Mubadalah.id – Virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) hidup di dalam cairan tubuh orang yang telah terinfeksi, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI). Virus ini dapat menular apabila cairan tubuh yang mengandung HIV masuk ke dalam tubuh orang lain melalui jalur tertentu.
HIV dapat menular melalui:
Pertama, hubungan seksual tanpa perlindungan dengan seseorang yang hidup dengan HIV.
Kedua, transfusi darah yang belum melalui proses pemeriksaan sehingga mengandung HIV. Saat ini, risiko tersebut sangat kecil karena darah donor umumnya telah melalui proses skrining sebelum digunakan.
Ketiga, penggunaan alat yang tidak steril dan dapat menembus atau melukai kulit, seperti jarum suntik yang dipakai bergantian, alat tindik, atau alat tato yang tidak disterilkan.
Keempat, dari ibu yang hidup dengan HIV kepada bayinya selama kehamilan, proses persalinan, atau menyusui apabila tidak mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.
Kelima, darah seseorang yang terinfeksi HIV masuk ke dalam luka terbuka pada tubuh orang lain.
Virus HIV hanya dapat bertahan hidup dalam waktu yang sangat singkat di luar tubuh manusia dan tidak dapat berkembang biak di udara maupun di dalam air. Oleh karena itu, HIV tidak dapat menular melalui:
Pertama, tidur di ranjang yang sama.
Kedua, menggunakan handuk, pakaian, selimut, seprai, toilet, atau kamar mandi yang sama.
Ketiga, berjabat tangan, bersentuhan, berpelukan, atau berciuman biasa (ciuman tanpa pertukaran darah).
Keempat, makan atau menggunakan peralatan makan yang sama.
Kelima, gigitan serangga, termasuk nyamuk.
Keenam, merawat atau berinteraksi dengan orang yang hidup dengan HIV. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 371.






































