Mubadalah.id – Perhatikan tanda-tanda telah tiba waktunya untuk mendorong bayi keluar (artinya, mulut rahim sudah terbuka penuh):
Pertama, pasien merasa sudah tiba waktunya mendorong. Mungkin terasa seperti harus buang air besar.
Kedua, selama berlangsungnya kontraksi, Anda melihat pantat pasien bergerak dan kepala bayi sudah terlihat dari luar vagina. Mula-mula kepala bayi akan masuk kembali ketika kontraksi berhenti sejenak.
Yang harus Anda lakukan:
Pertama, dampingi pasien dan yakinkan dia bahwa dirinya maupun bayinya dalam keadaan baik.
Kedua, setiap kontraksi akan disertai dorongan kuat untuk mendorong seperti kalau buang air besar. Kalau pasien terpaksa harus mendorong, suruhlah dia untuk menarik napas dalam-dalam, lalu mendorong sekuat tenaga. Jangan ditegur atau dimarahi bila pasien merintih atau menjerit sewaktu mendorong.
Ketiga, pastikan bahwa segalanya sudah siap untuk menyambut kelahiran bayi. Bila pasien sudah mendorong terus selama lebih dari 2 jam.
Lahirnya Kepala Bayi
Bila kepala bayi sudah tampak di mulut vagina, dan tidak masuk lagi meski kontraksi sedang berhenti, maka sudah tiba waktunya kepala bayi lahir.
1. Mintalah pasien mendorong, tapi jangan kuat-kuat. Dorong sedikit saja.
2. Biarkan kepala bayi keluar pelan-pelan ketika kontraksi berhenti sejenak. Jangan dipaksa, supaya kulit pasien tidak sobek.
3. Sesudah kepala bayi sepenuhnya lahir, bersihkan mulut dan hidungnya dengan kain yang bersih.
Lahirnya Bahu Bayi
Untuk membantu keluarnya bahu bayi:
1. Pegang kepalanya dengan hati-hati dan tuntunlah ke arah punggung ibunya, menjauhi perut bagian bawah. Dengan cara ini bagian depan bahu akan lahir lebih dulu. Jangan sekali-kali menarik atau memutar kepala bayi.
2. Sisanya akan keluar sendiri dengan mudah. Siagalah! Jangan sampai bayi jatuh begitu seluruh tubuhnya lahir.
Begitu keluar dari rahim ibunya, bayi yang sehat akan mulai bernapas, menggerakkan lengan dan kakinya, lalu menangis.
Cara perawatannya:
Pertama, mulut dan hidungnya dilap dengan kain bersih. Agar lendir yang terbawa cepat lepas dan kering, gendong bayi dengan posisi kepala lebih rendah dibanding tubuhnya. Bila lendir cukup banyak, sedot dengan alat yang sudah disediakan.
Kedua, secepatnya, sesudah bayi bersih, berikan pada ibunya. Selimuti mereka berdua dengan kain bersih. Ini untuk menjaga agar bayi merasa hangat.
Ketiga, segera berikan ASI. Ketika bayi mulai menyedot ASI, secara alamiah dan otomatis rahim ibunya akan mengencang dan menghentikan perdarahan. Menyusui bayi secepatnya juga membantu keluarnya plasenta lebih cepat.
Keempat, jangan potong tali pusar kalau belum berubah warna jadi putih dan berhenti berdenyut. Untuk mencegah tetanus — penyakit ini telah membunuh banyak bayi di seluruh dunia — potonglah tali pusar sampai sedekat mungkin dengan tubuh bayi. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 109.








































