Mubadalah.id – Sering kali sulit memastikan penyebab munculnya ruam dan rasa gatal pada kulit. Namun, banyak kasus dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tubuh. Usahakan mandi sedikitnya satu kali sehari menggunakan air bersih dan sabun.
Apabila kulit menjadi terlalu kering, jangan terlalu sering membasuhnya dan hindari penggunaan sabun secara berlebihan. Cobalah mengoleskan vaselin, gliserin, atau minyak sayur pada kulit setelah mandi. Selain itu, gunakan pakaian berbahan katun yang longgar agar kulit tetap nyaman.
Alergi
Alergi merupakan reaksi tubuh terhadap zat tertentu, misalnya obat-obatan. Pada orang yang hidup dengan AIDS, reaksi alergi sering menimbulkan ruam kulit yang terasa sangat gatal, terutama apabila alergi terhadap obat yang mengandung golongan sulfa, seperti co-trimoxazole.
Apabila Anda mengonsumsi obat tersebut lalu muncul reaksi alergi berupa ruam yang gatal, mata gatal, muntah, atau pusing disertai pandangan berkunang-kunang.
Maka segera hentikan penggunaan obat tersebut dan periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan. Dokter dapat memberikan obat lain yang memiliki manfaat serupa, tetapi tidak menimbulkan reaksi alergi.
Infeksi Jamur
Infeksi jamur sering kali sulit dibedakan dengan berbagai gangguan kulit lainnya. Gejalanya dapat berupa bercak-bercak kemerahan, berbentuk bulat maupun tidak beraturan, yang terasa gatal.
Perempuan yang hidup dengan AIDS juga lebih sering mengalami infeksi jamur pada vagina. Anda mungkin mengalami infeksi jamur apabila menemukan kelainan kulit pada bagian-bagian tersebut.
Cara Merawat Infeksi Jamur
Pertama, apabila muncul bercak-bercak kemerahan yang terasa gatal, jagalah agar bagian kulit yang terkena tetap bersih dan kering. Bila memungkinkan, biarkan area tersebut terbuka agar terkena udara dan sinar matahari.
Kedua, oleskan krim nystatin sebanyak tiga kali sehari atau gentian violet sebanyak dua kali sehari hingga bercak-bercak tersebut hilang.
Ketiga, apabila infeksi jamur tergolong berat, Anda dapat mengonsumsi ketoconazole tablet 200 mg satu kali sehari. Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh perempuan yang sedang hamil. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 389.







































