Mubadalah.id – Banyak gadis penyandang disabilitas tumbuh dewasa tanpa memperoleh pengetahuan yang memadai mengenai seks dan keluarga berencana (KB). Padahal, sebagian besar perempuan penyandang disabilitas dapat hamil, termasuk mereka yang mengalami mati rasa dari pinggang ke bawah. Sama seperti perempuan lainnya.
ika Anda ingin berhubungan seksual tetapi tidak ingin hamil, Anda dapat menggunakan alat kontrasepsi. Di bawah ini kami berikan panduan untuk membantu menentukan metode KB yang paling sesuai untuk Anda.
Pertama, bila Anda pernah mengalami stroke atau tidak bisa berjalan sehingga harus duduk atau berbaring sepanjang hari, sebaiknya jangan menggunakan metode hormonal seperti pil, suntik, atau susuk. Metode-metode tersebut dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah yang membahayakan kesehatan Anda.
Kedua, bila Anda mengalami mati rasa atau hanya memiliki sedikit kepekaan pada daerah perut bagian bawah, sebaiknya jangan menggunakan spiral atau IUD (intrauterine device). Karena sulit merasakan apa yang terjadi di bagian bawah perut, bisa saja spiral tidak terpasang dengan benar tanpa Anda sadari.
Padahal, jika pemasangannya keliru, alat tersebut tidak akan berfungsi dengan baik. Selain itu, Anda tetap berisiko tertular penyakit melalui hubungan seksual, termasuk HIV/AIDS, dan mengalami infeksi.
Jika infeksi terjadi, Anda mungkin terlambat menyadarinya karena sulit merasakan gejala-gejala awal. Keterlambatan ini dapat menyebabkan penanganan yang terlambat dan berakibat serius.
Ketiga, bila Anda mengalami kesulitan menggunakan tangan, Anda mungkin tidak dapat memakai metode penghalang seperti diafragma atau kondom perempuan. Namun, alat-alat tersebut masih dapat digunakan apabila Anda tidak keberatan meminta bantuan pasangan untuk memasangkannya.
Keempat, bila kondisi disabilitas Anda mengalami perubahan, mungkin Anda perlu menyesuaikan metode KB yang digunakan. Misalnya, jika sebelumnya Anda masih dapat berjalan atau bergerak cukup aktif, tetapi kemudian harus lebih banyak berbaring, maka pil KB sebaiknya diganti dengan metode lain, seperti kondom.
Disabilitas dan Kehamilan
Jangan terlalu cemas jika Anda hamil, karena Anda tetap memiliki peluang untuk melahirkan bayi yang sehat. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, khususnya jika Anda memiliki keterbatasan dalam bergerak atau menggunakan alat bantu saat berjalan.
Pertama, seiring bertambah besarnya usia kehamilan, keseimbangan tubuh akan berubah. Sebagian orang menggunakan tongkat untuk membantu menjaga keseimbangan saat berjalan atau bergerak. Jika alat tersebut tidak lagi memudahkan mobilitas selama kehamilan, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan kursi roda.
Kedua, banyak perempuan hamil, baik penyandang disabilitas maupun non-disabilitas, mengalami sembelit atau kesulitan buang air besar.
Ketiga, mungkin selama proses persalinan Anda tidak dapat merasakan sensasi apa pun di bagian bawah perut sehingga kontraksi dan kelahiran bayi tidak terasa menyakitkan. Karena itu, penting untuk memantau jarak antar-kontraksi. Perhatikan perubahan bentuk perut menjelang dan selama persalinan untuk memperkirakan waktu antara satu kontraksi dan kontraksi berikutnya.
Keempat, untuk mencegah kekakuan sendi (kontraktur) dan memperkuat otot, usahakan melakukan latihan atau aktivitas fisik sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan Anda. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 188.









































