Minggu, 14 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Hak Untuk Bosan

    Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    Kampung idiot

    Mengubah Stigma Kampung Idiot di Karangpatihan Menjadi Berdaya secara Ekonomi

    Korupsi

    Korupsi di Meja Makan Anak Sekolah

    Simpul Iman Community

    Dialog, Harapan, dan Persaudaraan: Refleksi 19 Tahun Simpul Iman Community (SIM-C)

    Bulan Suro

    Membongkar Mitos Pernikahan Bulan Suro dan Beban Perempuan Jawa

    Invisible Disability

    Invisible Disability dan Stigma yang Masih Terjadi

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    KB

    Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

    Ber-KB

    Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    KB dan

    4 Risiko Kehamilan yang Bisa Dicegah dengan Program KB

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual dapat Berkurang atau Hilang?

    rangsangan seksual

    Mengenali Respons Tubuh terhadap Rangsangan Seksual

    Seks

    Mengapa Membicarakan Seks dengan Pasangan itu Penting?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Hak Untuk Bosan

    Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

    Qana'ah

    Qana’ah, Kelas Menengah dan Fantasi Menjadi Orang Kaya

    Kesetaraan Anak laki-laki dan Perempuan

    Mengajarkan Kesetaraan Pada Anak Laki-laki dan Perempuan Sejak Dini

    Kampung idiot

    Mengubah Stigma Kampung Idiot di Karangpatihan Menjadi Berdaya secara Ekonomi

    Korupsi

    Korupsi di Meja Makan Anak Sekolah

    Simpul Iman Community

    Dialog, Harapan, dan Persaudaraan: Refleksi 19 Tahun Simpul Iman Community (SIM-C)

    Bulan Suro

    Membongkar Mitos Pernikahan Bulan Suro dan Beban Perempuan Jawa

    Invisible Disability

    Invisible Disability dan Stigma yang Masih Terjadi

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    KB

    Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

    Ber-KB

    Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

    Menuju Muharram

    Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

    KB

    Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

    Kehamilan dan

    Mengapa Menunda Kehamilan Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga?

    KB dan

    4 Risiko Kehamilan yang Bisa Dicegah dengan Program KB

    Gairah Seksual

    Mengapa Gairah Seksual dapat Berkurang atau Hilang?

    rangsangan seksual

    Mengenali Respons Tubuh terhadap Rangsangan Seksual

    Seks

    Mengapa Membicarakan Seks dengan Pasangan itu Penting?

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Featured

Virus Corona Tidak Hanya Ada di Iqra’, Tetapi di Qur’an!!!

Faqih Abdul Kodir by Faqih Abdul Kodir
9 Februari 2020
in Featured, Pernak-pernik
A A
0
Ilustrasi: Pixabay

Ilustrasi: Pixabay

5
SHARES
248
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Jleb. Kaget. Begitu kalimat di atas meluncur dari mulut temenku yang santri dalam suatu obrolan. Ia menanggapi ramenya jagat media sosial tentang foto halaman Buku Iqra’, yang lalu dirangkai menjadi kata-kata: (قرن: Virus Corona), (خلق: Tercipta), (زمن: Pada zaman), dan (كذب: Penuh Dusta). Jika dirangkai menjadi: “Virus Corona tercipat pada zaman penuh dusta”.

Tentu saja, secara struktur Bahasa Arab, ini salah kaprah. Utak-atik-gatuk. Bisa jadi yang bikin itu hanya untuk sensasi atau humor belaka. Tetapi anehnya: beberapa orang percaya itu benar. Karena itu, untuk mengimbangi joke-joke itu, dan agar tidak dimakan mentah-mentah, netizen santri yang lain menambahkan: bahwa di halaman Iqra’ tersebut, sebelum kata (قرن) ada kata (صمض: Samad).

“Hayo kata ini merujuk pada nama siapa ya?” begitu sang netizen mengakhiri joke-nya.

Ada yang nambahin lagi, bahwa di halaman itu juga, setelah kata (كذب), juga langsung ada kata (جند: Janda) dan (كنس: Kenes). Coba kalau dua kata ini dirangkai semua, sejak kata awal (صمض: Samad), bisa berarti apa ya? Demikian sang nitizen itu menutup kalimatnya. Para pembaca bisa jadi menerka sendiri sambungan kata-kata tersebut.

Tentu saja semua ini joke belaka. Sayangnya, bagi orang-orang tertentu, joke ini bisa dimaksudkan dan dikelola untuk bikin sensasi di jagat media sosial. Ini juga yang aku pikirkan ketika temenku menyatakan kalimat judul di atas. Wah, ini pasti joke untuk sensasi. Pikirku. Tetapi temenku sepertinya mulai serius menjawab.

“Dalam pelajaran Ulumul Qur’an, kata Qur’an itu juga kan berasal dari kata “qorona-قرن”, di samping kata “qoro’a-قرأ”. Jadi “Corona” itu justru akar kata dari al-Qur’an itu sendiri. Ia ada di dalam al-Qur’an, bukan hanya di buku Iqro”, tegas dia.

“Loh, tadi kamu kan bilang virus Corona ada dalam al-Qur’an, bukan hanya buku Iqra’, maksudnya apa?” tanyaku.

“Maksudku, al-Qur’an kan menyebutkan seluruh kehidupan ini adalah ujian, agar kita terus berbuat baik dalam kehidupan ini. Virus Corona adalah salah satu dari ujian kehidupan ini. Apakah kita akan berhasil atau gagal dalam menghadapi ujian ini. Apakah ketika kita tidak terjangkiti akan mengutuk orang yang terkena virus tersebut, menyebar hoax tentang mereka, atau kita ikuti ajaran al-Qur’an untuk menolong dan membantu, minimal berempati kepada mereka. Inilah ujian nyata dari al-Qur’an untuk zaman kita yang sedang terjadi wabah virus Corona,” jawabnya serius.

“Wah, ini baru keren,” jawabku kepadanya.

Dalam teologi Islam, memang, penyakit merupakan musibah yang bisa menimpa siapapun, sebagai ujian (fitnah) bagi mereka: apakah akan menjadi orang-orang yang sabar dan tetap komitmen dengan nilai-nilai keimanan dan kemanu­siaan, atau berubah menjadi orang yang rapuh, putus asa dan ingkar dari nilai-nilai tersebut? Atau bahkan, lebih dari itu, malah berbuat keburukan di atas penderitaan orang lain.

“Segala musibah yang menimpa seorang mukmin, bahkan sekedar duri yang mengena tubuhnya, akan dicatat Allah sebagai kebaikan dan sekaligus digugurkan dosanya,” kata Nabi Saw (Sahih Muslim, no.: 6732).

“Wahai manusia hamba-hamba Allah, berobat­lah ketika kamu terkena penyakit, karena sesungguhnya tidak sekali-kali Allah menurunkan penyakit kecuali menurunkan juga obatnya,” sabda Nabi Saw (Sunan Turmudzi, no. 2172).

“Allah SWT akan bertanya pada hari Kiamat nanti: “Wahai anak adam, ketika aku sakit mengapa kamu tidak mendampingiku? Yang ditanya menjawab: “Wahai Tuhanku, bagaimana Kamu bisa sakit lalu aku harus mendampingi, padahal Kamu adalah Tuhan sekalian alam.” Allah menjawab: “Ingatkah, ketika temanmu sakit, kamu tidak mendampingi, tidakkah kamu tahu kalau kamu mendampingi dia, kamu akan menjumpai-Ku di sana.” (Sahih Muslim, no. 6721).

Demikianlah pesan-pesan Nabi Muhammad Saw. Apakah ketika wabah virus Corona ini menimpa seseorang, atau masayarakat, apakah kita bisa berempati seperti yang diteladankan Nabi Saw (QS. At-Taubah, 9: 128), memberi pertolongan dan dukungan penuh agar mereka terbebas dari penyakit tersebut, seperti yang diajarkan al-Qur’an (QS. Al-Maidah, 5: 2)?

Melalui kejadian virus Corona ini, siapkah kita mengamalkan ayat Ali Imran (QS. 3: 110), yang meminta kita menjadi bangsa terbaik (khairu ummah) yang selalu mencari dan menyerukan jalan kebaikan global (amar ma’ruf), dalam konteks ini bagi penanganan musibah virus, dan menahan diri dari penyebaran ketakutan, kebohongan, dan kebencian, yang menambah persoalan dunia menjadi lebih buruk dan munkar (nahi munkar)?

Siapkah kita berlomba-lomba dan berkontribusi dalam mewujudkan kebaikan-kebaikan sosial (fastabiqul khoiraat), seperti yang dianjurkan ayat al-Baqarah (QS. 2: 148), dengan melakukan riset ilmiah untuk menemukan obat penangkal bagi epidemi wabah virus Corona ini?

Agar menjadi individu dan bangsa terbaik, apakah mulut dan jari-jari kita, bersedia menghentikan penyebaran kebohongan, kebencian, dan kedustaan mengenai virus Corona dan orang-orang yang sedang menghadapi wabah ini?

Siapkah kita berhenti mengambil keuntungan besar dari kesusahan yang sedang dialami beberapa penduduk dunia, dengan menjual masker berpuluh lipat harganya? Mencari sensasi dengan mengupload video, gambar, meme, atau tulisan yang tidak valid, hanya untuk menaikan rating dan memperoleh untung semata?

Sebaliknya, bersediakan kita justru ikut serta memberikan dukungan-dukungan moral terhadap semua pihak agar bisa melalui musibah global ini?

Sehingga kita dicatat sebagai individu muslim sejati, yang mengamalkan ajaran-ajaran Qur’ani, saling menolong, menebar kabaikan, menahan diri dari keburukan, dan berkontribusi bagi perdamaian dunia.

Inilah ujian kita bersama.[]

Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

BITUTUNU

Next Post

WNI eks-ISIS Pulang ke Indonesia, Apakah Kita Siap?

Faqih Abdul Kodir

Faqih Abdul Kodir

Founder Mubadalah.id dan Ketua LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Related Posts

KB
Pernak-pernik

Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya

14 Juni 2026
Hak Untuk Bosan
Disabilitas

Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?

14 Juni 2026
Perempuan Pekerja
Film

Kisah Perempuan Pekerja Sekaligus Fandom K-Pop dalam Serial Netflix Night Shift for Cuties

14 Juni 2026
Ber-KB
Pernak-pernik

Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB

13 Juni 2026
Menuju Muharram
Hikmah

Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

13 Juni 2026
KB
Pernak-pernik

Keluarga Berencana (KB) dan Hak Perempuan atas Tubuh

13 Juni 2026
Next Post
WNI Eks-ISIS

WNI eks-ISIS Pulang ke Indonesia, Apakah Kita Siap?

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Hak Perempuan Memilih KB: Kenali 5 Metode dan 9 Pertimbangannya
  • Hak untuk Bosan: Mengapa Difabel Tidak Harus Selalu Menginspirasi?
  • Kisah Perempuan Pekerja Sekaligus Fandom K-Pop dalam Serial Netflix Night Shift for Cuties
  • Cara Meyakinkan Suami tentang Pentingnya Ber-KB
  • Menuju Muharram dan Panggilan untuk Introspeksi Jejak Spiritual

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0