Mubadalah.id – Kondom dapat membantu mencegah penularan penyakit melalui hubungan seksual. Tersedia kondom untuk laki-laki maupun perempuan.
Salah satu jenis kondom, jika digunakan dengan benar, sudah cukup efektif untuk mencegah penularan berbagai penyakit, termasuk HIV/AIDS.
Ketika kondom dipakai secara tepat, alat kelamin laki-laki dan cairan maninya tidak akan bersentuhan langsung dengan alat kelamin pasangan. Informasi lebih lanjut mengenai penggunaan kondom dapat dibaca pada Bab 13.
Catatan: untuk membantu mencegah penularan kuman penyebab gonore dan klamidia, dapat pula Anda gunakan spermisida, yaitu bahan kimia yang berfungsi membunuh sperma. Spermisida dapat Anda gunakan sendiri ataupun bersama diafragma.
Agar pasangan Anda mau memakai kondom. Maka cobalah menanggapi berbagai keberatan yang mungkin pasangan ajukan.
Selain itu, lakukan berbagai cara agar hubungan seksual tetap terasa nyaman dan menyenangkan meskipun menggunakan kondom. Jika hubungan seksual tetap memuaskan dengan penggunaan kondom, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengajaknya menggunakan kondom kembali pada kesempatan berikutnya.
Praktik Seksual yang Lebih Aman
Apabila praktik seksual tidak melibatkan kontak dengan sperma pasangan, risiko penularan berbagai kuman penyebab penyakit, termasuk HIV/AIDS, dapat berkurang secara signifikan.
Di bawah ini akan kami sajikan penjelasan mengenai berbagai praktik seksual yang relatif lebih aman. Hubungan seksual dengan penetrasi penis ke dalam vagina merupakan praktik yang paling umum mereka lakukan. Namun, sebagian pasangan memperoleh dan memberikan kepuasan seksual melalui cara-cara lain.
Jika pasangan Anda enggan menggunakan kondom dan tetap menolak memakainya meskipun telah Anda bujuk. Maka cobalah mengajaknya melakukan praktik seksual yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya, terutama jika kebiasaan tersebut memiliki risiko penularan penyakit yang tinggi.
Tunjukkan bahwa praktik yang lebih aman tersebut tetap dapat memberikan kepuasan bagi kedua belah pihak, sekaligus mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 244.










































