Mubadalah.id – Jangan terlalu cemas jika Anda sebagai perempuan penyandang disabilitas menjalani kehamilan, karena Anda tetap memiliki peluang untuk melahirkan bayi yang sehat.
Di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, khususnya jika perempuan penyandang disabilitas memiliki keterbatasan dalam bergerak atau menggunakan alat bantu saat berjalan.
Pertama, seiring bertambah besarnya usia kehamilan, keseimbangan tubuh akan berubah. Sebagian orang menggunakan tongkat untuk membantu menjaga keseimbangan saat berjalan atau bergerak.
Jika alat tersebut tidak lagi memudahkan mobilitas selama kehamilan, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan kursi roda.
Kedua, banyak perempuan hamil, baik penyandang disabilitas maupun non-disabilitas, mengalami sembelit atau kesulitan buang air besar.
Ketiga, mungkin selama proses persalinan Anda tidak dapat merasakan sensasi apa pun di bagian bawah perut sehingga kontraksi dan kelahiran bayi tidak terasa menyakitkan.
Karena itu, penting untuk memantau jarak antar-kontraksi. Perhatikan perubahan bentuk perut menjelang dan selama persalinan untuk memperkirakan waktu antara satu kontraksi dan kontraksi berikutnya.
Keempat, untuk mencegah kekakuan sendi (kontraktur) dan memperkuat otot, usahakan melakukan latihan atau aktivitas fisik sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan Anda.
Perlindungan bagi Perempuan Penyandang Disabilitas dari Kekerasan Seksual
Perempuan penyandang disabilitas mungkin memiliki keterbatasan tertentu dalam melindungi dirinya dibandingkan perempuan non-disabilitas.
Karena itu, mereka sering kali lebih rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, dan kekerasan seksual. Termasuk pemaksaan hubungan seksual atau perkosaan.
Namun, ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh setiap perempuan untuk membela dan melindungi dirinya. Akan lebih baik jika Anda mengadakan latihan bersama para penyandang disabilitas, dengan dukungan orang-orang non-disabilitas bila Anda perlukan, untuk mempraktikkan dan mempelajari beberapa cara berikut ini:
Pertama, jika ada seseorang yang berusaha melukai atau menganiaya Anda di tempat umum atau di lokasi yang dekat dengan banyak orang, berteriaklah sekeras mungkin untuk menarik perhatian dan meminta pertolongan.
Kedua, jika Anda diganggu di tempat yang sepi atau saat sedang sendirian, cobalah melakukan hal-hal yang dapat membuat calon pelaku mengurungkan niatnya, misalnya berpura-pura sakit, kehilangan kendali diri, atau melakukan tindakan lain yang dapat membuatnya menjauh. Utamakan keselamatan diri Anda dalam situasi tersebut.
Ketiga, alat bantu disabilitas tidak hanya bermanfaat untuk membantu mobilitas. Tetapi dalam keadaan darurat juga dapat Anda gunakan untuk mempertahankan diri. Gunakan tongkat, alat penyangga, atau kursi roda untuk melindungi diri dari serangan apabila Anda perlukan.
Keempat, banyak perempuan, baik penyandang disabilitas maupun non-disabilitas, mengalami percobaan perkosaan, pemaksaan hubungan seksual, atau kekerasan yang dilakukan oleh anggota keluarga mereka sendiri.
Jika hal ini terjadi pada Anda, usahakan untuk membicarakannya dengan orang yang dapat Anda percaya. Jangan memendamnya sendirian dan jangan terlalu takut pada ancaman pelaku.
Orang lain dapat membantu Anda menghadapi situasi tersebut. Setidaknya pelaku akan merasa tidak aman untuk mengulangi perbuatannya karena tindakannya telah orang lain ketahui.
Jika Anda membicarakannya dengan sesama perempuan penyandang disabilitas, Anda dapat memperoleh dukungan emosional, kekuatan, dan penghiburan. Bersama-sama, Anda juga dapat mencari jalan keluar serta membangun sistem perlindungan yang lebih kuat. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 188.









































