Mubadalah.id – Netflix Original Series Indonesia merilis serial terbaru berjudul Night Shift for Cuties pada Kamis, 4 Juni 2026. Serial ini merupakan debut Sutradara Monica Vanesa Tedja dalam menggarap serial panjang.
Shenina Cinnamon sebagai Muti bersama Nadya Sharifa sebagai Jenar. Keduanya berperan sebagai perempuan pekerja muda yang akhirnya menjadi teman akrab. Kedekatan mereka sebab tertarik pada idol K-Pop yang sama.
Selain mereka berdua, ada aktor lain yang perannya turut mendukung alur cerita. Seperti Emir Mahira, Ibnu Jamil, Gabrielle Novangeline, Ersa Mayori, Indra Birowo, Bima Azriel, dan Sita Nursanti.
Night Shift for Cuties bercerita tentang perempuan pekerja muda yang memiliki mimpi untuk bertemu dengan idol K-Pop. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, lembur malam menjadi pilihan yang paling rasional untuk menambah “gemuk” tabungan mereka.
Akankah mimpi tersebut terwujud? Lalu, bagaimana mereka berproses menuju kesana?. Hal itu merupakan pertanyaan dasar yang nanti akan kalian temukan jawabannya dalam serial ini.
Kisah Perempuan Pekerja
Menjadi perempuan pekerja kerap kali mendapatkan segenap pertanyaan. Serial ini memotret kelas pekerja perempuan yang mengalami kondisi dilematis ini.
Muti (Shenina Cinnamon) sebagai anak perempuan pertama yang terpaksa menjadi sandwich generation. Kehilangan kepala keluarga membuatnya harus menanggung beban besar, seperti memikirkan ekonomi keluarga, maintenance rumah, sekaligus sekolah saudara.
Pertanyaan yang kerap muncul seperti mana dulu yang harus menjadi prioritas. Antara mewujudkan keinginan pribadi atau menambal kehidupan sehari-hari?.
Namun, dalam diri Muti ada keinginan melakukan hal-hal yang bersifat lebih menyenangkan jiwanya. Daripada terus menerus bergelut dengan pekerjaan. Seperti bertemu dengan Idol K-Pop. Meskipun yang kedua ini ada perasaan bersalah ketika akan terealisasi.
Menurut Monica selaku sutradara, ada hubungan erat antara kelas pekerja muda dengan budaya K-Pop. Seperti adanya keseimbangan dari segi visual dan naratif.
Budaya K-Pop seringkali menampilkan estetika yang colorfull. Sedangkan, kondisi kelas pekerja menghabiskan hari-hari yang melelahkan. Sehingga budaya K-Pop dapat menjadi pelarian yang indah bagi mereka.
Namun, untuk menjaga kompleksitas serial ini tidak hanya memotret gemerlap budaya K-Pop. Namun, ada realitas lain yang tetap terjaga. Seperti kehidupan pribadi yang dramatis, muram dan penuh tekanan.
Sebuah usaha menampilkan realitas pekerja di Indonesia ini menurut penulis mampu membuat serial tampak mudah diterima. Daripada sekadar menampilkan estetika dan unsur budaya K-Popnya saja.
Proses Menerima Diri
Girl group K-Pop maupun serial Drama Korea seringkali menampilkan perempuan dengan visual bertubuh langsing, tinggi dan memiliki bentuk rahang v-line. Namun, serial ini memiliki pendekatan yang berbeda dari seluruh citra itu.
Dengan menghadirkan girl group fiktif yaitu Purple Tea. Salah satu member Purple Tea merupakan dancer dari Indonesia yang memiliki bentuk tubuh plus size. Hal ini tentu saja secara terbuka menolak citra para girl group K-Pop pada umumnya.
Karakter Jenar (Nadya Sharifa) terobsesi dengan leader Purple Tea, yaitu Boki (Gabrielle Novangeline). Menjadikannya panutan baik dalam berpikir maupun bersikap.
Memiliki bentuk tubuh plus size menurut keluarganya merupakan penghambat datangnya jodoh. Namun, melihat sosok Boki dengan bentuk tubuhnya yang plus size namun memiliki karya dan bersinar membuat ia termotivasi.
Lebih lanjut, Boki memandang pentingnya menjadi perempuan yang berdaya meskipun tanpa sosok laki-laki. Sebuah pondasi penting yang membuat Jenar lambat laun mulai menerima dirinya.
serial ini menampilkan bahwa perempuan yang memiliki potensi dan valueable lebih penting dan layak diterima dalam ruang publik. Dalam posisinya sebagai Idol K-Pop maupun dalam bentuk memotivasi para fandomnya.
Menurutku serial ini layak kita tonton tidak hanya untuk mengenal tingkah para fandom K-Pop yang ingin bertemu para idolnya.
Lebih dari itu, serial ini mengemas dilema pekerja perempuan yang tetap memilih berdaya lewat bekerja dan menjadi fandom K-Pop. Sekaligus proses penerimaan diri yang seapa adanya dan tak mudah. Kehidupan dalam serial ini tergambarkan tidaklah mudah. Tetapi menjadi bagian dari fandom K-Pop seperti diam-diam dikuatkan. []











































