Jumat, 3 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Pengelolaan Sampah

    Implementasi Nilai Kesemestaan KUPI dalam Pengelolaan Sampah Pondok Pesantren

    Anak Autisme

    Menjaga Emosi Tetap Stabil dari Pola Makan bagi Anak Autisme dan Down Syndrome

    Anak Disabilitas

    Stabilitas Keluarga, Kunci Utama Menjaga Hak Anak Disabilitas

    Masa Depan Anak

    Momen Lulus Sekolah: Siapa yang Berhak Menentukan Masa Depan Anak?

    Memaknai Mahar

    Memaknai Mahar sebagai Penghormatan, Bukan Pembelian

    ToT KUPI

    ToT KUPI: Memahami Jejak Keulamaan Perempuan hingga Anatomi Gerakan KUPI

    Budaya FOMO

    Bahaya Budaya FOMO dalam Meningkatkan Sampah

    Quiet Quitting

    Quiet Quitting dalam Pernikahan: Ketika Pasangan Masih Serumah, tetapi Berhenti Saling Mengusahakan

    Ensiklik Magnifica Humanitas

    AI dan Martabat: Refleksi atas Ensiklik Magnifica Humanitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Layanan Aborsi

    Bagaimana Mengetahui Layanan Aborsi Aman atau Tidak? Ini 9 Tandanya

    Obat Aborsi

    3 Jenis Obat yang Aman Digunakan untuk Aborsi

    Aborsi

    Mengenal Aborsi dengan Obat serta Risiko yang Perlu Diwaspadai

    Aborsi Aman

    2 Metode Aborsi yang Aman dalam Layanan Medis

    Aborsi

    Aborsi Menurut Hukum Indonesia

    Aborsi legal

    Sulitnya Akses Aborsi Legal dan Bahaya Praktik Aborsi Ilegal

    Aborsi

    Kapan Aborsi Diperbolehkan? Memahami Ketentuan di Berbagai Negara

    Aborsi

    Aborsi Tidak Aman Mengancam Nyawa: Hindari Cara-cara Berbahaya Ini

    Aborsi Aman

    Aborsi Aman dan Tidak Aman: Memahami Perbedaannya Demi Keselamatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Pengelolaan Sampah

    Implementasi Nilai Kesemestaan KUPI dalam Pengelolaan Sampah Pondok Pesantren

    Anak Autisme

    Menjaga Emosi Tetap Stabil dari Pola Makan bagi Anak Autisme dan Down Syndrome

    Anak Disabilitas

    Stabilitas Keluarga, Kunci Utama Menjaga Hak Anak Disabilitas

    Masa Depan Anak

    Momen Lulus Sekolah: Siapa yang Berhak Menentukan Masa Depan Anak?

    Memaknai Mahar

    Memaknai Mahar sebagai Penghormatan, Bukan Pembelian

    ToT KUPI

    ToT KUPI: Memahami Jejak Keulamaan Perempuan hingga Anatomi Gerakan KUPI

    Budaya FOMO

    Bahaya Budaya FOMO dalam Meningkatkan Sampah

    Quiet Quitting

    Quiet Quitting dalam Pernikahan: Ketika Pasangan Masih Serumah, tetapi Berhenti Saling Mengusahakan

    Ensiklik Magnifica Humanitas

    AI dan Martabat: Refleksi atas Ensiklik Magnifica Humanitas

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Layanan Aborsi

    Bagaimana Mengetahui Layanan Aborsi Aman atau Tidak? Ini 9 Tandanya

    Obat Aborsi

    3 Jenis Obat yang Aman Digunakan untuk Aborsi

    Aborsi

    Mengenal Aborsi dengan Obat serta Risiko yang Perlu Diwaspadai

    Aborsi Aman

    2 Metode Aborsi yang Aman dalam Layanan Medis

    Aborsi

    Aborsi Menurut Hukum Indonesia

    Aborsi legal

    Sulitnya Akses Aborsi Legal dan Bahaya Praktik Aborsi Ilegal

    Aborsi

    Kapan Aborsi Diperbolehkan? Memahami Ketentuan di Berbagai Negara

    Aborsi

    Aborsi Tidak Aman Mengancam Nyawa: Hindari Cara-cara Berbahaya Ini

    Aborsi Aman

    Aborsi Aman dan Tidak Aman: Memahami Perbedaannya Demi Keselamatan Perempuan

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Lingkungan

Implementasi Nilai Kesemestaan KUPI dalam Pengelolaan Sampah Pondok Pesantren

Pengalaman Pondok Kebon Jambu Al-Islamy menunjukkan bahwa perubahan besar dapat kita mulai dari langkah sederhana.

Alin Nilna Muna by Alin Nilna Muna
3 Juli 2026
in Lingkungan, Rekomendasi
A A
0
Pengelolaan Sampah

Pengelolaan Sampah

9
SHARES
430
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Ketika menjadi santri di Pondok Kebon Jambu Al-Islamy pada 2023, saya sempat merasakan kondisi lingkungan pesantren sebelum hadirnya program Lestari Jambu. Saat itu saya mendapat tugas membersihkan kamar, termasuk membuang sampah ke tempat pembuangan. Pengalaman tersebut masih saya ingat hingga sekarang.

Setiap kali berada di tempat pembuangan sampah, saya merasa tidak nyaman karena bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah. Semua jenis sampah bercampur menjadi satu tanpa terpilah. Sampah organik, plastik, kertas, hingga limbah lainnya menumpuk dalam satu tempat sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan lingkungan pesantren.

Perubahan mulai terjadi ketika Pondok Kebon Jambu Al-Islamy mendirikan Laboratorium Pengelolaan Sampah (LPS) Lestari Jambu. Pada 27 Januari 2024 terselenggara Halaqah Sedekah Sampah sekaligus peresmian Laboratorium Pengelolaan Sampah “Lestari Jambu”. Program tersebut lahir dari kerja sama berbagai pihak dalam inisiatif Pesantren EMAS (Ekosistem Madani Atasi Sampah).

Kolaborasi ini melibatkan Fahmina Institute, Jaringan KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia), serta berbagai lembaga lainnya. Acara tersebut dihadiri oleh para pengasuh pesantren, tokoh-tokoh Jaringan KUPI, dan perwakilan pemerintah. Laboratorium Pengelolaan Sampah diresmikan langsung oleh Nyai Hj. Masriyah Amva bersama Wahyudi Anggoro Hadi dalam kegiatan Halaqah Sampah yang diikuti 32 pesantren se-Wilayah III Cirebon.

Program ini berangkat dari kegelisahan bersama terhadap persoalan sampah yang terus menumpuk tanpa pengelolaan yang baik. Sampah bukan hanya menghadirkan persoalan kebersihan, tetapi juga mengancam kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Sejak Laboratorium Pengelolaan Sampah mulai berjalan, saya benar-benar merasakan perubahan yang signifikan. Lingkungan pondok menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman. Pemandangan tumpukan sampah yang dahulu mudah kita temui kini hampir tidak terlihat lagi.

Di berbagai sudut kompleks pesantren telah tersedia tempat sampah yang terpisahkan berdasarkan jenisnya. Mulai dari sampah organik, nonorganik, residu, hingga keranjang khusus botol plastik. Sistem pemilahan ini memudahkan seluruh warga pesantren untuk membuang sampah sesuai kategorinya sekaligus menjadi media pendidikan lingkungan bagi para santri.

Membaca Hasil Musyawarah Keagamaan KUPI II

Apa yang Pondok Kebon Jambu Al-Islamy lakukan ini sejalan dengan hasil Musyawarah Keagamaan KUPI II. Dalam Halaqah Umum KUPI II yang berlangsung pada 23–26 November 2022 di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari, Bangsri, Jepara, Prof. Dr. Nur Arfiyah Febriani, M.A., menjelaskan bahwa perjuangan keadilan gender tidak dapat terpisahkan dari kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut beliau, perempuan dan alam sama-sama kerap menjadi objek eksploitasi. Karena itu, upaya memperjuangkan keadilan bagi kelompok rentan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian bumi.

Beliau juga menegaskan bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya karena satu jenis kelamin. Laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki potensi menjadi pelaku perusakan alam apabila relasi manusia dengan lingkungan tidak terbangun secara bertanggung jawab. Oleh sebab itu, penyelamatan lingkungan membutuhkan kerja sama semua pihak tanpa memandang gender.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Masruchah, Sekretaris Musyawarah Keagamaan KUPI, yang menyebut bahwa program Pesantren EMAS merupakan implementasi dari salah satu fatwa KUPI II mengenai Pengelolaan Sampah untuk Keberlanjutan Lingkungan Hidup dan Keselamatan Perempuan.

Mengelola Sampah Belum Menjadi Budaya

Fatwa tersebut menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang buruk bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan keadilan ekologis yang berdampak langsung terhadap keselamatan manusia, terutama perempuan dan kelompok rentan.

Persoalan sampah memang sangat kompleks. Pengelolaan yang tidak tepat dapat mencemari tanah, air, dan udara sekaligus membahayakan kesehatan masyarakat. Sayangnya, kesadaran untuk mengelola sampah dengan baik masih belum menjadi budaya bersama.

Padahal Allah Swt. telah memberikan amanah kepada manusia sebagai khalifah di bumi. Sebagaimana firman-Nya:

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.'” (QS. Al-Baqarah [2]: 30).

Ayat tersebut mengingatkan bahwa manusia diberi amanah untuk memelihara bumi, bukan merusaknya. Pengelolaan sampah menjadi salah satu bentuk nyata menjalankan amanah tersebut.

Jawaban atas Kegelisahan terhadap Persoalan Sampah di Pesantren

Dalam sambutannya saat peresmian Laboratorium Pengelolaan Sampah, Nyai Hj. Masriyah Amva menyampaikan bahwa program Pesantren EMAS merupakan jawaban atas kegelisahan banyak pihak terhadap persoalan sampah di lingkungan pesantren. Beliau juga mendoakan seluruh pihak yang menggagas dan menjalankan program ini agar mendapatkan keberkahan dan menjadi amal jariyah.

Semangat tersebut selaras dengan firman Allah Swt.:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran [3]: 104).

Makruf adalah segala bentuk kebaikan yang diperintahkan agama dan membawa manfaat bagi kehidupan bersama. Sedangkan mungkar adalah segala bentuk keburukan yang merusak kehidupan manusia. Menjaga lingkungan dan mengelola sampah dengan baik merupakan bagian dari amal makruf yang manfaatnya terasa oleh semua makhluk.

Melihat Perkembangan Laboratorium Pengelolaan Sampah

Meskipun telah membawa banyak perubahan positif, mempertahankan Laboratorium Pengelolaan Sampah tentu bukan perkara mudah. Keberlanjutan program ini tidak bisa hanya bergantung pada satu atau dua orang, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif dan komitmen seluruh warga pesantren.

Hingga kini Laboratorium Pengelolaan Sampah Pondok Kebon Jambu Al-Islamy masih terus berjalan. Namun, terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian agar program ini tetap berkelanjutan.

Salah satunya adalah volume sampah yang terus bertambah setiap hari. Ahmad Rifai, Ketua Lestari Jambu, dalam wawancara pada Minggu, 21 Juni 2026, menjelaskan bahwa jumlah pekerja belum sebanding dengan banyaknya sampah yang harus terkelola.

Menurutnya, keberadaan Tim Semut, yaitu para santri yang membantu mengumpulkan sampah yang telah terpilah, sangat membantu. Namun mereka hanya dapat bekerja sekitar satu setengah jam setiap hari karena harus kembali menjalankan aktivitas utama sebagai santri, seperti mengaji, sekolah, dan beribadah.

Ahmad Rifai juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah ada program dari Divisi Kebersihan Pondok untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan pesantren. Sayangnya, program tersebut belum dapat berjalan secara konsisten karena kurangnya dukungan dan kesadaran bersama.

Selain itu, para pedagang maupun pembeli masih menganggap kantong plastik sebagai pilihan yang paling praktis. Di sisi lain, sebagian santri merasa penggunaan tumbler atau wadah makan sendiri cukup merepotkan karena harus mencucinya, sementara ketersediaan air di pondok terkadang terbatas. Kendala ini juga saya rasakan selama menjadi santri.

Sisa Makanan Masih Menajdi Sampah Paling Banyak

Persoalan lain yang menarik perhatian saya adalah tingginya jumlah sampah sisa makanan. Berdasarkan wawancara dengan salah seorang santri yang bertugas di Laboratorium Pengelolaan Sampah pada Jumat, 19 Juni 2026, jenis sampah yang paling banyak dihasilkan setiap hari adalah sisa makanan.

Jawaban tersebut mengingatkan saya pada pengalaman ketika nasi yang dimasak sering kali berlebih sehingga tidak habis dikonsumsi dan akhirnya menjadi basi. Entah berapa banyak butir nasi yang terbuang setiap harinya.

Kondisi ini menjadi evaluasi bersama. Para petugas dapur perlu memasak sesuai kebutuhan. Sementara para santri juga perlu mengambil makanan secukupnya dan bertanggung jawab menghabiskannya agar tidak menambah jumlah sampah organik yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, pengelolaan sampah di Lestari Jambu terus berkembang. Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sedangkan sampah yang tidak dapat termanfaatkan lagi dikirim ke Dinas Lingkungan Hidup untuk diproses lebih lanjut.

Pengalaman Pondok Kebon Jambu Al-Islamy menunjukkan bahwa perubahan besar dapat kita mulai dari langkah-langkah sederhana. Pengelolaan sampah bukan hanya soal menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun budaya tanggung jawab, kepedulian, dan penghormatan terhadap amanah Allah sebagai khalifah di bumi. Ketika seluruh warga pesantren terlibat, pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk merawat kehidupan dan masa depan bumi bersama. []

Tags: Fatwa KUPIIbu Nyai Hj Masriyah AmvaKongres Ulama Perempuan IndonesiaPengelolaan SampahPesantren EmasPonpes Kebon Jambu Al-Islamy
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

3 Jenis Obat yang Aman Digunakan untuk Aborsi

Next Post

Bagaimana Mengetahui Layanan Aborsi Aman atau Tidak? Ini 9 Tandanya

Alin Nilna Muna

Alin Nilna Muna

Related Posts

ToT KUPI
Personal

ToT KUPI: Memahami Jejak Keulamaan Perempuan hingga Anatomi Gerakan KUPI

2 Juli 2026
Budaya FOMO
Lingkungan

Bahaya Budaya FOMO dalam Meningkatkan Sampah

1 Juli 2026
Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu
Lingkungan

Refleksi Pengelolaan Sampah di Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon

25 Juni 2026
Sampah di Laci Kelas
Lingkungan

Sampah di Laci Kelas dan Pelajaran yang Kita Tinggalkan

24 Juni 2026
Popok Bayi
Lingkungan

Popok Bayi, Sampah, dan Beban Ibu

23 Juni 2026
Trilogi KUPI
Metodologi

Trilogi KUPI: Makruf, Mubadalah, dan Keadilan Hakiki sebagai Satu Metodologi

9 Mei 2026
Next Post
Layanan Aborsi

Bagaimana Mengetahui Layanan Aborsi Aman atau Tidak? Ini 9 Tandanya

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Bagaimana Mengetahui Layanan Aborsi Aman atau Tidak? Ini 9 Tandanya
  • Implementasi Nilai Kesemestaan KUPI dalam Pengelolaan Sampah Pondok Pesantren
  • 3 Jenis Obat yang Aman Digunakan untuk Aborsi
  • Seni Memahami Kekasih: Antara Agus, Kalis, dan Kisah Cinta Ugal-ugalan yang Memberikan Banyak Pelajaran
  • Mengenal Aborsi dengan Obat serta Risiko yang Perlu Diwaspadai

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0