Mubadalah.id – Baiklah, mungkin sekarang Anda sudah merasa betul-betul siap berhubungan seks. Sebelum itu, bagaimana pun juga, pikirkan cara pencegahan penyakit menular dan kehamilan, karena biarpun siap berhubungan seks mungkin Anda tidak siap menghadapi kehamilan dan tentunya Anda tidak ingin tertular penyakit.
Ada banyak cara untuk menjadikan hubungan seks aman bagi Anda. Ini berarti, rencanakan perlindungan sebelum berhubungan seks. Pertama-tama bicarakan dulu dengan pacar Anda sebelum kalian berhubungan seks.
Tekankan kepadanya betapa pentingnya melindungi diri. Bila Anda segan mendiskusikan persoalan ini, mungkin mula-mula Anda bisa berpura-pura membicarakan pasangan lain dengan persoalan serupa.
Banyak masyarakat memiliki tenaga-tenaga terlatih yang menyediakan kondom serta metoda-metoda KB. Ada bidan, petugas posyandu, pegawai puskesmas, dokter, dan lain-lain. Bahkan para pekerjaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang sosial. Termasuk pencegahan penyakit menular dan peningkatan kesejahteraan perempuan.
Bila Anda tidak segan bertanya kepada mereka tentang cara mendapatkan alat KB, akan besar gunanya. Namun bila malu, dekatilah orang-orang yang menurut Andapaling bisa dipercaya, dan mintalah bantuannya. Ada klinik-klinik tertentu yang memiliki petugas yang khusus dilatih untuk menangani remaja.
Para pekerja lapangan LSM bahkan banyak yang sebaya dengan Anda, jadi lebih enak Anda ajak bicara dan memahami Anda. Sekali lagi kami harus mengingatkan hanya seorang lelaki kelihatan sehat, tidak bisa menjamin bahwa ia tidak memiliki bibit penyakit menular yang mengancam bila Anda berhubungan seks.
Jadi, yang paling aman, gunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Kalau pasangan seksual Anda itu mengeluarkan cairan yang tidak lazim dari penisnya, atau di sekitar situ terdapat lecet-lecet, benjolan, atau lainya. Maka berarti besar kemungkinan dan pasti dia akan menularkannya pada Anda.
Bila sudah terlanjur dan sehabis hubungan seks muncul gangguan (misalnya cairan dari vagina berubah, perut bagian bawah nyeri, susah buang air kecil, dan sebagainya), mungkin Anda ketularan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 81-82.









































