Senin, 8 Juni 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

    Nyai Luluk Farida

    Di BuKUPI, Nyai Luluk Farida Ajak Masyarakat Dukung Perjuangan Ulama Perempuan

    Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan

    BuKUPI 2026, Nyai Badriyah Tegaskan “Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan”

    BuKUPI

    Pera Sopariyati: BuKUPI 2026 Perkuat Independensi Gerakan Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Dunia Akademik

    Integritas Dunia Akademik Sedang Krisis

    Atlet Catur

    Atlet Catur Perempuan Disabilitas beserta Inspirasinya

    Pesantren

    Lima Langkah Pengelolaan Pesantren Putri agar Terhindar dari Kekerasan Seksual

    Apa yang Membedakan

    Apa yang Membedakan Saya dengan Mereka?

    Otokritik Pesantren

    Otokritik Pesantren: Mengurai Empat Akar Kekerasan Seksual yang Terus Berulang

    Transportasi Umum Surabaya

    Transportasi Umum Surabaya yang Belum Ramah, dan Disabilitas yang Sering Kita Lupakan

    Ableisme Jokes

    Ableisme Jokes, Nirempati Konten Kreator pada Penyandang Disabilitas

    Marwah Pesantren

    Di Tengah Krisis Kepercayaan, Ke Mana Marwah Pesantren akan Dibawa?

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Aktivasi Benteng Nilai Khas Pesantren untuk Pencegahan Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Seks

    Apa Bedanya Seks dan Gender?

    Seksualitas

    Memahami Seksualitas Perempuan dan Pentingnya Otonomi Tubuh

    Beri-beri

    Kenali Tanda-tanda Beri-beri Sejak Dini

    Hadis Akṡaru Ahl al-Nār

    Dari Stigma Menuju Tahdzir, Menggeser Pemahaman Hadis Akṡaru Ahl al-Nār

    Anemia pada

    7 Cara Mencegah dan Mengatasi Anemia pada Perempuan

    Anemia

    Kenali Anemia, Penyakit Akibat Kekurangan Gizi yang Sering Menyerang Perempuan

    Makanan Perempuan

    Perempuan Berhak Mendapatkan Makanan yang Cukup dan Bergizi

    Kesehatan Perempuan

    Tiga Mitos yang Merugikan Kesehatan Perempuan dan Perlu Diluruskan

    Gizi

    Tips Memenuhi Gizi Keluarga

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Merawat Pesantren

    MERAWAT Pesantren, Upaya Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina Membangun Kesehatan Mental Para Mahasantri

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Pendamping Pekerja Migran dan Guru Honorer Sampaikan Keluh Kesah dalam Halaqah Pra-Mubes Warga NU Cirebon Raya

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Dengarkan Suara Petani hingga Buruh Migran, Warga NU Cirebon Raya Gelar Halaqah Pra-Mubes

    Iduladha

    Semesta Raya Iduladha: Semarang, Pasuruan, Aceh, hingga Bangladesh

    Lukman

    Di BuKUPI 2026, KH. Lukman Hakim Saifuddin Dorong KUPI Fokus pada Isu Prioritas

    Cut Nyak Dien

    Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan Melalui Risalah Cut Nyak Dien

    Nyai Luluk Farida

    Di BuKUPI, Nyai Luluk Farida Ajak Masyarakat Dukung Perjuangan Ulama Perempuan

    Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan

    BuKUPI 2026, Nyai Badriyah Tegaskan “Trilogi Perlawanan terhadap Kekerasan”

    BuKUPI

    Pera Sopariyati: BuKUPI 2026 Perkuat Independensi Gerakan Ulama Perempuan

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Dunia Akademik

    Integritas Dunia Akademik Sedang Krisis

    Atlet Catur

    Atlet Catur Perempuan Disabilitas beserta Inspirasinya

    Pesantren

    Lima Langkah Pengelolaan Pesantren Putri agar Terhindar dari Kekerasan Seksual

    Apa yang Membedakan

    Apa yang Membedakan Saya dengan Mereka?

    Otokritik Pesantren

    Otokritik Pesantren: Mengurai Empat Akar Kekerasan Seksual yang Terus Berulang

    Transportasi Umum Surabaya

    Transportasi Umum Surabaya yang Belum Ramah, dan Disabilitas yang Sering Kita Lupakan

    Ableisme Jokes

    Ableisme Jokes, Nirempati Konten Kreator pada Penyandang Disabilitas

    Marwah Pesantren

    Di Tengah Krisis Kepercayaan, Ke Mana Marwah Pesantren akan Dibawa?

    Kekerasan Seksual di Pesantren

    Aktivasi Benteng Nilai Khas Pesantren untuk Pencegahan Kekerasan Seksual

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Seks

    Apa Bedanya Seks dan Gender?

    Seksualitas

    Memahami Seksualitas Perempuan dan Pentingnya Otonomi Tubuh

    Beri-beri

    Kenali Tanda-tanda Beri-beri Sejak Dini

    Hadis Akṡaru Ahl al-Nār

    Dari Stigma Menuju Tahdzir, Menggeser Pemahaman Hadis Akṡaru Ahl al-Nār

    Anemia pada

    7 Cara Mencegah dan Mengatasi Anemia pada Perempuan

    Anemia

    Kenali Anemia, Penyakit Akibat Kekurangan Gizi yang Sering Menyerang Perempuan

    Makanan Perempuan

    Perempuan Berhak Mendapatkan Makanan yang Cukup dan Bergizi

    Kesehatan Perempuan

    Tiga Mitos yang Merugikan Kesehatan Perempuan dan Perlu Diluruskan

    Gizi

    Tips Memenuhi Gizi Keluarga

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Tokoh Profil

Aisyah binti Ahmad Al-Qurthubiyah: Sosok yang Dijuluki Al-Mu’anisah bi Al-Kutub

Rumah Aisyah yang dipenuhi dengan berbagai koleksi buku dan manuskrip langka berkembang menjadi ruang belajar bagi banyak ulama.

Adillah Halim by Adillah Halim
21 April 2026
in Profil
A A
0
Aisyah binti Ahmad al-Qurthubiyah

Aisyah binti Ahmad al-Qurthubiyah

29
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Aisyah binti Ahmad al-Qurthubiyah (Kordoba, Andalusia/Spanyol, 400 H/1009 M) merupakan seorang sastrawan brilian dan penyair terkemuka pada masanya. Ia dikenal sebagai perempuan intelektual yang memiliki kecintaan luar biasa terhadap buku dan ilmu pengetahuan, hingga dijuluki sebagai al-mu’anisah bi al-kutub (perempuan yang bersahabat dengan buku).

Kecintaannya pada membaca dan menulis menjadikannya sosok yang menonjol di antara para ulama dan intelektual pada zamannya, bahkan di tengah dominasi laki-laki. Kapasitas intelektualnya yang tinggi membuat Khalifah Andalusia, Abd al-Rahman III, mengagumi sosoknya.

Rumah Aisyah yang dipenuhi dengan berbagai koleksi buku dan manuskrip langka berkembang menjadi ruang belajar bagi banyak ulama. Perpustakaan pribadinya menjadi pusat diskusi dan pengembangan pengetahuan pada masa itu.

Guru-guru Aisyah

Aisyah binti Ahmad al-Qurthubiyah tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan tradisi keilmuan. Ia berguru kepada sejumlah ulama terkemuka, di antaranya Abu Iyadh, Abu Yunus Maula Aiyah, Ishaq bin Thalhah bin Ubaidillah, Ishaq bin Umar, serta As’ad bin Sahal bin ‘Anif (Abu Amamah).

Kiprah Keulamaan

Kiprah Aisyah binti Ahmad al-Qurthubiyah dikenal luas dalam bidang sastra, puisi, dan kaligrafi. Ia diakui sebagai salah satu penyair terbaik di Andalusia pada masanya, dengan karya-karya yang memiliki kedalaman makna dan keindahan bahasa yang tinggi.

Selain sebagai penyair, ia juga dikenal memiliki kemampuan menulis yang sangat indah. Ia pernah menyalin mushaf Al-Qur’an serta berbagai kitab ilmiah dengan tulisan tangan yang rapi dan estetis. Keahlian ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga dalam seni penulisan dan pelestarian ilmu.

Kapasitas intelektualnya terakui oleh banyak kalangan, termasuk para sejarawan besar. Ibn Hayyan al-Tauhidi, seorang sejarawan dan sastrawan terkemuka, dalam karyanya Al-Muqtabas, memberikan kesaksian atas keunggulan Aisyah.

Ia menyebut bahwa tidak ada seorang pun di Andalusia pada zamannya yang mampu menandingi Aisyah dalam berbagai aspek. Mulai dari pengetahuan, sastra, puisi, kefasihan bertutur, hingga keluhuran kepribadiannya.

Penulis kitab Al-Maghrib bahkan menyebutnya sebagai sosok yang luar biasa dan unik pada zamannya (min ‘ajaib zamaniha wa gharaib awaniha), menegaskan betapa istimewanya posisi Aisyah dalam sejarah intelektual Islam.

Kiprah Aisyah menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun peradaban ilmu pengetahuan, khususnya pada masa keemasan Islam di Andalusia. Ia menunjukkan bahwa keulamaan tidak terbatas oleh gender. Melainkan oleh kapasitas keilmuan dan dedikasi terhadap ilmu.

Menjomblo

Hingga akhir hayatnya, Aisyah binti Ahmad al-Qurthubiyah tidak menikah. Pilihan hidupnya ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Tidak terdapat catatan pasti mengenai alasan di balik keputusannya tersebut.

Namun, banyak yang menduga bahwa Aisyah memilih untuk mengabdikan hidupnya sepenuhnya pada ilmu pengetahuan. Ia lebih fokus pada kegiatan membaca, menulis, dan mengajar daripada menjalani kehidupan rumah tangga.

Sebagian pandangan bahkan menyebut bahwa kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan memberikan kepuasan tersendiri, yang membuatnya memilih jalan hidup sebagai intelektual yang mandiri.

Murid-murid Aisyah

Selain terkenal sebagai sastrawan dan intelektual, Aisyah juga memiliki kepedulian besar terhadap pengembangan ilmu di masyarakat. Ia membuka ruang belajar di rumahnya, yang menjadi tempat bagi banyak orang untuk menimba ilmu, baik dari kalangan perempuan maupun laki-laki.

Tercatat bahwa ia pernah mengajar ratusan murid, dengan jumlah sekitar 299 orang, terdiri dari 67 perempuan dan 232 laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa Aisyah tidak hanya berkontribusi dalam produksi ilmu, tetapi juga dalam distribusi dan pengajarannya kepada generasi berikutnya.

Melalui perpustakaan pribadinya, ia menciptakan ruang belajar yang inklusif dan terbuka. Kiprahnya ini menjadi bukti bahwa perempuan pada masa itu juga berperan aktif sebagai guru di tengah masyarakat. []

Tags: Aisyah binti Ahmad al-QurthubiyahAl-Mu’anisah bi Al-Kutubsosok
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Mereka Ulang Emansipasi Kartini di Ruang Akademik

Next Post

Lingkungan Akademik dan Bayang-bayang Kekerasan Seksual

Adillah Halim

Adillah Halim

Related Posts

Sayyidah Nafisah
Aktual

Menelusuri Jejak Keilmuan Perempuan dalam Tradisi Islam: Pembacaan atas Sosok Sayyidah Nafisah

27 Februari 2026
Gus Dur
Hikmah

Gus Dur Sosok yang Rela Menanggung Luka

20 Agustus 2025
Sa'adah
Profil

Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

19 Januari 2025
Hajar
Hikmah

Siti Hajar & Asiyah: Sosok Ibu yang Luar Biasa

7 Oktober 2024
Nabi Muhammad Saw
Pernak-pernik

Nabi Muhammad Saw: Sosok yang Berpihak kepada Kelompok Lemah dan Dilemahkan

19 Juni 2024
Kiai Kampung desa
Personal

Meneladani Sosok Kiai kampung, Pendidik Keagamaan dari Pelosok Desa

10 Mei 2024
Next Post
Lingkungan Akademik

Lingkungan Akademik dan Bayang-bayang Kekerasan Seksual

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Apa Bedanya Seks dan Gender?
  • Memahami Seksualitas Perempuan dan Pentingnya Otonomi Tubuh
  • Integritas Dunia Akademik Sedang Krisis
  • Beyond Survival: Merayakan Empati Disabilitas dari Serial Twinkling Watermelon
  • Kenali Tanda-tanda Beri-beri Sejak Dini

Komentar Terbaru

  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Salsabila Septi pada Memaknai Perjalanan Hidup di Usia 25 tahun; Antara Kegagalan, Kesalahan dan Optimisme
  • Zahra Amin pada Perbincangan Soal Jilbab
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0