Mubadalah.id – Infeksi ringan setelah aborsi tidak boleh disepelekan dan harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi infeksi parah.
Di bawah ini kami berikan daftar obat yang dapat digunakan. Bila Anda mengalami infeksi ringan setelah aborsi, Anda memerlukan lebih dari satu jenis obat karena infeksi tersebut dapat disebabkan oleh beberapa jenis kuman yang berbeda.
Meski Anda mengalami infeksi akibat aborsi, namun bila saat itu Anda juga sedang menyusui bayi, lakukan perawatan untuk infeksi sesudah persalinan, bukan infeksi sesudah aborsi.
Gejala infeksi parah:
Pertama, demam tinggi, tubuh pasien terasa panas tetapi menggigil. Kedua, otot-otot terasa nyeri, tubuh lemah, dan mudah lelah.
Ketiga, perut membengkak dan terasa nyeri bila Anda sentuh. Keempat, keluar cairan berbau busuk dari vagina.
Perawatan infeksi parah:
Pertama, segera bawa pasien ke rumah sakit.
Kedua, sesegera mungkin, bahkan ketika dalam perjalanan ke rumah sakit, berikan obat-obatan dengan air dalam jumlah yang cukup.
Bila pasien tidak mampu menelan apa pun, dan Anda menguasai cara pemberian infus atau obat-obatan melalui pembuluh darah, berikan obat dengan cara tersebut.
Yang terpenting, jangan membuang waktu. Bila muncul tanda-tanda infeksi parah, segera persiapkan perjalanan ke rumah sakit. Pasien membutuhkan pertolongan medis tanpa penundaan.
Tetanus
Perempuan yang mengalami infeksi atau pendarahan akibat luka setelah aborsi dapat terkena infeksi tetanus, terutama bila ada alat atau benda kotor yang masuk ke dalam rahim. Ia memerlukan suntikan (vaksinasi) tetanus secepatnya. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 333.






































