Mubadalah.id – Dalam waktu satu hari setelah aborsi, tanda-tanda kehamilan seperti mual, payudara terasa nyeri, dan gejala lainnya umumnya sudah mulai menghilang.
Apabila gejala tersebut tidak kunjung hilang, ada kemungkinan masih terdapat sisa jaringan kehamilan di dalam rahim atau bahkan terjadi kehamilan di saluran telur (kehamilan ektopik). Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Setelah menjalani aborsi, pasien mungkin akan merasakan kelelahan, kram, atau nyeri selama satu hingga dua hari. Kondisi tersebut umumnya masih tergolong normal dan tidak terlalu berat. Perdarahan dari vagina juga merupakan hal yang normal, bahkan dapat berlangsung hingga dua minggu.
Namun, jumlah darah yang keluar seharusnya tidak terlalu banyak dan tidak dengan keluarnya gumpalan darah atau jaringan dalam jumlah besar.
Menstruasi biasanya kembali dalam waktu empat hingga enam minggu setelah aborsi. Jika usia kehamilan yang Anda gugurkan telah mencapai lebih dari lima atau enam bulan, maka menstruasi normal dapat kembali lebih lambat.
Perawatan Kesehatan Setelah Aborsi
Untuk membantu mencegah infeksi, pasien dapat mengonsumsi doksisiklin (doxycycline) 100 mg sebanyak dua kali sehari selama lima hari, terhitung sejak tindakan aborsi. Namun, bagi pasien yang sedang menyusui, hatus mengonsumsi amoksisilin (amoxicillin) 500 mg sebanyak tiga kali sehari selama lima hari.
Pasien juga dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual dan tidak memasukkan apa pun ke dalam vagina, setidaknya hingga dua hari setelah perdarahan benar-benar berhenti.
Apabila mengalami kram atau nyeri, perbanyaklah beristirahat dan kompres bagian perut menggunakan botol berisi air hangat. Pasien juga dapat mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen untuk membantu meredakan nyeri.
Untuk membantu mengurangi nyeri dan perdarahan, bagian bawah perut dapat dipijat atau diurut secara perlahan. Tindakan ini dapat membantu rahim berkontraksi sehingga kembali ke ukuran normal dan mengurangi perdarahan.
Perbanyaklah minum air putih agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat.
Pada umumnya, dengan beristirahat selama satu hari, kondisi tubuh sudah mulai pulih. Sehingga pasien dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara bertahap. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 322.






































