Senin, 22 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Belajar Mubadalah

    Ayah Saya Tak Belajar Mubadalah, Tapi Ia Seorang Qawwam Sejati

    Melihat Sakit

    Melihat Sakit sebagai Bentuk Kasih Sayang Allah

    Disabilitas Netra

    Di Balik Kesempatan Kerja bagi Disabilitas Netra

    Li Shixing

    Ketika Li Shixing Datang Belajar tentang Pesantren, Tubuh, dan Ruang Aman

    Platonic Love

    Platonic Love Dan Potret Relationship Manusia Hari Ini

    Podcast

    Prinsip Mubadalah dalam Tren Podcast bagi Teman Tuli

    Angelus

    Angelus dan Seni Mengenal Diri Sendiri dalam Tradisi Katolik

    Parfum Perempuan

    Benarkah Islam Melarang Perempuan Memakai Parfum?

    Gender Equality

    Gender Equality dan Gender Equity: Mencari Titik Temu antara Hak dan Keadilan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Suntik KB

    Mengenal Suntik KB Kombinasi, Kontrasepsi Hormonal yang Membantu Menjaga Siklus Haid Tetap Teratur

    Suntikan KB

    Suntik KB sebagai Pilihan Kontrasepsi, Apa Saja Kelebihan dan Risikonya?

    Menggunakan Susuk KB

    Susuk KB: Siapa yang Boleh Menggunakannya dan Apa Efek Sampingnya?

    Memilih Susuk KB

    Sebelum Memilih Susuk KB, Kenali Manfaat dan Risikonya Terlebih Dahulu

    Pil KB Mini

    Cara Menggunakan Pil KB Mini yang Benar

    Pil KB Mini

    Tak Cocok dengan Pil KB Kombinasi? Pil KB Mini Bisa Menjadi Pilihan

    Minum Pil KB

    Bagaimana Jika Lupa Minum Pil KB?

    Pil KB

    Cara Menggunakan Pil KB Terpadu

    Pil KB

    4 Gejala yang Mengharuskan Anda Menghentikan Pil KB

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

    Aliansi Perempuan Indonesia

    Aliansi Perempuan Indonesia Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga

    In This Economy

    In This Economy, Perempuan dengan Satu Penghasilan Adalah Kemewahan

    Warga NU

    Di Mubes NU Cirebon Raya, Maria Ulfah Anshor: Abad Kedua NU Harus Berpihak pada Kelompok Rentan

    Mubes Warga NU

    Mubes Warga NU Cirebon Raya: Dorong NU Kembali Menjadi Kekuatan Masyarakat Sipil

    Muharram

    Muharram dan Keberanian Membela Kebenaran: Belajar dari Tragedi Karbala

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

    Nilai-nilai Luhur Pesantren

    Ketika Nilai-nilai Luhur Pesantren Berhadapan dengan Kasus Kekerasan Seksual

    Seren Taun Cigugur

    Seren Taun Cigugur Teguhkan Pelestarian Budaya sebagai Prasasti Peradaban Bangsa

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Belajar Mubadalah

    Ayah Saya Tak Belajar Mubadalah, Tapi Ia Seorang Qawwam Sejati

    Melihat Sakit

    Melihat Sakit sebagai Bentuk Kasih Sayang Allah

    Disabilitas Netra

    Di Balik Kesempatan Kerja bagi Disabilitas Netra

    Li Shixing

    Ketika Li Shixing Datang Belajar tentang Pesantren, Tubuh, dan Ruang Aman

    Platonic Love

    Platonic Love Dan Potret Relationship Manusia Hari Ini

    Podcast

    Prinsip Mubadalah dalam Tren Podcast bagi Teman Tuli

    Angelus

    Angelus dan Seni Mengenal Diri Sendiri dalam Tradisi Katolik

    Parfum Perempuan

    Benarkah Islam Melarang Perempuan Memakai Parfum?

    Gender Equality

    Gender Equality dan Gender Equity: Mencari Titik Temu antara Hak dan Keadilan

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Suntik KB

    Mengenal Suntik KB Kombinasi, Kontrasepsi Hormonal yang Membantu Menjaga Siklus Haid Tetap Teratur

    Suntikan KB

    Suntik KB sebagai Pilihan Kontrasepsi, Apa Saja Kelebihan dan Risikonya?

    Menggunakan Susuk KB

    Susuk KB: Siapa yang Boleh Menggunakannya dan Apa Efek Sampingnya?

    Memilih Susuk KB

    Sebelum Memilih Susuk KB, Kenali Manfaat dan Risikonya Terlebih Dahulu

    Pil KB Mini

    Cara Menggunakan Pil KB Mini yang Benar

    Pil KB Mini

    Tak Cocok dengan Pil KB Kombinasi? Pil KB Mini Bisa Menjadi Pilihan

    Minum Pil KB

    Bagaimana Jika Lupa Minum Pil KB?

    Pil KB

    Cara Menggunakan Pil KB Terpadu

    Pil KB

    4 Gejala yang Mengharuskan Anda Menghentikan Pil KB

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Buku

Luka yang Tidak akan Sembuh: Beban Psikis Korban Kekerasan Seksual dalam Novel Scars and Other Beautiful Things

Menariknya, Winna Efendi mengajak pembaca untuk melihat kondisi mental Harper Simmons ketika Scott Gideon telah masuk penjara. Tidak ada rasa aman yang ia rasakan. Walaupun pelaku tidak lagi berkeliaran

Thoriqotul Faizah by Thoriqotul Faizah
12 Maret 2023
in Buku, Rekomendasi
A A
0
Korban Kekerasan Seksual

Korban Kekerasan Seksual

20
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Dalam perjalanan mudik di kereta pagi itu, saya menyiapkan mental untuk melanjutkan novel bacaan yang tertunda karena tugas-tugas UAS beberapa minggu terakhir. Novel memang salah satu hiburan yang menyenangkan, tapi kisah yang ingin penulis sampaikan tentang ksiah korban kekerasan seksual. Cerita ini memunculkan fluktuasi emosi yang tidak main-main pada diri saya yang agaknya memang memiliki sensitivitas tinggi.

Novel Scars and Other Beautiful Things merupakan karya Winna Efendi yang menyajikan kisah korban kekerasan seksual dalam 296 halaman. Adalah Harper Simmons, pemudi Tommales High School, yang berusaha bangkit melewati hantu yang terjadi tiba-tiba dalam hidupnya. Pada suatu malam, saudari kembarnya mengajak dia untuk mengikuti pesta di rumah teman prianya. Di mana pria ini adalah seorang mahasiswa.

Di pesta itu, ia menenggak minuman keras yang membuatnya tidak mampu berpikir lurus. Sehari berlalu, ternyata Simmons telah berada di rumah sakit dengan status baru sebagai korban kekerasan seksual.

Singkat cerita ketika Simmons didekati oleh seorang pria, Scott Gideon, yang mengajaknya melakukan hal yang di tidak dia inginkan, lalu dia mengelak. Namun, karena sedang dalam kondisi setengah sadar dan sang pria ternyata merupakan atlet di kampusnya yang berarti ia memiliki tenaga yang lebih kuat, Simmons tidak mampu melawan.

Pengakuan, keterangan, dan kesaksian yang ia sampaikan kepada polisi, hakim, dan pengacara memang membuat pelaku kekerasan menerima hukuman. Namun, hal yang mungkin jarang terpikirkan oleh selain korban kekerasan seksual, dan orang-orang terdekatnya adalah warna kehidupan yang akan ia jalani setelah kejadian tersebut.

Stereotip Negatif

Kenyataan bahwa Simmons merupakan penyintas tidak lantas membuatnya dipandang sebagai pihak yang dirugikan. Masyarakat tetap menganggapnya sebagai pihak yang turut andil bahkan mengambil keuntungan dari kasus tersebut. Pandangan mencela, persepsi buruk, bahkan konfrontasi dari teman-teman di sekolahnya merupakan dampak yang harus ia hadapi dalam upayanya berdamai.

Dalam kasus kekerasan seksual, harapan final yang tampak memang berupa hukuman terhadap pelaku. Hal ini wajar mengingat hukum hanya mengatur hal-hal yang bersifat material. Pelaku kekerasan, misalnya, mendapat hukuman 6 hingga 15 tahun penjara melihat kepada sejauh apa dampak fisik yang disebabkannya kepada korban.

Menariknya, Winna Efendi mengajak pembaca untuk melihat kondisi mental Harper Simmons ketika Scott Gideon telah masuk penjara. Tidak ada rasa aman yang ia rasakan. Walaupun pelaku tidak lagi berkeliaran. Rasa trauma terus menghantuinya, gelisah dan takut, rasa marah dan kesal kepada orang-orang yang mengasihani dan mencelanya. Serta frustasi yang muncul melihat keseharian ayah, saudari kembar, sahabat dan kekasihnya tidak lagi tampak sama seperti sebelum kejadian kekerasan seksual tersebut.

Setidaknya, terdapat sudut pandang realistis yang mungkin benar-benar terjadi kepada para korban kekerasan seksual yang Winna Efendi tunjukkan Dalam hal ini, dia mampu menyadarkan pembaca bahwa kehidupan korban setelah kejadian bukanlah jalan yang mudah mereka lalui walaupun hukum telah kita tegakkan.

Terdapat sisi-sisi yang tidak mampu tersentuh dan diatur oleh hukum. Seperti stereotip yang kemudian melekat kepada penyintas, trauma, masa depan yang tiba-tiba terasa tidak tergapai, dan ketakutan baru yang muncul ketika pelaku telah bebas di kemudian hari.

Pembebasan Diri

Banyak upaya Harper Simmons lakukan  demi mengatasi traumanya, yakni berkonsultasi dengan konselor sekolah. Kemudian menjadi relawan di rumah penampungan hewan terlantar, dan terus melakukan komunikasi dengan orang lain. Yakni yang melihat kepada konteks kejadian, hal seringan mengobrol menjadi sesuatu yang terasa sulit tanpa adanya perasaan tidak nyaman yang muncul.

Dua hal kecil yang menurut saya menjadi penguat bagi Simmons adalah, pertama, ketika dia bertemu pemiliki butik yang kerap ia datangi mengucapkan doa untuk kebahagiaannya. Hal kecil yang tidak ia sangka akan terucapkan oleh seseorang yang sama sekali tidak dekat. Namun memercayai bahwa ia sepenuhnya merupakan korban, dan pihak yang rugi.

Kedua, ketika ia membuka surat-surat yang isinya berisi dukungan. Surat yang dimaksud adalah ucapan-ucapan yang dikirimkan oleh penduduk dari seluruh negeri. Ucapan yang mengungkapkan bahwa sebagian besar dari mereka juga mengalami hal serupa. Namun tidak memiliki cukup keberanian untuk speak up.

Meski dalam kisah Simmons pada akhirnya berhasil melanjutkan hidup. Bahkan menjadi inspirasi bagi penyintas kejadian serupa. Luka jiwa yang ia rasakan sendiri tidak akan hilang. Meninggalkan bekas yang tidak mampu terhapus oleh waktu dan penegakan hukum. Apalagi, tidak semua penyintas memiliki dukungan yang luas seperti Harper Simmons. []

Tags: Kekerasan seksualkekerasan terhadap perempuankorbanNovelperkosaanReview Buku
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Siapa Orang Moderat Itu?

Next Post

Prinsip Kesetaraan Manusia

Thoriqotul Faizah

Thoriqotul Faizah

Penulis adalah mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Berdomisili di Yogyakarta.

Related Posts

Sebelum Harimu Bersamanya
Buku

Buku “Sebelum Harimu Bersamanya”: Sebuah Panduan Sebelum Menikah

17 Juni 2026
Kekerasan Seksual di Pesantren
Aktual

Dari Dalam Pesantren: Saatnya Membangun Sistem Perlindungan Santri dari Kekerasan Seksual

11 Juni 2026
Kekerasan Seksual di Pesantren
Publik

Empat Langkah Kongkrit Membangun Pesantren yang Aman dari Kekerasan Seksual

11 Juni 2026
Santri Aman
Publik

Santri Aman, Pesantren Beradab; Membaca Ulang Pancasila di Kamar Asrama

8 Juni 2026
Virginia Woolf
Keluarga

Virginia Woolf, Inses, dan Cara Melewati Masa Paling Traumatis dalam Keluarga

4 Juni 2026
Kekerasan
Pernak-pernik

Cara Perempuan Penyandang Disabilitas Melindungi Diri dari Kekerasan Seksual

3 Juni 2026
Next Post
Prinsip Kesetaraan

Prinsip Kesetaraan Manusia

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Ayah Saya Tak Belajar Mubadalah, Tapi Ia Seorang Qawwam Sejati
  • Melihat Sakit sebagai Bentuk Kasih Sayang Allah
  • Mengenal Suntik KB Kombinasi, Kontrasepsi Hormonal yang Membantu Menjaga Siklus Haid Tetap Teratur
  • Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur
  • Suntik KB sebagai Pilihan Kontrasepsi, Apa Saja Kelebihan dan Risikonya?

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0