Mubadalah.id – Peringatan Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia 2026 terus diisi dengan refleksi sejarah perjuangan perempuan Nusantara. Melalui video yang diunggah di Instagram Mubadalah, Dr. Neng Hannah, M.Ag., mengajak masyarakat mengingat kembali sosok Raden Ayu Lasminingrat sebagai perempuan Sunda yang membuka jalan kebangkitan intelektual perempuan Indonesia.
Dr. Neng Hannah terkenal sebagai akademisi, dosen, dan tokoh Islam progresif di Indonesia. Ia aktif mengajar di UIN Sunan Gunung Djati Bandung serta sebagai pengkaji Filsafat Islam dan Gender dalam Islam.
Dalam video tersebut, Neng Hannah menyampaikan refleksinya dari kawasan Gunung Karang, Sumedang, yang ia sebut sebagai tempat bersejarah bagi perjalanan hidup Raden Ayu Lasminingrat.
Menurutnya, nama Lasminingrat mungkin tidak sepopuler Raden Ajeng Kartini atau Dewi Sartika. Namun, jauh sebelum kedua tokoh tersebut terkenal luas, Lasminingrat telah lebih dahulu membuka jalan kebangkitan intelektual perempuan di Nusantara.
Raden Ayu Lasminingrat lahir pada tahun 1843 dari keluarga ulama dan sastrawan Sunda, Raden Haji Muhammad Musa.
Sejak kecil, ia memperoleh pendidikan Belanda dan tumbuh menjadi perempuan pribumi yang mampu membaca, menulis. Serta berbahasa Belanda dengan fasih pada masa ketika akses pendidikan bagi perempuan masih sangat terbatas.
Dalam penuturannya, Neng Hannah menyebut Raden Ayu Lasminingrat tidak hanya menjadi perempuan cerdas bagi hidupnya sendiri. Tetapi juga menjadikan ilmu sebagai jalan perjuangan untuk masyarakat.
Carita Erman dan Wanasari
Melalui karya-karyanya seperti Carita Erman dan Wanasari, Lasminingrat menerjemahkan kisah-kisah di berbagai dunia agar dapat dibaca dan dipelajari perempuan Sunda.
Selain aktif menulis, ia juga mendirikan Sakola Kautamaan Istri pada tahun 1911 sebagai ruang pendidikan bagi perempuan di tengah budaya yang masih membatasi ruang gerak perempuan pada masa itu.
Bahkan, Neng Hannah menilai perjuangan Lasminingrat tidak hanya menunjukkan kiprah intelektual perempuan. Tetapi juga menghadirkan kemaslahatan melalui pendidikan dan literasi.
Menurutnya, Raden Ayu Lasminingrat dapat kita sebut sebagai ulama perempuan yang menghadirkan manfaat sosial melalui ilmu pengetahuan, pendidikan, dan perjuangan kemanusiaan.
Dalam momentum Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia, Neng Hannah mengajak masyarakat untuk kembali melihat sejarah ulama perempuan Indonesia yang telah tumbuh jauh sebelum masa sekarang.
“Sejarah ulama perempuan Indonesia tidak kita mulai hari ini. Jejaknya sudah ada sejak lama, dan salah satu jejak itu berasal dari Tanah Sunda. Dari Sumedang, dari seorang perempuan bernama Raden Ayu Lasminingrat,” ujar Neng Hannah dalam video tersebut. []











































