Mubadalah.id – Di banyak tempat di dunia, secara tradisional seluruh keluarga hidup bersama-sama, dan orang yang telah lansia kerap dirawat sendiri oleh anak-anak mereka atau cucu mereka.
Namun kini makin banyak anggota keluarga yang tinggal terpisah cukup jauh satu sama lain, mencari nafkah di daerah lain, sehingga orang-orang lanjut usia terpaksa berusaha mengurus diri mereka sendiri.
Kemungkinan perempuan tua untuk hidup sendirian lebih besar ketimbang lelaki tua. Biasanya perempuan berumur lebih panjang dan bila masih muda pun sangat mungkin ia mengawini lelaki yang jauh lebih tua.
Banyak masyarakat yang menganggap janda atau perempuan yang suaminya lebih dulu meninggal lebih rendah statusnya ketimbang perempuan bersuami atau yang suaminya masih hidup, khususnya bila perempuan itu sudah tua.
Bila perempuan tua hidup dalam keluarga dan masyarakat yang menganggapnya tidak penting dan tidak perlu dihargai, mungkin ia dan keluarganya merasa bahwa problema kesehatan yang ia hadapi tidak usah diatasi, karena toh tidak penting ia sehat atau tidak.
Atau, sekalipun ia atau keluarganya ingin mendapat layanan kesehatan, sarana perawatan untuknya tidak tersedia di daerah itu.
Keadaan akan semakin buruk jika perempuan tua itu juga miskin. Ia tidak punya uang untuk membayar biaya perawatan kesehatan, membeli makanan sehat, atau memiliki tempat tinggal yang baik.
Penghasilan bagi Perempuan Lansia
Salah satu cara untuk memperbaiki keadaan hidup perempuan berusia senja adalah mencari sumber nafkah supaya ia tidak perlu menggantungkan nasib pada orang lain, tidak membebani anak, cucunya, atau sanak-saudaranya, malah bisa ikut menyokong penghidupan keluarganya. Contohnya:
Pertama, memelihara ayam, kambing, sapi, atau hewan ternak lain, sehingga bisa menjual telur, susu, keju, atau daging.
Kedua, menjual makanan siap santap, misalnya kue-kue. Ketiga, membuat kerajinan tangan, misalnya sulaman.
Hanya karena Anda beranjak menua bukan berarti Anda tidak bisa berbuat apa-apa. Di bawah ini kami sajikan kisah sekelompok perempuan lanjut usia yang berhasil meningkatkan kualitas hidup mereka. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 175.







































