman masing-masing, tidak hanya iman kami, tetapi juga iman sahabat-sahabat kami yang berbeda. Jadi, tidak ada pencampuradukan iman, sebagaimana yang sering dituduhkan orang lain kepada kami: para aktifis penggiat dialog lintas iman.

Justru kami saling mendorong agar masing-masing kuat dalam keimanannya. Ini yang dimaksudkan oleh Mahaguru saya, KH. Dr. Faqihuddin Abdul Kodir dari Cirebon sebagai Mubadalah, kesalingan.

Saya pernah mendengarkan satu ceramah aneh dari seseorang yang telah menulis buku Komunikasi Antar Agama, dalam suatu acara Kerukunan Umat Beragama di suatu Provinsi, Ia mengatakan, “tidak usah orang Islam ikut-ikutan acara natalan, juga tidak usah orang kristen ikut acara-acara lebaran. Itu namanya toleransi kebablasan.”

Padahal, sekali lagi, ini sama sekali bukan pencampuradukan, justru ini toleransi yang nyata di mana kami saling mengapresiasi untuk turut bergembira saat saudara-saudara kami yang berbeda agama bergembira. Tentu dalam imannya masing-masing. Mungkin Pak Prof lupa, bahwa dalam tradisi harmoni di Nusantara, saat lebaran, orang kristen juga ikut mudik. Seperti orang Islam turut menikmati discount saat natal dan tahun baru di mall-mall.

Hari Raya Milik Bersama

Di Poso, saat orang islam takbiran di atas mobil bak, sopirnya adalah tetangga-tetangga yang Kristen. Di kampung saya, saat orang muslim lebaran, bikinnya dodol cina, bukan dodol idulfitri.  Begitulah, hari raya satu agama, di Indonesia bisa jadi milik bersama. Lebaran menjadi liburan, bukan? Apapun agamanya.

Tetapi, memang susah, menceritakan kehangatan dialog kepada orang yang belum pernah melakukan dialog. Itulah sebabnya, perdamaian tidak hanya cukup untuk diajarkan atau dibicarakan, tetapi juga harus dialami.

Sahabat Muhammadiyah saya yang lain, Imam Besar PeaceGen dot Id., Al Mukaram KH. Irfan Amalee menuturkan, bahwa dalam peace education memerlukan peace experience. Mubadalah adalah kunci praktisnya.

Seperti pada setiap bulan puasa, saya banyak menyaksikan teman-teman yang tidak beragama Islam aktif membagi-bagikan tajil. Itu kan namanya mendorong keislaman orang Islam yang sedang berpuasa. Saya juga pernah diundang Pendeta Mulyadi dari Gereja Kristen Indonesia di Muarakarang, yang membagi-bagikan sajadah jelang Idul Fitri.

Lalu saya tanya, sebelum kamu nanya, atau kamu bertanya-tanya, “Pak Pendeta, apa maksudnya bagi-bagi sajadah?” Pendeta Mulyadi jawab, “Biar orang-orang Islam di sekitar saya tambah rajin salatnya Kang Wawan.” Saya menimpali, “Owh, Pak Pendeta sudah melakukan islamisasi kalo begitu.” Sontak tentara-tentara dari Koramil, Pak Lurah, dan Camat yang hadir di acara tersebut tertawa mendengar pernyataan saya terakhir.

Satu Lebaran Banyak Iman

Ini juga sama: seperti setiap jelang Ramadan saya suka dapat titipan beras dari Pak Ketut yang beragama Hindu untuk dibagikan kepada warga yang kekurangan. Katanya, untuk sedikit berbagi kasih pada teman-teman muslim yang akan sahur saat bulan puasa ini.

Tahun lalu saya juga dapat titipan beras dari teman-teman Budhis untuk dibagikan di pesantren-pesantren. Inilah indahnya Indonesia yang tidak mungkin bisa dinikmati oleh orang yang tidak ingin Indonesia ini tetap kaya dalam keragaman.

Membalas prilaku mereka, di lebaran ini, saya membagikan kalung salib yang saya beli di Toba, untuk teman-teman yang Kristen dan Katolik. Sebelum kamu nanya, atau kamu bertanya-tanya, saya jelaskan, “ini untuk mengingatkan saudara-saudara kristen saya, agar tetap taat dalam iman kristennya masing-masing.”

Di lebaran ini juga, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk bersama-sama Gloria Dei (memuliakan Tuhan), homo vivent (dengan menghormati kemanusiaan).

Satu lebaran banyak iman. Satu Idul Fitri. Kembali ke fitrah. Fitrah kemanusiaan. Adakah di antara tamu-tamu saya itu yang bukan manusia? Semuanya manusia, Bani Adam. Yang dalam Al-Quran disebut, “Laqad karamna bani Adam.” Allah memuliakan seluruh Anak Adam.

Terakhir, kepada semua tamu yang saya muliakan itu, semacam dalam sambutan yang tidak formal, saya sampaikan, “teman-teman selamat datang, terimakasih atas kunjungannya. Rumah saya teramat kecil, tetapi hati kami sangat lebar.

Kapanpun Anda mau, berkunjunglah ke rumah kami. Anda semua adalah keluarga bagi saya. Silakan menikmati makanan alakadarnya. Mencicipi menu lebaran. Di sini ada wifi, usernamenya: Rumah Perdamaian, passwordnya: Abdurrahman Wahid. Password itulah yang sesungguhnya mempertemukan kita. []

 

 

Tags: Hari Raya Idulfitri 1444 HkeberagamanKesalinganlebaranlintas imantoleransi
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Partisipasi Politik Bagi Kaum Perempuan

Next Post

Laki-laki dan Perempuan Bertanggung Jawab untuk Memakmurkan Bumi

Wawan Wg

Wawan Wg

Direktur Eksekutif di Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian Nawangwulan

Related Posts

Hukum
Keluarga

Eksploitasi Ekonomi, Kesalingan Hukum, dan Ilusi Norma Kewajiban Suami

23 Juni 2026
Belajar Mubadalah
Keluarga

Ayah Saya Tak Belajar Mubadalah, Tapi Ia Seorang Qawwam Sejati

22 Juni 2026
Relasi Mubadalah
Publik

Gelas Kosong dan Sayap yang Sinkron: Paradoks Kekuatan dalam Relasi Mubadalah

15 Juni 2026
Apa yang Membedakan
Personal

Apa yang Membedakan Saya dengan Mereka?

6 Juni 2026
Hari Mahabbah
Personal

Hari Mahabbah Ali dan Fatimah: Makna Kufu dan Cinta yang Penuh Kesalingan

19 Mei 2026
Franka Makarim
Aktual

Franka Makarim dan Bahasa Cinta Seorang Isteri di Masa Tersulit

16 Mei 2026
Next Post
Perempuan Memakmurkan Bumi

Laki-laki dan Perempuan Bertanggung Jawab untuk Memakmurkan Bumi

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Ketika Trotoar Disabilitas Beralih Fungsi Menjadi Lahan Parkir dan Area Perdagangan
  • 4 Penyebab Ketidaksuburan pada Perempuan
  • Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?
  • Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki
  • Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0