Mubadalah.id – Tulang perempuan yang telah menopause dapat melemah atau mengeropos karena tubuh mulai mengurangi produksi hormon estrogen. Tulang yang rapuh atau keropos menjadi mudah patah dan proses penyembuhannya berlangsung lebih lambat.
Anda memiliki risiko besar mengalami pengeroposan tulang bila mengalami satu atau lebih kondisi berikut ini:
Pertama, usia lebih dari 70 tahun. Kedua, tubuh kurus. Ketiga, tidak pernah berolahraga. Keempat, tidak cukup mengonsumsi makanan kaya kalsium. Kelima, sering hamil. Keenam, banyak minum alkohol. Ketujuh, terbiasa merokok atau mengunyah tembakau.
Cara mengatasinya: usahakan berjalan selama 20 atau 30 menit tiap hari, makan bahan-bahan yang banyak mengandung kalsium. Anda juga bisa memakai obat-obatan penambah hormon.
Penurunan Daya Penglihatan dan Pendengaran
Saat kita beranjak tua, kadang sulit mendengar dan melihat sebaik dulu. Bila memiliki problema semacam itu, Anda rentan terhadap kecelakaan, dan sulit bekerja dengan baik di luar rumah, atau mengikuti kegiatan kemasyarakatan.
Daya penglihatan melorot
Bila Anda sulit melihat barang yang letaknya dekat, sesudah Anda berusia 40 tahun, ini umum terjadi. Namanya rabun dekat. Seringkali mengatasinya cukup mudah: periksakan mata dan pakailah kacamata khusus untuk melihat dekat.
Namun perlu mewaspadai jika terjadi banyak cairan dari dalam mata Anda, yang disebut glaukoma. Kondisi seperti ini bisa merusak bagian dalam mata dan bisa menyebabkan kebutaan.
Glaukoma yang akut biasanya bermula secara tiba-tiba, disertai rasa nyeri luar biasa di bagian mata atau sakit kepala yang parah. Kalau mata disentuh, terasa keras.
Glaukoma yang kronis biasanya tidak diiringi rasa sakit, tapi pelan-pelan penderita akan kehilangan daya penglihatan.
Jika dimungkinkan, Anda harus memeriksakan mata ke Puskesmas terdekat bila muncul gejala-gejala itu.
Sulit mendengar
Banyak perempuan yang berusia lebih dari 50 tahun kehilangan daya pendengaran. Karena problema ini tidak bisa dilihat dari luar, orang di sekitar penderita sering tidak menyadarinya. Atau, bila ketahuan ia tidak bisa mendengar dengan baik, ia dikucilkan dari percakapan serta kegiatan sosial.
Bila Anda mengalami kehilangan daya pendengaran, cobalah:
Pertama, kalau bercakap-cakap, menghadap ke arah lawan bicara.
Kedua, mintalah pengertian anggota keluarga untuk bicara lebih perlahan dan lebih jelas. Namun mintalah agar mereka tidak berteriak. Kalau mereka berteriak, kata-kata mereka makin sulit memahaminya.
Ketiga, kalau sedang terlibat dalam sebuah percakapan, matikan radio atau televisi.
Keempat, tanyakan pada pekerja kesehatan setempat apakah penurunan daya pendengaran ini bisa Anda atasi dengan obat, operasi, atau menggunakan alat bantu pendengaran. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 173.









































