Mubadalah.id – Pekerja kesehatan atau orang lain yang telah terlatih melakukan pemeriksaan pelvis dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk membantu pasien pasca aborsi yang mengalami pendarahan hebat sebelum rahim benar-benar dikosongkan.
Penting! Karena mulut rahim masih terbuka, apa pun yang dimasukkan ke dalam vagina dapat membahayakan pasien dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi berat.
Oleh karena itu, lakukan pertolongan dengan sangat hati-hati. Ingat, cara ini HANYA boleh dilakukan apabila pendarahan pasca aborsi sudah sedemikian berat sehingga mengancam nyawa pasien.
Pertama, cuci tangan Anda, kemudian bersihkan area genital pasien menggunakan air bersih dan sabun.
Kedua, kenakan sarung tangan berbahan karet atau plastik. Jika tidak tersedia, gunakan kantong plastik yang bersih pada salah satu tangan Anda. Pastikan tangan yang akan Anda gunakan tidak menyentuh apa pun sebelum masuk ke dalam vagina pasien.
Ketiga, baringkan pasien dalam posisi telentang dengan kedua lutut Anda tekuk ke atas seperti pada gambar. Bantu pasien agar tetap rileks dan melemaskan otot-ototnya.
Keempat, gunakan spekulum yang steril (apabila tersedia). Jika Anda memiliki perlengkapan pemasangan IUD atau spiral KB, biasanya di dalamnya terdapat spekulum yang sesuai.
Gunakan alat tersebut untuk melihat bagian mulut rahim. Apabila tampak gumpalan jaringan atau darah, usahakan mengambilnya dengan menggunakan alat penjepit (forsep) yang steril, kemudian keluarkan secara hati-hati.
Kelima, jika Anda tidak memiliki spekulum, raba bagian dalam vagina pasien menggunakan tangan yang telah memakai sarung tangan karet atau plastik. Mulailah dengan satu jari, kemudian bila diperlukan gunakan dua jari.
Raba Mulut Rahim Pasien
Keenam, raba mulut rahim pasien. Meskipun tidak terlihat secara langsung, mulut rahim dapat Anda kenali melalui perabaan karena permukaannya terasa lebih halus dan lebih kencang daripada jaringan di sekitarnya.
Ketujuh, raba permukaan mulut rahim dan rasakan apakah terdapat sisa-sisa jaringan kehamilan yang mencuat keluar. Saat Anda raba, sisa-sisa jaringan tersebut akan terasa seperti daging yang lunak. Cobalah mengeluarkannya secara hati-hati.
Apabila sarung tangan membuat jaringan tersebut terlalu licin untuk Anda pegang, keluarkan terlebih dahulu kedua jari Anda, lalu balut dengan perban steril atau sepotong kain steril yang telah Anda rebus. Setelah itu, coba kembali mengeluarkannya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 330.






































