Mubadalah.id – Sosial media adalah salah satu hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Konten-konten merajai layar ponsel yang kita gulir hampir setiap waktu. Banyak dari kita yang telah kecanduan menggulir layar ponsel hanya untuk melihat reels di Instagram, juga di Tiktok. Bahkan tanpa kita ketahui, alih-alih kita sudah checkout keranjang kuning akibat terpapar konten-konten influencer. Di mana mereka menggunakan segala cara untuk bisa fyp, termasuk menggunakan ableisme jokes (ableist jokes).
Seperti yang sedang hangat saat ini ialah terdapat salah satu konten kreator di Tiktok dengan membuat video endorse sebuah produk lip serum yang telah mendapatkan 700 ribu tayangan. Hal ini membuat banyak netizen geram, karena ia seringkali menggunakan gimik ableisme. Melalui gerakan dance plenger.
Apa Itu Ableisme Jokes?
Menurut KBBI, ableisme jokses ialah stereotipe atau perlakuan berbeda yang tertuju kepada orang berkebutuhan khusus atau orang yang memiliki keterbatasan. Perilaku yang berdalih candaan ini tentunya merendahkan dan melecehkan Penyandang Disabilitas. Karena menggunakan keterbatasan fisik/mental mereka sebagai bahan tertawaan. Bahkan, menjadi konten untuk endorsing atau menghasilkan uang.
Tanpa kita sadari, lelucon seperti ini dapat menyakiti perasaan mereka. Karena tentu saja mereka manusia yang memiliki perasaan. Mengolok-olokkan sesama manusia demi konten mendapatkan banyak viewers adalah hal yang tidak dapat kita diamkan saja. Ketika kamu ikut tertawa melihat konten-konten tersebut. Maka sama saja kamu juga menormalisasikan ableisme jokes menjadi konten yang bakal dikonsumsi oleh banyak orang.
Inkluisivitas Sosial Media
Menjadikan disabilitas bahan konten dan hiburan adalah tindakan irasional. Seharusnya kita mendukung mereka agar keberagaman menjadi semakin membumi. Dan inkluisivitas di sosial media semakin berkembang serta menyebarkan kebaikan. Namun, jika kita masih beranggapan bahwa konten-konten yang menggunakan gimik ableisme hanya sekadar candaan, maka ada yang salah dari kehidupan sosial kita saat ini.
Inkluisivitas adalah pendekatan atau pola pikir yang memastikan setiap orang merasa dapat diterima. Selain itu, dihormati, dan memiliki kesempatan yang setara untuk bersosialisasi dan berpartisipasi. Tanpa melihat latar belakang, suku, agama, disabilitas, status sosial, bahkan orientasi.
Hari ini, inkluisivitas perlu hadir di sosial media. Baik oleh Penyandang Disabilitas itu sendiri, maupun konten kreator yang mengekplorasi isu-isu tersebut. Agar stereotip terhadap Penyandang Disabilitas tidak lagi langgeng sebagai bahan ejekan. Karena pada dasarnya, hal tersebut adalah diskriminasi serta perilaku buli secara terang-terangan.
Nirempati masyarakat, khususnya para konten kreator sudah kelewat batas. Konten kretor sebagai influencer yang memiliki banyak followers seharusnya dapat lebih bijak dalam menggunakan ruang bersosial media. Karena apa yang ia lakukan, bisa saja menyakiti banyak orang.
Larangan Ableisme dalam Hukum Islam
Perlu kita ingat, Penyandang Disabilitas memiliki hak dan martabat yang sama sebagai manusia. Mereka bukan objek yang bisa kita tertawakan dan dibuat konten hiburan. Manusia yang beradab pasti memiliki nurani dan empati. Dalam agama Islam kehormatan setiap manusia adalah sama. Dan mencemooh orang lain adalah haram hukumnya.
Rasulullah Saw. menegaskan dalam hadits riwayat Muslim bahwa merendahkan orang lain adalah sebuah keburukan.
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak boleh menzaliminya. Tidak boleh menelantarkannya, dan tidak boleh menghinanya. Cukuplah seseorang dikatakan buruk jika ia menghina saudaranya sesama muslim.” (H.R. Imam Muslim)
Dari hadits tersebut, Rasulullah Saw. mengingatkan agar kita untuk tidak bersikap zalim dan menghina seseorang, termasuk ableisme jokes. Karena perbuatan tersebut adalah seburuk-buruk perilaku. Perlu juga kita ingat, bahwa sebelum share sesuatu di sosial media. Sebaiknya pikirkan terlebih dahulu, apakah konten tersebut membawa kemanfaatan, atau keburukan? Apakah ia menyakiti seseorang? Dan bagaimana jika dirimu yang berada di posisi tersebut? []







































