Minggu, 14 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Hak Untuk Bosan

    Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    Kampung idiot

    Mengubah Stigma Kampung Idiot di Karangpatihan Menjadi Berdaya secara Ekonomi

    Korupsi

    Korupsi di Meja Makan Anak Sekolah

    Simpul Iman Community

    Dialog, Harapan, dan Persaudaraan: Refleksi 19 Tahun Simpul Iman Community (SIM-C)

    Bulan Suro

    Membongkar Mitos Pernikahan Bulan Suro dan Beban Perempuan Jawa

    Invisible Disability

    Invisible Disability dan Stigma yang Masih Terjadi

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    KB

    Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

    Ber-KB

    Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    KB dan

    4 Risiko Kehamilan yang Bisa Dicegah dengan Program KB

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual dapat Berkurang atau Hilang?

    rangsangan seksual

    Mengenali Respons Tubuh terhadap Rangsangan Seksual

    Seks

    Mengapa Membicarakan Seks dengan Pasangan itu Penting?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Hak Untuk Bosan

    Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    Kampung idiot

    Mengubah Stigma Kampung Idiot di Karangpatihan Menjadi Berdaya secara Ekonomi

    Korupsi

    Korupsi di Meja Makan Anak Sekolah

    Simpul Iman Community

    Dialog, Harapan, dan Persaudaraan: Refleksi 19 Tahun Simpul Iman Community (SIM-C)

    Bulan Suro

    Membongkar Mitos Pernikahan Bulan Suro dan Beban Perempuan Jawa

    Invisible Disability

    Invisible Disability dan Stigma yang Masih Terjadi

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    KB

    Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

    Ber-KB

    Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    KB dan

    4 Risiko Kehamilan yang Bisa Dicegah dengan Program KB

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual dapat Berkurang atau Hilang?

    rangsangan seksual

    Mengenali Respons Tubuh terhadap Rangsangan Seksual

    Seks

    Mengapa Membicarakan Seks dengan Pasangan itu Penting?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Khazanah Pernak-pernik

Kisah Neng Hannah, Perempuan Satu-Satunya yang Menjadi Peserta Program Shortcourse Filsafat dan Pemikiran Islam di Iran (Bagian 1)

Neng Hannah by Neng Hannah
12 Februari 2020
in Pernak-pernik
A A
0
shortcourse, iran

Neng Hannah menjadi peserta shortcourse ke Iran, dan satu-satunya perempuan dari Indonesia.

1
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Apa yang ada dalam pikiran anda mendengar kata Persia? Apakah kucing? atau Karpet? Ya kedua hal tersebut di Indonesia memang lekat dengan Persia. Tapi kali ini saya tidak akan membicarakan hal tersebut karena dalam pandangan seorang sarjana filsafat Islam, saat mendengar kata Persia, tentu yang bermunculan adalah para filsuf Islam yang kebanyakan memang berasal dari Persia.

Pada tulisan ini saya akan berbagi pengalaman berkunjung ke Persia atau Iran dalam rangka mengikuti program Shortcourse Filsafat dan Pemikiran Islam. Program ini berlangsung dari tanggal 20-29 Januari 2020. Peserta awal yang terdaftar di panitia hampir mencapai 20 orang namun yang jadi berangkat hanya 11 orang.

Berangkatnya 11 peserta menuju Iran kali ini, betul betul mendapat tantangan karena kondisi politik Iran-Amerika yang memanas. Tanggal 3 Januari 2020 Mayor Jendral Qassim Soleimani meninggal akibat serangan udara Amerika saat turun dari pesawat di Irak.

Pada 5 Januari Iran mengeluarkan pernyataan resmi tidak akan lagi menaati semua pembatasan yang diterapkan kesepakatan nuklir pada tahun 2015. Tiga hari setelah pernyataan, Iran meluncurkan operasi militer bernama Operasi Syahid Soleimani dengan meluncurkan sedikitnya 15 rudal balistik ke beberapa pangkalan udara Amerika.

Tantangan ini sangat terasa bagi saya sebagai satu-satunya peserta perempuan yang jadi berangkat. Kasih sayang keluarga, sahabat dan teman-teman berwujud ucapan kekhawatiran yang mau tidak mau membuat nyali saya sedikit ciut.

Namun berbekal niat ingin belajar mendalami filsafat Islam dan menjalin kerjasama dengan universitas di Iran yang memiliki konsentrasi yang sama dengan jurusan Aqidah dan Filsafat Islam yang saya pimpin, mau tidak mau nyali yang sedikit ciut itu harus dihilangkan dengan kepasrahan total.

Senin 20 Januari pukul 9.30 WIB, kami sudah berkumpul di Bandara Soekarno-Hatta terminal 3. Kami dilepas menuju Iran oleh direktur Al-Mustafa International University (MIU) Perwakilan Indonesia Prof.Dr. Hoseein Muttaqi. Menurutnya Indonesia dan Iran memiliki banyak kesamaan. Berkunjung dan belajar di Iran seperti ke negara sendiri.

Empat hal yang disampaikan olehnya. Pertama, Iran merupakan sebuah negara Islam yang berdiri berkat jasa ratusan pemuda yang syahid dalam revolusi dan mereka saat ini masih hidup menjaga Negara Islam Iran. Kedua untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam perjalanan, karena yang dilakukan merupakan ibadah dalam rangka menuntut Ilmu.

Semoga Allah ridha dan membuka berbagai pintunya. Ketiga, para peserta akan belajar di Al-Mustafa International Universty di Qom dan belajar dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Iran agar bisa sharing pengetahuan dan Informasi untuk kemudian bisa bekerjasama.

Selanjutnya yang terahir ia berpesan agar peserta menyaksikan sendiri bagaimana kondisi Iran. Apakah memang tidak aman seperti yang diberitakan oleh media, atau sebaliknya. Namun panitia bertanggung jawab penuh dengan keamanan seluruh peserta. Beliau mengakhiri pesannya agar perjalanan shortcourse ini diabadikan dalam berbagai tulisan apakah artikel maupun buku.

Selasa tanggal (21/1) dini hari pukul 04.30 waktu Iran, kami sampai di bandara Internasional di Teheran. Kami disambut panitia dengan diberikan bunga dan ucapan selamat datang. Kemudian kami langsung menuju Qom dengan mengendarai mobil bis kecil. Sampai di Qom waktu menunjukan pukul 06.15 pagi waktu Iran. Saya di tempatkan di asrama perempuan. Saat datang saya hanya sendiri. Esoknya saya sekamar dengan dua perempuan Uzbekistan dan 10 perempuan Afghanistan.

Acara pembukaan shortcourse dilakukan pukul 11-12 siang. Acara ini dibuka oleh Deputi Communication Affair al-Mustafa International University. Dalam rangkaian pembukaan ini kami disambut dan diterima dengan hangat sebagai saudara sesama muslim. Penjelasan tentang geo-politik Iran-Amerika yang sedang terjadi, dan ini tidak akan mempengaruhi kondisi dalam negri Iran dan panitia meyakinkan bahwa program ini akan berjalan dengan aman.

MIU merupakan sebuah perguruan tinggi yang sangat besar di Iran. Berpusat di Qom dan memiliki berbagai kampus di provinsi lain juga negara lain. Tidak kurang dari 132 negara yang menjadi asal dari dari para mahasiswa yang belajar. Terdapat sekitar 60 ribu mahasiswa MIU yang aktif, baik yang reguler s1,s2 dan s3 maupun yang mengikuti Shortcourse maupun Sabatical Leave.

Dalam pembukaan juga kami mendapatkan Informasi bahwa meski Syiah merupakan mazhab negara dan mayoritas masyarakat Iran, namun ada beberapa wilayah yang memiliki komunitas Sunni. Seperti di Gorgon, Johedo, Bandar Abas, Kurdiaton, Gillan, Teheran dan beberapa wilayah lainnya. Bahkan di Gorgan terdapat sebuah universitas yang bermazhab Suni yang memiliki mahasiswa sekitar 1000 orang.

Setelah makan siang, pukul 13.00 kami memulai perkuliahan dengan tema Philosophy of Ethic yang disampaikan oleh Prof. Dr Musavi, Dr. Savali dan Dr.Bakhsyayesh. Filsafat Islam bersumber dari al-Quran dan Hadis. Untuk menapakinya, jalan syariat dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya merupakan hal yang mutlak.

Mengetahui mana yang halal dan haram, mana yang suci dan yang najis dan aturan aturan yurisprudensi yang lainnya. Setelah syariat dijalankan maka selanjutnya adalah moralitas yang harus dijaga. Mengutamakan sifat- sifat kebaikan dan menghindari sifat sifat buruk pada semua mahluk.

Apa yang tidak ingin kita dapatkan, maka jangan lakukan itu pada orang lain, demikian sebaliknya. Menghilangkan egoisme, iri dengki, serakah dan sifat-sifat hewani yang lainnya. Setelah itu filsafat akan mengantarkan seorang muslim pada hakikat realitas. Hakikat realitas tertinggi ini kadang menampakan diri dengan langsung. Tidak ada usaha dari makhluk. Karena untuk sampai padaNya, ini merupakan hak preogratifNya. Hakikat realitas ini adalah Al-Haq.

Kuliah berlangsung sampai pukul 16.30 waktu Iran, 30 menit lebih lama dari jadwal karena seluruh peserta bertanya dan menanggapi kuliah para narasumber yang begitu mencerahkan. Jam 17.00 waktu Iran, berangkat ke Mesjid Fatimah al-Maksumah. Mesjid ini dibangun untuk mengenang cicit nabi Muhammad saw yaitu Fatimah putrinya Imam Musa Al-Kazim iman ke 7 ahlul bait yang meninggal di Qom saat hendak menziarai kakaknya Imam Ridha di Thus Khurasan.

Fatimah Al-Masumah dipercaya merupakan perempuan suci yang cerdas dan bijaksana. Kedalaman ilmu dan keshalihannya dinukilkan dalam sebuah kisah, dimana suatu hari beberapa pengikut Syiah memasuki kota Madinah dan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Imam Musa al-Kaziem ketika beliau dalam keadaan safar.

Fatimah Maksumah menuliskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka dan menyerahkan jawaban kepada mereka. Mereka pun pulang meninggalkan Madinah dan bertemu imam di luar kota. Ketika Imam menyaksikan pertanyaan mereka dan jawaban Fatimah Maksumah, ia bersabda,”semoga ayahnya menjadi tebusan baginya”. Fatimah Maksumah meninggal di Qum saat berusia 28 tahun dan belum pernah menikah.

Harom Fatimah Maksumah berupa sebuah mesjid yang megah, artistik dan sangat terasa kesakralannya. Untuk memasukinya perempuan wajib memakai cador (pakaian resmi perempuan Iran). Saat hendak memasuki masjid, saya diperiksa untuk memastikan keamanan. Kami berkunjung ke Mesjid Fatimah Maksumah pada malam Rabu tepat dimana warga sekitar biasa hadir untuk berkumpul di mesjid melakukan shalat dan tawasul.

Suasana begitu ramai. Saya shalat di bagian ruang perempuan. Banyak di antara mereka yang shalat sambil menangis. Mengadukan berbagai permasalahan hidup yang sedang melanda. Mereka melantunkan doa-doa dan ayat suci Al-Quran. Suasana begitu khidmat. Saya mendatangi titik sentral harom Fatimah Maksumah. Rasanya seperti berada di Raudhah di depan makam Rasulullah.

Saya menyentuh bagian yang disakralkan. Melantunkan doa-doa dan air mata ikut berderai mengingat perjuangan seorang perempuan istimewa keturunan Rasulullah yang begitu mulia. Sebagai akademisi dan aktivis perempuan, saya merasa sosok Fatimah Maksumah ini begitu inpsiratif dan luar biasa. Mendoakannya adalah cara saya mendapatkan keberkahan-keberkahan dari Fatimah Maksumah yang semoga Allah kabulkan.

Acara shortcourse hari pertama selesai di sini. Kami sampai asrama pukul 10 malam untuk beristirahat. Besok acara akan dilanjutkan dengan agenda yang lebih padat dan menarik. (bersambung).

Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Hubungan Seks di Surga dalam Tinjaun Hadits

Next Post

Kisah Neng Hannah, Perempuan Satu-Satunya yang Menjadi Peserta Program Shortcourse Filsafat dan Pemikiran Islam di Iran (Bagian 2)

Neng Hannah

Neng Hannah

Related Posts

KB
Pernak-pernik

Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

14 Juni 2026
Hak Untuk Bosan
Disabilitas

Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

14 Juni 2026
Perempuan Pekerja
Film

Kisah Perempuan Pekerja Sekaligus Fandom K-Pop dalam Serial Netflix Night Shift for Cuties

14 Juni 2026
Ber-KB
Pernak-pernik

Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

13 Juni 2026
Menuju Muharram
Hikmah

Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

13 Juni 2026
KB
Pernak-pernik

Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

13 Juni 2026
Next Post
Kisah Neng Hannah, Perempuan Satu-Satunya yang Menjadi Peserta Program Shortcourse Filsafat dan Pemikiran Islam di Iran (Bagian 2)

Kisah Neng Hannah, Perempuan Satu-Satunya yang Menjadi Peserta Program Shortcourse Filsafat dan Pemikiran Islam di Iran (Bagian 2)

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya
  • Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?
  • Kisah Perempuan Pekerja Sekaligus Fandom K-Pop dalam Serial Netflix Night Shift for Cuties
  • Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB
  • Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0