Judul buku : Muslimah yang Diperdebatkan
Penulis : Kalis Mardiasih
Penerbit : Buku Mojok
Jumlah Halaman : 202 halaman
Cetakan : Cetakan kesembilan, Oktober 2020
ISBN : 978-602-1318-93-5
Mubadalah.id – Sebagai mahasiswa semester satu, saya mendapat tugas untuk menulis artikel refleksi dari buku yang telah dibaca. Tugas ini bertujuan agar kami tidak hanya memahami isi buku secara tekstual, tetapi juga mampu menuangkan perasaan, pemikiran, serta kegelisahan yang muncul setelah membacanya.
Awalnya saya bingung memilih buku apa. Hingga akhirnya coach saya Teh Fitri menawarkan beberapa pilihan, dan saya memutuskan untuk membaca Muslimah yang Diperdebatkan karya Kalis Mardiasih.
Alasan memilih buku ini karena saya mengagumi pemikiran Mbak Kalis dan tertarik pada cara beliau membahas isu perempuan dalam Islam dengan bahasa yang jujur, berani, dan membumi.
Bahkan, setelah membacanya, saya merasa buku ini menghadirkan banyak realitas pahit tentang bagaimana perempuan sering kali diperlakukan tidak adil dalam ruang-ruang keagamaan.
Dalam buku ini, Mbak Kalis menegaskan bahwa tulisannya bukan bertujuan membahas hukum-hukum Islam secara kaku. Melainkan sebagai upaya memberikan ruang bagi suara perempuan yang kerap kali terabaikan.
Ia mengkritik kecenderungan masyarakat yang lebih sibuk menghakimi perempuan melalui label halal-haram, daripada benar-benar mendengarkan pengalaman hidup mereka.
Salah satu topik yang paling mengusik saya adalah pembahasan tentang jilbab dan bagaimana ia kerap menjadi tanda kesalehan perempuan.
Seolah-olah, kualitas iman seorang perempuan dapat diukur hanya dari apa yang melekat di kepalanya. Jika ia berjilbab, maka dianggap salehah. Jika tidak, maka dicurigai imannya, bahkan dicap sebagai muslimah “KTP”.
Tanda Kesalehan bukan dari Pakaian
Padahal, sebagaimana dikutip dalam buku ini melalui pandangan Buya Husein Muhammad, kesalehan seseorang tidak ditentukan oleh pakaianya.
Dalam buku Jilbab dan Aurat, Buya Husein menjelaskan bahwa banyak perempuan saleh di masa lalu yang tidak mengenakan jilbab sebagaimana yang kita pahami hari ini, termasuk istri-istri para ulama dan kiai.
Hal ini menyadarkan saya bahwa standar kesalehan yang selama ini kita yakini ternyata sangat terpengaruhi oleh konstruksi sosial, bukan soal ajaran agama.
Saya juga tersentuh dengan contoh kasus Rina Nose yang mendapat banyak hujatan karena melepas jilbab. Dari sini saya belajar bahwa perjalanan spiritual setiap orang berbeda. Tidak semua orang bisa langsung “sempurna” dalam ukuran masyarakat.
Refleksi ini membuat saya berpikir ulang tentang bagaimana masyarakat sering kali lebih sibuk mengontrol tubuh perempuan daripada memahami realitas hidup mereka.
Sebab, banyak perempuan yang tidak berjilbab karena kondisi kerja, tekanan ekonomi, atau situasi sosial tertentu. Namun, alasan-alasan ini jarang mereka pedulikan. Yang orang-orang lihat hanya penampilannya.
Bahkan, bagian lain yang sangat membuka pikiran saya adalah pembahasan tentang sejarah jilbab. Dalam konteks awalnya, jilbab hanya sebagai penanda status sosial, untuk membedakan perempuan merdeka dan budak.
Artinya, praktik ini lahir dari situasi sosial tertentu, bukan sebagai ukuran keimanan. Namun hari ini, makna tersebut bergeser. Jilbab seolah menjadi ukuran utama moral perempuan.
Iman Perempuan
Dari sini saya menyadari bahwa tafsir agama sering kali melekat di atas tubuh perempuan. Sehingga hal ini membuat perempuan harus taat. Padahal, iman adalah urusan perempuan itu sendiri.
Buku ini membuat saya mempertanyakan mengapa kesalehan perempuan selalu dipertontonkan. Sementara kesalehan laki-laki jarang diukur dari penampilan? Mengapa perempuan terus-menerus dijadikan objek moral, seolah-olah merekalah penentu kehormatan masyarakat?
Setelah membaca Muslimah yang Diperdebatkan, saya merasa lebih berani untuk berpikir kritis, bukan hanya terhadap masyarakat. Tetapi juga terhadap cara saya sendiri memahami agama.
Saya belajar bahwa membela perempuan bukan berarti melawan agama. Justru sebaliknya memperjuangkan keadilan adalah bagian dari nilai-nilai agama itu sendiri. []




















































