Mubadalah.id – Dalam metode KB hormonal, terkandung bahan-bahan kimia yang sebenarnya juga diproduksi oleh tubuh ketika Anda sedang hamil, yaitu hormon estrogen dan/atau progesteron. Karena itu, pada bulan-bulan pertama sejak Anda menggunakan metode KB hormonal, mungkin akan muncul beberapa efek samping, seperti:
Pertama, haid berubah, baik waktu datangnya, lamanya, maupun banyak sedikitnya perdarahan. Kedua, mual-mual. Ketiga, payudara terasa bengkak atau membesar. Keempat, sakit kepala.
Biasanya, efek samping tersebut akan hilang setelah bulan ke-2 atau ke-3 penggunaan. Namun, apabila Anda telah melewati bulan ke-3 dan masih mengalami gejala-gejala di atas, segera temui tenaga kesehatan.
Mereka mungkin dapat membantu dengan mengganti atau menyesuaikan kadar hormon dalam metode KB yang Anda gunakan agar lebih sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
Untuk informasi yang lebih lengkap mengenai efek samping yang umum dialami perempuan pengguna metode KB hormonal.
Pil KB Terpadu: Mengandung Estrogen dan Progestin
Bila Anda meminum pil KB setiap hari sesuai anjuran, Anda akan terlindungi dari kehamilan yang tidak dikehendaki selama seluruh siklus bulanan Anda. Pil ini tersedia di berbagai layanan KB, termasuk puskesmas, apotek, dan toko obat. Ada banyak merek pil KB yang beredar. Sebaiknya Anda memilih pil dengan dosis rendah.
Yang dimaksud dengan dosis rendah adalah pil yang mengandung estrogen sebesar 35 mikrogram (mcg) atau kurang, ditambah 1 miligram (mg) progestin atau kurang dari itu. Jangan menggunakan pil yang mengandung lebih dari 50 mikrogram estrogen.
Setelah Anda memilih metode ini, usahakan untuk tetap menggunakan merek yang sama. Jika memungkinkan, belilah dalam jumlah yang cukup banyak sekaligus. Apabila Anda terpaksa harus mengganti merek, pilihlah pil dengan kandungan dan dosis yang sama seperti merek yang sebelumnya Anda gunakan. Dengan demikian, efek samping cenderung lebih sedikit dan perlindungan terhadap kehamilan akan tetap optimal.
Jangan Menggunakan Pil KB Terpadu (Estrogen dan Progestin) Bila:
Pertama, Anda memiliki masalah kesehatan yang telah kita sebutkan pada bagian sebelumnya, seperti TBC, kejang, kanker payudara, benjolan pada payudara, terlambat haid, sedang hamil, perdarahan abnormal, dan sebagainya.
Kedua, Anda mengidap hepatitis atau mengalami gejala kulit dan mata menguning.
Ketiga, Anda pernah mengalami stroke, kelumpuhan, atau penyakit jantung.
Keempat, Anda pernah mengalami penggumpalan darah pada pembuluh darah di kaki atau otak. Varises biasanya tidak menjadi masalah, kecuali jika pembuluh darah tampak merah, meradang, atau mengalami luka. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 273.











































