Mubadalah.id – Menunda kehamilan paling baik dilakukan dengan menunda perkawinan. Dengan demikian, calon ibu dan calon bapak sama-sama dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan yang lebih tinggi membuka peluang memperoleh nafkah yang lebih baik.
Nafkah yang lebih baik berarti kemampuan untuk memenuhi kebutuhan gizi seluruh keluarga. Sekaligus menyediakan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di masa depan.
Pertama, jumlah anak yang lebih sedikit berarti porsi makanan yang lebih banyak untuk setiap anak, sehingga setiap anak memperoleh gizi yang lebih cukup. Kecukupan gizi membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, serta mendukung prestasi belajar anak.
Kedua, semakin sedikit jumlah anak, semakin banyak waktu yang tersedia bagi bapak dan ibu. Waktu tersebut dapat digunakan untuk belajar, mencari tambahan penghasilan, beristirahat, mengembangkan keterampilan, maupun melakukan kegiatan lain yang bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga.
Ketiga, KB dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan suami istri. KB memungkinkan Anda dan pasangan lebih menikmati hubungan seksual karena tidak kita bayangi kekhawatiran akan terjadinya kehamilan yang tidak ia rencanakan.
Selain itu, beberapa metode KB juga memberikan manfaat tambahan yang menguntungkan. Misalnya, kondom dan spermisida dapat membantu melindungi Anda dari penularan berbagai penyakit yang menyebar melalui hubungan seksual, termasuk HIV/AIDS.
Sementara itu, metode kontrasepsi hormonal dapat membantu mengatasi masalah menstruasi yang tidak teratur atau nyeri haid yang mengganggu. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 261.







































