Mubadalah.id – Di banyak negara berkembang, kekurangan gizi masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang paling memengaruhi kehidupan perempuan. Kondisi ini sering kali bermula sejak masa kanak-kanak dan dapat berdampak hingga masa dewasa.
Dalam sebagian keluarga, anak perempuan terkadang memperoleh porsi makanan yang lebih sedikit dibandingkan anak laki-laki. Ketimpangan tersebut dapat menyebabkan anak perempuan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat serta perkembangan tulang yang tidak optimal.
Kondisi ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan perempuan. Perkembangan tulang yang tidak maksimal dapat meningkatkan risiko kesulitan saat proses persalinan ketika perempuan memasuki masa dewasa.
Masalah kekurangan gizi juga dapat semakin memburuk ketika anak perempuan memasuki usia remaja. Pada masa ini, kebutuhan gizi meningkat karena tubuh mengalami berbagai perubahan biologis, termasuk datangnya menstruasi.
Selain itu, beban kerja remaja perempuan dalam beberapa kondisi juga cenderung meningkat. Ketika kebutuhan energi dan gizi tidak terpenuhi dengan baik, remaja perempuan dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan.
Beberapa dampak yang sering muncul antara lain kelelahan berkepanjangan, rasa lemah, serta anemia. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan perempuan menjalani aktivitas sehari-hari.
Kekurangan gizi yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan di masa depan. Jika perempuan mengalami kekurangan gizi saat hamil, risiko komplikasi kehamilan dapat meningkat.
Beberapa risiko tersebut antara lain pendarahan saat persalinan, infeksi, maupun kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan gizi yang cukup bagi perempuan merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter





































