Mubadalah.id – AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome atau Sindrom Penurunan Kekebalan Tubuh. Penyakit ini bukan merupakan penyakit keturunan, tetapi dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Hal ini apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
AIDS disebabkan oleh infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual ketika darah, cairan vagina, atau air mani dari seseorang yang telah terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang lain. Misalnya melalui hubungan seksual atau jalur penularan lainnya.
Dalam hubungan seksual tanpa perlindungan, perempuan secara biologis memiliki risiko lebih tinggi tertular HIV daripada laki-laki. Seseorang yang tampak sehat pun dapat membawa virus HIV tanpa menunjukkan gejala apa pun.
Oleh karena itu, jangan hanya mengandalkan penampilan fisik untuk menilai apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak. Hindari perilaku seksual yang berisiko dan lakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi kemungkinan penularan.
Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh. Namun, pengobatan antiretroviral (ARV) dapat mengendalikan virus sehingga orang dengan HIV dapat hidup sehat, produktif, dan berumur panjang apabila menjalani pengobatan secara teratur.
Hepatitis B
Hepatitis B merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang hati (liver). Penyakit ini dapat menular melalui darah, air liur, cairan vagina, maupun air mani dari seseorang yang telah terinfeksi. Hepatitis B juga dapat menular melalui hubungan seksual dan termasuk penyakit yang sangat mudah menyebar.
Tanda-tanda Hepatitis B:
Pertama, demam. Kedua, nafsu makan menurun. Ketiga, tubuh terasa lelah dan tidak bertenaga. Keempat, mata dan/atau kulit tampak menguning (jaundice).
Kelima, nyeri pada perut. Keenam, urine berwarna lebih gelap, sedangkan tinja tampak pucat atau keputih-putihan. Ketujuh, pada sebagian orang, hepatitis B tidak menimbulkan gejala sama sekali. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 352.








































