Minggu, 18 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Ulama KUPI

    KUPI: Ruang Kolektif Ulama Perempuan

    Fahmina

    Peran Fahmina dalam Membentuk Jaringan Ulama Perempuan

    Tunarungu

    Idgitaf dan Pertunjukan Inklusi: Hak Tunarungu Menikmati Musik

    Gerakan KUPI dari

    KUPI Berakar dari Gerakan Perempuan Islam Sejak 1990-an

    Persoalan Sosial

    Ulama Perempuan Hadirkan Perspektif Baru dalam Merespons Persoalan Sosial

    Edukasi Pubertas

    Guru Laki-laki, Edukasi Pubertas, dan Trauma Sosial

    Lingkungan NU

    NU Dorong Pendekatan Keagamaan dalam Upaya Pelestarian Lingkungan

    Caregiver Disabilitas

    Caregiver Disabilitas Menjadi Pahlawan yang Tak Terlihat

    Munas NU

    Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Ulama KUPI

    KUPI: Ruang Kolektif Ulama Perempuan

    Fahmina

    Peran Fahmina dalam Membentuk Jaringan Ulama Perempuan

    Tunarungu

    Idgitaf dan Pertunjukan Inklusi: Hak Tunarungu Menikmati Musik

    Gerakan KUPI dari

    KUPI Berakar dari Gerakan Perempuan Islam Sejak 1990-an

    Persoalan Sosial

    Ulama Perempuan Hadirkan Perspektif Baru dalam Merespons Persoalan Sosial

    Edukasi Pubertas

    Guru Laki-laki, Edukasi Pubertas, dan Trauma Sosial

    Lingkungan NU

    NU Dorong Pendekatan Keagamaan dalam Upaya Pelestarian Lingkungan

    Caregiver Disabilitas

    Caregiver Disabilitas Menjadi Pahlawan yang Tak Terlihat

    Munas NU

    Munas NU 2019 Bahas Sampah Plastik dan Krisis Air sebagai Ancaman Serius

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    Mimi Monalisa

    Aku, Mama, dan Mimi Monalisa

    Romantika Asmara

    Romantika Asmara dalam Al-Qur’an: Jalan Hidup dan Menjaga Fitrah

    Binatang

    Animal Stories From The Qur’an: Menyelami Bagaimana Al-Qur’an Merayakan Biodiversitas Binatang

    Ujung Sajadah

    Tangis di Ujung Sajadah

    Surga

    Menyingkap Lemahnya Hadis-hadis Seksualitas tentang Kenikmatan Surga

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Indonesia Darurat Kebijakan, Bukan Sekedar Darurat Bencana Alam

Untuk memulihkan hutan dan mendapatkan julukan kembali negara dengan sebutan zamrud khatulistiwa, butuh puluhan atau ratusan tahun lagi.

Halimatus Sa'dyah Halimatus Sa'dyah
3 Desember 2025
in Publik, Rekomendasi
0
Darurat Bencana Alam

Darurat Bencana Alam

1.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Kalau ada yang bilang, hutan itu se-simple menanam kembali sawit. Yang penting kan tanaman, menghasilkan CO2 dan hasilkan oksigen. Tidak Ferguso, tidak begitu. Hutan itu alami terbentuk ribuan tahun. Ada ribuan jenis pohon, tumbuhan, bunga, aneka satwa. Beragam flora dan fauna dengan nilai ekologis yang sangat tinggi.

Di hutan ada satwa terutama gajah yang memakan aneka macam tumbuhan. Kemudian membantu penyebaran benih dari kotorannya. Lalu muncullah tumbuhan baru yang kelak menjadi tempat teduh bagi tumbuhan dan hewan lainnya.

Pohon-pohon besar yang memiliki akar kuat, saling menyebar di tanah. Aneka macam tumbuhan memiliki akar, akar sesama pohon semua saling terhubung ibarat tangan yang berpegangan erat. Termasuk hewan yang hidup di dalamnya saling membutuhkan.

Kalau hutan itu berganti dengan sawit, maka yang ada monokultur, ya cuma sawit itu yang tumbuh. Gajah, harimau dan Orang Utan tidak bisa hidup di lahan sawit. Para satwa butuhnya hutan yang lengkap dengan tumbuhan dan hewan beragam. Inilah awal dari petaka darurat bencana alam di Indonesia.

Ketika Manusia Serakah Menjarah Hutan

Pohon itu tidak hanya bisa dinilai dari daunnya. Tetapi juga akarnya, akar adalah senjata utamanya. Akar itulah yang membuat tanahnya kuat. Pohon itu akarnya tumbuh ke dalam, akarnya menyebar, mengikat tanah sehingga tidak mudah longsor, menahan air hujan melalui serabut akar dan dedaunan yang menahan hujan seperti kanopi, dan pohon bisa menstabilkan debit aliran air sungai.

Jika hutan hilang, maka terjadilah darurat bencana alam. Karena pohonnya sudah tidak ada. Akarnya tidak menahan air, tidak menyerap air. Akar tidak lagi mengikat tanah secara erat. Jika hutan diganti sawit. Akar sawit itu pendek, dia tidak menyebar seperti pohon, tidak banyak menyimpan air. Apabila terjadi hujan, maka air tidak terserap oleh akar sawit, maka banjir dan longsor pastilah terjadi.

Hutan Tesso Nilo

TNTN adalah salah satu hutan dataran rendah terakhir di Sumatra. Habitat alami bagi banyak flora dan fauna endemik, termasuk gajah dan harimau Sumatera. Keanekaragaman hayatinya tinggi dengan banyak spesies tumbuhan dan hewan, ikut menjaga keseimbangan ekosistem, siklus air, dan penyimpanan karbon.

Jika kita membiarkan hilangnya TNTN berarti hilangnya salah satu benteng terakhir alam dataran rendah Sumatra yang sulit digantikan. TNTN memiliki luas resmi sekitar 81.739 hektare. Akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit ilegal dan pemukiman, dengan luas sekitar 15 – 24% dari total area yang tersisa sebagai hutan alami.

Estimasi paling spesifik menyebut sekitar 12.561 hektare sebagai hutan alam sisanya sudah berubah fungsi. Penyebab kerusakan: perambahan dan pembukaan lahan sawit ilegal, pemukiman ilegal, serta pembabatan selama puluhan tahun.

Perambahan terjadi selama bertahun-tahun, tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh para pemegang kebun yang membuka lahan secara ilegal. Deforestasi serta alih fungsi ini berdampak buruk pada keanekaragaman hayati, fungsi hidrologis, dan layanan ekosistem hutan.

Tekanan terhadap ekosistem sangat besar, konflik antara manusia dan satwa liar. Karena habitat alami satwa terus menyempit., termasuk penurunan populasi fauna penting seperti Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Orang Utan dan spesies lain yang hidup di hutan dataran rendah.

Pemulihan Hutan Alam atau Forest Landscape Restoration

Solusi ini terbagi menjadi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, serta mencakup aspek kebijakan, sosial, dan ekologis. Mengatasi kerusakan hutan, dengan melakukan rehabilitasi lanskap luas pada hutan Tesso Nilo, Bukit Barisan, Batanghari. Sistem menggabungkan: hutan alam, hutan tanaman, kebun rakyat, koridor satwa, daerah resapan air.

Ekonomi hijau untuk daerah dengan mengurangi ketergantungan ekonomi pada sawit dan tambang. Memperkuat pariwisata alam, pertanian organik, dan UMKM berbasis hutan. Selanjutnya normalisasi Sungai dan drainase dengan membersihkan sedimen akibat erosi. Memperbaiki tanggul dan jalur sungai yang rusak. Program alih usaha bagi warga yang menduduki kawasan hutan secara ilegal. Restorasi spesies habitat satwa untuk menstabilkan ekosistem.

Restorasi gambut secara serius untuk mengembalikan fungsi rawa gambut yang mengalir ke hilir. Banyak banjir di Sumatera dipicu gambut yang rusak seperti Riau, Jambi, Sumsel. Menutup kanal-kanal yang mengeringkan gambut. Menaikkan tinggi muka air gambut. Menanam spesies gambut asli seperti jelutung, geronggang, ramin.

Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui reboisasi cepat dengan tanaman lokal misalnya meranti, jelutung, sengon. Penanaman kembali di area kritis seperti hulu sungai, lereng curam, bekas tambang, bekas kebun sawit yang terbengkalai.

Moratorium Pembukaan Lahan Baru

Pemerintah harus melakukan pencegahan bertambahnya deforestasi untuk sementara, melakukan penghentian izin baru untuk sawit, tambang, dan HPH di wilayah rawan banjir. Menindak mafia perambahan yang membuka lahan secara ilegal. Menangani kebun sawit ilegal dalam kawasan hutan. Memberi sanksi pada perusahaan yang melanggar batas konsesi.

Pemerintah perlu menjalankan perhutanan sosial untuk masyarakat lokal. Dengan memberi akses legal ke masyarakat untuk mengelola hutan secara lestari. Mencegah konflik lahan dan pembukaan ilegal. Mengembangkan komoditas non-deforestasi seperti madu hutan, kopi hutan, rotan, jelutung. Replanting sawit legal yang sudah tua agar produktif, pemerintah harus ketat untuk tidak membuka hutan baru.

Bukankah Indonesia Butuh Sawit?

Kita kan butuh sawit. Buat masak, buat industri. Iya betul, kita butuh untuk kebutuhan sehari hari. Namun tidak sebanyak itu. Tahun 2024, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat total produksi Crude Palm Oil (CPO) + Palm Kernel Oil (PKO) mencapai sekitar 52,76 juta ton.

Sementara itu, konsumsi domestik  pada 2024 diperkirakan mencapai 23,86 juta ton untuk pangan, biodiesel, oleokimia. Salah satu faktor besar meningkatnya konsumsi sawit di dalam negeri adalah penggunaan minyak sawit untuk biodiesel: program campuran minyak sawit ke dalam solar (misalnya B40) meningkatkan permintaan.

Meski produksi nasional cukup besar, dengan konsumsi yang terus tumbuh, ada kekhawatiran terjadi ketidakseimbangan atau defisit domestik. Hal ini memunculkan tekanan bagi industri untuk terus menjaga produktivitas dan perluasan area tanam untuk menyokong kebutuhan masa depan.

Konsumsi domestik sawit kita 23,86 juta ton, dan ekspor 29,54jt ton. Lebih dari setengah produksi untuk memenuhi kebutuhan negara lain. Apakah adil, warga lokal yang menanggung dampak dari penebangan hutan, pembebasan lahan untuk penanaman sawit dan kebijakan ekspor sawit. Apakah adil, kestabilan alam, keamanan warga, satwa dan masa depan generasi kita tukar untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

 

 

Untuk memulihkan hutan dan mendapatkan julukan kembali negara dengan sebutan zamrud khatulistiwa, butuh puluhan atau ratusan tahun lagi. Dalam Al-Quran, surat Ar-Ra’ad ayat 56 Allah SWT sudah menegaskan untuk menjaga alam:

وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ 

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”

Lihat para korban bencana alam banjir itu, mereka di pengungsian, kehilangan sanak saudara, kehilangan harta benda. Bahkan mungkin mereka tidur di atas atap rumah menunggu bantuan tim SAR datang. Adilkah, kita membiarkan para manusia serakah membabat habis hutan negara. Para pengusaha dan pejabat yang menikmati hasilnya, sementara masyarakat lokal yang merasakan dampaknya. []

Tags: Bencana AlamBencana BanjirDarurat Bencana AlamMenjaga alamRestorasi Hutan
Halimatus Sa'dyah

Halimatus Sa'dyah

Penulis bisa dihubungi melalui IG : Halimatus_konsultanhukum 2123038506

Terkait Posts

Krisis Lingkungan
Publik

Indonesia Emas 2045: Mimpi atau Ilusi di Tengah Krisis Lingkungan?

5 Januari 2026
Bencana Aceh Sumatra
Publik

Bencana Aceh Sumatra: Perlindungan Perempuan Saat Banjir Melanda

1 Januari 2026
Bantuan Pembalut
Publik

Feminine Care dalam Krisis: Bantuan Pembalut sebagai Prioritas dalam Penanganan Bencana

21 Desember 2025
Korban Bencana
Publik

Ketika Korban Bencana Terpaksa Menjadi Pahlawan

19 Desember 2025
Donasi Pembalut
Personal

Donasi Pembalut Tidak Penting? Ini Bukti Kesehatan Reproduksi Masih Diremehkan

17 Desember 2025
Bencana Sumatra
Publik

Bencana Sumatra, Alarm Keras untuk Implementasi Ekoteologi

15 Desember 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Caregiver Disabilitas

    Caregiver Disabilitas Menjadi Pahlawan yang Tak Terlihat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Idgitaf dan Pertunjukan Inklusi: Hak Tunarungu Menikmati Musik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KUPI Berakar dari Gerakan Perempuan Islam Sejak 1990-an

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peran Fahmina dalam Membentuk Jaringan Ulama Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • KUPI: Ruang Kolektif Ulama Perempuan
  • Peran Fahmina dalam Membentuk Jaringan Ulama Perempuan
  • Idgitaf dan Pertunjukan Inklusi: Hak Tunarungu Menikmati Musik
  • Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat
  • KUPI Berakar dari Gerakan Perempuan Islam Sejak 1990-an

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Selamat Datang!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID