Minggu, 28 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Penganiayaan Yuvita

    Kasus Penganiayaan Yuvita: Alarm Bahaya Jebakan Relasi Kuasa

    Trotoar Disabilitas

    Ketika Trotoar Disabilitas Beralih Fungsi Menjadi Lahan Parkir dan Area Perdagangan

    Film Taare Zameen Par

    Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?

    Sakinah

    Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

    limbah kayu

    Mengubah Limbah Kayu Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan di Desa Warukawung

    Pesantren di Pesisir

    Pesantren di Pesisir dan Aktivitas Ekoteologinya

    Dana Zakat

    Membela Korban Melalui Dana Zakat

    Host Live Perempuan

    Host Live Perempuan Rentan Mengalami KBGO

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ketidaksuburan Perempuan

    4 Penyebab Ketidaksuburan pada Perempuan

    Ketidaksuburan

    Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki

    Ketidaksuburan

    Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

    Memiliki Anak

    Mengapa Perempuan Selalu Disalahkan saat Pasangan Sulit Memiliki Anak?

    Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    Mencintai yang Tak Pernah Kita Jumpai: Belajar dari Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    program KB

    Mengapa sebagian Perempuan Masih Sulit Mengakses Program KB?

    KB

    Pil KB Mingguan dan Cincin Vagina, Seberapa Efektif Metode Kontrasepsi Ini?

    KB

    Pil KB Mini, Mifepristone, dan IUD: Alternatif Kontrasepsi Darurat bagi Perempuan

    Pil KB Darurat

    Cara Menggunakan Pil KB Darurat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Penganiayaan Yuvita

    Kasus Penganiayaan Yuvita: Alarm Bahaya Jebakan Relasi Kuasa

    Trotoar Disabilitas

    Ketika Trotoar Disabilitas Beralih Fungsi Menjadi Lahan Parkir dan Area Perdagangan

    Film Taare Zameen Par

    Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?

    Sakinah

    Mengupayakan Sakinah, Mawaddah dan Warahmah dalam Hubungan Pernikahan

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 Memasuki Era Baru: Perempuan tak Lagi Sekadar Penonton

    limbah kayu

    Mengubah Limbah Kayu Menjadi Peluang Usaha Berkelanjutan di Desa Warukawung

    Pesantren di Pesisir

    Pesantren di Pesisir dan Aktivitas Ekoteologinya

    Dana Zakat

    Membela Korban Melalui Dana Zakat

    Host Live Perempuan

    Host Live Perempuan Rentan Mengalami KBGO

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Ketidaksuburan Perempuan

    4 Penyebab Ketidaksuburan pada Perempuan

    Ketidaksuburan

    Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki

    Ketidaksuburan

    Belum Dikaruniai Anak Setelah Menikah? Kenali Berbagai Penyebab Ketidaksuburan

    Memiliki Anak

    Mengapa Perempuan Selalu Disalahkan saat Pasangan Sulit Memiliki Anak?

    Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    Mencintai yang Tak Pernah Kita Jumpai: Belajar dari Ummu as-Sa‘d binti ‘Isham

    program KB

    Mengapa sebagian Perempuan Masih Sulit Mengakses Program KB?

    KB

    Pil KB Mingguan dan Cincin Vagina, Seberapa Efektif Metode Kontrasepsi Ini?

    KB

    Pil KB Mini, Mifepristone, dan IUD: Alternatif Kontrasepsi Darurat bagi Perempuan

    Pil KB Darurat

    Cara Menggunakan Pil KB Darurat

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Tokoh Profil

Okky Madasari: Sastrawan yang Menjadikan Tulisan sebagai Perlawanan

Okky percaya bahwa sastra memiliki kekuatan untuk mengubah cara pandang pembaca terhadap realitas yang mereka anggap biasa.

Najwatul Fadillah by Najwatul Fadillah
12 Mei 2026
in Profil
A A
0
Okky Madasari

Okky Madasari

51
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Okky Puspa Madasari atau biasa disapa Okky Madasari lahir pada 20 Oktober 1984 di Magetan Jawa Timur. Ia merupakan sastrawan dan sosiolog Indonesia yang dikenal melalui karya-karyanya yang kuat dalam mengangkat isu-isu sosial, politik, dan kemanusiaan di Indonesia.

Ia tumbuh menjadi salah satu penulis Indonesia yang karyanya tidak hanya dibaca secara nasional, tetapi juga menembus pembaca internasional.

Sejak awal kemunculannya dalam dunia sastra, Okky menunjukkan perhatian yang tajam terhadap realitas sosial di sekitarnya.

Melansir dari Magdalene.co, Okky memandang sastra bukan hanya sekadar rangkaian kata-kata puitis yang mendayu-daya. Bukan pula sekadar barisan metafora indah tanpa makna. Sastra baginya adalah wujud perlawanan dalam bahasa.

Di dalamnya, tersimpan suara-suara mereka yang terpinggirkan, yang dibungkam, yang dihapus, dan yang sering kali tidak diberi ruang dalam sejarah resmi.

Sastra menjadi cara untuk menghadirkan kembali suara mereka yang eksistensinya dikubur oleh sistem yang menuntut kepatuhan. Sebagai penulis, Okky Madasari menangkap esensi itu dengan kuat. Melalui novel-novelnya, ia menghadirkan kemanusiaan sebagai bentuk kesadaran dan pembebasan.

Hal ini bisa kita lihat dalam karya-karyanya seperti Entrok, Maryam, Pasung Jiwa, hingga Kerumunan Terakhir. Novel-novel ini tidak hanya bercerita, tetapi juga mengangkat isu-isu sosial seperti ketidakadilan, diskriminasi, kekerasan negara, hingga konservatisme agama.

Sastra Sebagai Alat Perlawanan

Okky percaya bahwa sastra memiliki kekuatan untuk mengubah cara pandang pembaca terhadap realitas yang mereka anggap biasa.

Kekuatan naratif inilah yang membuat karya-karya Okky banyak dibicarakan, baik di ruang akademis maupun nonakademis. Novel-novelnya tidak hanya dibaca, tetapi juga didiskusikan dalam klub buku, ruang diskusi sastra, hingga menjadi bahan refleksi tentang kondisi sosial masyarakat Indonesia.

Novel pertamanya, Entrok yang terbit pada tahun 2010 menggambarkan kehidupan di bawah bayang-bayang kekuasaan Orde Baru dan militerisme. Novel ini kemudian ia terjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Years of the Voiceless, memperluas jangkauan suaranya ke tingkat global.

Setelah itu, ia menulis Maryam pada 2012, yang mengangkat kisah persekusi terhadap komunitas Ahmadiyah di Indonesia, dan mengantarkannya meraih Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa.

Karya-karya berikutnya seperti Pasung Jiwa dan Kerumunan Terakhir memperlihatkan konsistensinya dalam membicarakan kebebasan individu, tekanan sosial, dan perubahan zaman yang dipengaruhi teknologi. Sementara seri novel Anak Mata di Tanah Melus menunjukkan bahwa perhatiannya terhadap sastra juga mencakup dunia anak dan imajinasi.

Selain menulis novel, Okky juga aktif dalam dunia akademik dan intelektual. Ia menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan kemudian meraih gelar doktor di National University of Singapore dengan kajian tentang sensor dan produksi pengetahuan di Indonesia.

Latar belakang ini memperkuat perspektifnya dalam membaca dan mengkritik realitas sosial melalui sastra.

Mendirikan Yayasan Muara

Di luar dunia penulisan, Okky juga berperan dalam pengembangan literasi dan ruang kebudayaan. Ia mendirikan Yayasan Muara, terlibat dalam ASEAN Literary Festival. Serta membangun komunitas Omong-omong.com, ruang digital yang menyediakan alternatif untuk penyedia informasi dan wacana, dengan fokus pada esai, fiksi, dan puisi yang beragam topik dan perspektif.

Platform ini didasarkan pada semangat “omong-omong,” yang berarti bercakap-cakap atau berbincang, dan berusaha untuk mengantarkan gagasan dan cerita dari kontributor kepada pembaca.

Okky juga aktif menulis esai di berbagai media Indonesia dan internasional. Dalam esainya di Griffith Review berjudul “Islam, Kapitalisme dan Sastra” (2015), ia mengkritik masuknya paham fundamentalisme ke dalam karya fiksi serta kecenderungan industri penerbitan yang lebih mengejar pasar daripada kualitas sastranya. Ia juga menyoroti risiko melemahnya sastra serius dan meningkatnya paparan ideologi yang sempit di kalangan pembaca muda.

Dalam tulisan lain di The Jakarta Post, ia mengkritik penggunaan label agama dalam produk budaya serta menyoroti tekanan terhadap perempuan dalam penggunaan jilbab di ruang pendidikan. Ia juga mengkritik aktivisme perempuan yang berbasis penafsiran agama yang ketat. Serta secara konsisten menolak undang-undang penistaan agama karena hal tersebut membatasi kebebasan berekspresi dan melegitimasi kebencian.

Aktif Mengkritisi Kebijakan Pemerintah yang Tidak Berpihak pada Kelompok Rentan

Dalam pandangannya yang lebih luas, Okky juga menyerukan agar pemerintah Indonesia membuka ruang pengakuan terhadap pelanggaran HAM masa lalu, termasuk tragedi 1965–1966 dan kasus penculikan aktivis 1998. Ia menilai bahwa sejarah harus kita hadirkan secara jujur dalam pendidikan agar generasi baru dapat memahami masa lalu secara kritis.

Di tingkat regional, ia percaya bahwa hubungan yang sehat di Asia Tenggara hanya dapat kita bangun melalui pertukaran budaya dan sastra. Dalam beberapa kesempatan, ia juga menyoroti pengaruh pemikiran Karl Marx dan Michel Foucault dalam cara pandangnya. Meski ia tetap menempatkan kebebasan individu dan kreativitas manusia sebagai inti dari seluruh gagasannya.

Melalui karya, tulisan, dan gagasannya, Okky Madasari hadir sebagai salah satu suara penting dalam sastra Indonesia hari ini. Suara yang bukan hanya menulis cerita, tetapi juga terus mengkritisi tentang keadaan masyarakat, kebebasan dan juga kekuasaan yang tidak adil.

Buku-Buku Okky Madasari

Pertama, Entrok (2010). Kedua, 86 (2011). Ketiga, Maryam (2012). Keempat, Pasung Jiwa (2013). Kelima, Kerumunan Terakhir (2016). Keenam, Yang Bertahan dan Binasa Perlahan (2017)

Ketujuh, Mata di Tanah Melus (2018). Kedelapan, Mata dan Rahasia Pulau Gapi (2018). Kesembilan, Mata dan Manusia Laut (2019). Kesepuluh, Genealogi Sastra Indonesia: Kapitalisme, Islam dan Sastra Perlawanan (2019) dan kesebelas, Mata dan Nyala Api Purba (2021). []

Tags: Okky MadasariPerlawanansastrawantulisan
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Irish Murdoch: Cinta, Perhatian, dan Cara Memahami Orang Lain

Next Post

Film Glo, Kau Cahaya: Keberanian, Penerimaan dan Perjuangan Perempuan Disabilitas

Najwatul Fadillah

Najwatul Fadillah

Saya adalah mahasantriwa Sarjana Ulama Perempuan Indonesia (SUPI) ISIF Cirebon.

Related Posts

Pesta Babi
Aktual

Nobar Film “Pesta Babi” di ISIF Cirebon, Soroti Perlawanan Perempuan Adat Papua

2 Mei 2026
Entrok
Buku

Entrok: Realitas Pahit Masa Lalu yang Relevan hingga Masa Kini

19 Februari 2026
Novel Perempuan di Titik Nol
Buku

Tubuh, Kuasa, dan Perlawanan dalam Novel Perempuan di Titik Nol

13 Februari 2026
Joko Pinurbo
Publik

Menyelami Puisi Kritis Joko Pinurbo Bersama Anak-anak

27 Januari 2026
Perempuan Mollo
Publik

Perempuan Adat Mollo Pimpin Perlawanan terhadap Tambang Marmer

22 Desember 2025
Energi Bersih
Aktual

Dakwah Energi Bersih Umi Hanisah: Perlawanan dari Dayah di Tengah Kerusakan Ekologis Aceh Barat

7 Desember 2025
Next Post
Film Glo

Film Glo, Kau Cahaya: Keberanian, Penerimaan dan Perjuangan Perempuan Disabilitas

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Kasus Penganiayaan Yuvita: Alarm Bahaya Jebakan Relasi Kuasa
  • Ketika Trotoar Disabilitas Beralih Fungsi Menjadi Lahan Parkir dan Area Perdagangan
  • 4 Penyebab Ketidaksuburan pada Perempuan
  • Film Taare Zameen Par: Apakah Ishaan Masih Ada di Sekolah Kita?
  • Mengapa Kehamilan Tak Kunjung Datang? Memahami Penyebab Ketidaksuburan pada Laki-laki

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0