Mubadalah.id – Banyak hal, termasuk kondisi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dapat mengurangi bahkan menghilangkan gairah seksual, baik pada laki-laki maupun perempuan.
Misalnya, ketika kehidupan terasa menyenangkan dan penuh semangat—seperti saat baru memulai hubungan dengan seseorang atau mendapatkan pekerjaan baru yang menarik—gairah seksual seseorang bisa meningkat. Namun, gairah tersebut dapat berkurang atau hilang apabila:
Pertama, merasa tertekan, kelelahan karena pekerjaan berat, kekurangan makanan, sedang sakit, atau baru melahirkan.
Kedua, tidak menyukai atau memiliki masalah dengan pasangan. Ketiga, takut ada orang lain yang melihat atau mendengar saat melakukan hubungan seksual. Keempat, takut hamil atau khawatir tertular penyakit.
Ketika gairah seksual berkurang, tubuh perempuan biasanya memproduksi lebih sedikit cairan pelumas alami pada vagina.
Jika hubungan seksual tetap dipaksakan dalam kondisi seperti ini, kemungkinan besar akan menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman. Karena itu, vagina perlu mendapatkan pelumasan yang cukup sebelum melakukan hubungan seksual.
Sementara itu, pada laki-laki, berkurangnya gairah seksual dapat menyebabkan penis sulit mengeras atau mempertahankan ereksi. Kondisi ini terkadang menimbulkan rasa malu, yang justru dapat membuat seseorang semakin sulit mengalami ereksi pada kesempatan berikutnya.
Apabila salah satu pasangan sedang bergairah sementara yang lain tidak, cobalah untuk saling memahami dan membicarakannya secara terbuka serta jujur. Hubungan seksual sebaiknya dilakukan ketika kedua belah pihak sama-sama menginginkannya.
Selain itu, pasangan dapat bersama-sama mencari cara yang dapat membantu membangkitkan gairah seksual sehingga hubungan yang terjalin tetap nyaman dan menyenangkan bagi keduanya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 246.






































