Mubadalah.id – Banyak orang meyakini bahwa mereka tidak mungkin tertular penyakit menular seksual karena setia kepada suami atau pasangan seksualnya saat ini. Namun, keyakinan tersebut tidak selalu tepat.
Pertama, seseorang dapat mengidap atau tertular penyakit menular seksual tanpa menyadarinya. Kesetiaan kepada pasangan saat ini tidak serta-merta menjamin terbebas dari risiko apabila salah satu pihak memiliki riwayat hubungan seksual dengan pasangan lain sebelum menjalin hubungan yang sekarang.
Jika salah satu pasangan seksual di masa lalu, baik milik Anda maupun pasangan Anda, pernah mengidap penyakit menular seksual, maka selalu ada kemungkinan penularan telah terjadi.
Dalam kondisi seperti itu, meskipun saat ini Anda dan pasangan saling setia, penyakit yang tertular pada masa lalu tetap dapat berpindah dari satu pasangan kepada pasangan lainnya.
Kedua, apakah Anda benar-benar yakin bahwa pasangan seksual Anda saat ini tidak pernah berhubungan seksual dengan orang lain? Sebaliknya, apakah pasangan Anda juga benar-benar yakin mengenai hal yang sama terhadap Anda?
Banyak perempuan menjawab pertanyaan tersebut dengan “tidak” atau “tidak sepenuhnya yakin”. Karena tidak selalu mungkin mengetahui secara pasti riwayat seksual seseorang, risiko penularan tetap ada.
Jika pasangan Anda pernah melakukan hubungan seksual dengan orang lain yang mengidap penyakit menular seksual. Maka Anda juga berpotensi tertular melalui hubungan seksual dengannya.
Oleh karena itu, praktik hubungan seksual yang lebih aman tetap penting dilakukan, bukan karena kurangnya kepercayaan kepada pasangan. Melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan diri sendiri dan pasangan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 243.







































