Mubadalah.id – Periode jendela adalah rentang waktu antara masuknya virus HIV ke dalam tubuh hingga munculnya antibodi dalam darah yang dapat terdeteksi melalui tes HIV. Lamanya periode jendela berbeda pada setiap orang. Berikut contoh kasus yang menggambarkan kondisi tersebut.
Pertama, seorang laki-laki yang telah terinfeksi HIV melakukan hubungan seksual tanpa pelindung dengan pasangannya. Akibatnya, perempuan tersebut ikut tertular HIV.
Kedua, tiga minggu kemudian, perempuan itu menjalani tes HIV dan hasilnya dinyatakan negatif. Namun, virus HIV sebenarnya sudah berada di dalam tubuhnya sehingga ia tetap dapat menularkan virus kepada orang lain.
Hasil tes yang negatif terjadi karena tubuhnya belum menghasilkan antibodi dalam jumlah yang cukup sehingga pemeriksaan laboratorium belum dapat mendeteksinya. Inilah yang disebut sebagai periode jendela.
Ketiga, sembilan minggu kemudian, perempuan tersebut kembali menjalani tes HIV. Kali ini hasil pemeriksaannya dinyatakan positif karena antibodi terhadap HIV sudah terbentuk dalam jumlah yang cukup untuk terdeteksi.
Keempat, rentang waktu antara saat virus HIV masuk ke dalam tubuh hingga antibodi dapat terdeteksi melalui pemeriksaan darah itulah yang kita sebut sebagai periode jendela.
Periode jendela dapat berlangsung cukup lama, bahkan hingga enam bulan. Oleh karena itu, seseorang sebaiknya mempertimbangkan waktu yang tepat sebelum menjalani tes HIV agar hasilnya lebih akurat.
Apabila dalam kurun waktu enam bulan tersebut Anda merasa kembali berisiko terpapar HIV, sebaiknya lakukan tes HIV kedua enam bulan setelah paparan yang terakhir. Meskipun demikian, tes HIV pertama tetap perlu Anda lakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 374.







































