Jumat, 17 Juli 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Militerisasi

    Menyoal Militerisasi Tata Kelola Koperasi Desa

    Lagu Teh Hijau

    Lagu Teh Hijau Karya Tulus dan Seni Merayakan Kehampaan bagi Perempuan

    Hukum Adat Bali

    Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan

    Pemberian

    Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

    Nikah Sirri

    Enam Langkah Cerai Sirri bagi Perempuan yang Terjebak Nikah Sirri

    Milik Suami

    Benarkah Setelah Menikah Perempuan Menjadi Milik Suami?

    Krisis Pangan

    Krisis Pangan dan Kerentanan Ganda yang Dialami Difabel

    Nafkah Keluarga

    Reinterpretasi Tafsir Nafkah Keluarga

    Perempuan Pembela Keadilan

    Siapa Menjaga Perempuan Pembela Keadilan?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Obat

    Mengapa Obat Antibiotik Harus Dihabiskan? Kenali Bahaya Resistensi Antibiotik

    Infeksi Area Kelamin

    Tips Meredakan Nyeri akibat Infeksi pada Area Kelamin

    kelenjar Bartholin

    Cara Mengatasi Vagina Bengkak Akibat Infeksi Kelenjar Bartholin

    Radang Mulut Rahim

    Radang Mulut Rahim (PID): Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

    Hepatitis B

    Cara Mengenali Hepatitis B dan Langkah Perawatan yang Tepat

    Kepemimpinan Abu Bakar

    Menilik Kembali Integritas Kepemimpinan Abu Bakar di Tengah Kekacauan Politik

    AIDS

    Kenali HIV/AIDS dan Hepatitis B agar Terhindar dari Risiko Penularan

    herpes

    Herpes dan HIV/AIDS pada Ibu Hamil, Kenali Risiko Penularannya kepada Bayi

    Herpes

    Cara Meredakan Gejala Herpes Genitalia dan Mencegah Penularannya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Kolonialisme Piala Dunia 2026

    Kelindan Kolonialisme dalam Piala Dunia 2026: Kala Narasi Perdukunan Menenggelamkan Kualitas Afrika

    Diskriminasi terhadap Perempuan

    Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

    Maskulinitas

    Katrin Bandel: Maskulinitas Hegemonik Membuat Laki-laki Terus Hidup dalam Kecemasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Di UIN SSC, PTKI Perkuat Komitmen Membangun Kampus Berkeadilan Gender dan Bebas Kekerasan

    Kekerasan Seksual

    Mengapa Kekerasan Seksual Terus Berulang? Dr. Nur Rofiah sebut Akar Masalahnya Ada pada Sistem Pengetahuan

    Pemadaman Listrik

    Pemadaman Listrik Bergilir: Ironi Negara Eksportir Batu Bara

    Suporter Jepang

    Kritik untuk Suporter Jepang di Piala Dunia 2026: Cuitan Warganet, Sentilan Aristoteles

    Slut Shaming

    Slut Shaming: Ruang Digital tidak Ramah Terhadap Perempuan Kritis

    Piala Dunia 2026

    Piala Dunia 2026 dalam Perspektif Feminisme: Kala Perempuan Tak Melulu Menjadi Penghibur

  • Kolom
    • All
    • Disabilitas
    • Keluarga
    • Lingkungan
    • Personal
    • Publik
    Militerisasi

    Menyoal Militerisasi Tata Kelola Koperasi Desa

    Lagu Teh Hijau

    Lagu Teh Hijau Karya Tulus dan Seni Merayakan Kehampaan bagi Perempuan

    Hukum Adat Bali

    Karang Memadu: Bukti Hukum Adat Bali Melindungi Perempuan

    Pemberian

    Ketika Sebuah Pemberian Menjadi Tanda Kepedulian

    Nikah Sirri

    Enam Langkah Cerai Sirri bagi Perempuan yang Terjebak Nikah Sirri

    Milik Suami

    Benarkah Setelah Menikah Perempuan Menjadi Milik Suami?

    Krisis Pangan

    Krisis Pangan dan Kerentanan Ganda yang Dialami Difabel

    Nafkah Keluarga

    Reinterpretasi Tafsir Nafkah Keluarga

    Perempuan Pembela Keadilan

    Siapa Menjaga Perempuan Pembela Keadilan?

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Obat

    Mengapa Obat Antibiotik Harus Dihabiskan? Kenali Bahaya Resistensi Antibiotik

    Infeksi Area Kelamin

    Tips Meredakan Nyeri akibat Infeksi pada Area Kelamin

    kelenjar Bartholin

    Cara Mengatasi Vagina Bengkak Akibat Infeksi Kelenjar Bartholin

    Radang Mulut Rahim

    Radang Mulut Rahim (PID): Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

    Hepatitis B

    Cara Mengenali Hepatitis B dan Langkah Perawatan yang Tepat

    Kepemimpinan Abu Bakar

    Menilik Kembali Integritas Kepemimpinan Abu Bakar di Tengah Kekacauan Politik

    AIDS

    Kenali HIV/AIDS dan Hepatitis B agar Terhindar dari Risiko Penularan

    herpes

    Herpes dan HIV/AIDS pada Ibu Hamil, Kenali Risiko Penularannya kepada Bayi

    Herpes

    Cara Meredakan Gejala Herpes Genitalia dan Mencegah Penularannya

    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Prof. Siti Baroroh Baried

    Prof. Siti Baroroh Baried: Guru Besar Perempuan Pertama yang Membuka Jalan Pendidikan Perempuan Indonesia

    Nyai Siti Walidah

    Nyai Siti Walidah: Menjadikan Pendidikan sebagai Jalan Pembebasan Perempuan

    Asih Widyowati

    Asih Widyowati, Membangun Ruang Aman bagi Penyintas Kekerasan Seksual melalui Umah Ramah

    Yosepha Alomang

    Ditangkap hingga Anak Tewas di Pengungsian, Begini Keteguhan Perjuangan Mama Yosepha di Papua

    Nyi Mas Pakungwati Cirebon

    Nyi Mas Pakungwati, Ulama Perempuan di Balik Berdirinya Peradaban Islam Cirebon

    Fatima Mernissi

    Pemikiran Fatima Mernissi tentang Perempuan, Islam, dan Kekuasaan

    Fatimah al-Banjari

    Fatimah al-Banjari, Pelopor Emansipasi Pendidikan Perempuan Banjar

    Nyai Khoiriyah Hasyim

    Nyai Khoiriyah Hasyim: Pelopor Sekolah Perempuan Pertama di Kota Makkah

    Ustazah Mumpuni

    Ustazah Mumpuni: Daiyah Ngapak yang Membumikan Dakwah dengan Humor dan Kepedulian

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Menyoal Militerisasi Tata Kelola Koperasi Desa

Ketika sejumlah peserta meninggal dunia selama pelatihan, perhatian publik memang tertuju pada aspek keselamatan.

Ibnu Fikri Ghozali by Ibnu Fikri Ghozali
17 Juli 2026
in Publik
A A
0
Militerisasi

Militerisasi

4
SHARES
207
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Dalam negara yang semakin gemar menyelesaikan persoalan sipil melalui pendekatan kedisiplinan, pelatihan dasar militer bagi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan gejala yang patut kita cermati. Program yang tertuju untuk memperkuat ekonomi desa justru terbangun melalui instrumen yang lazim digunakan dalam pembentukan personel pertahanan.

Ketika sejumlah peserta meninggal dunia selama pelatihan, perhatian publik memang tertuju pada aspek keselamatan. Namun persoalan yang lebih mendasar sesungguhnya terletak pada desain kebijakannya.

Koperasi sejak awal lahir sebagai institusi ekonomi rakyat. Mohammad Hatta membayangkannya sebagai sarana demokrasi ekonomi yang bertumpu pada partisipasi, kemandirian, dan kemampuan masyarakat mengelola sumber daya secara kolektif. Karena itu, keberhasilan koperasi tidak ditentukan oleh ketahanan fisik pengelolanya, melainkan oleh kemampuan mengelola usaha, membaca peluang pasar, menyusun strategi keuangan, dan membangun organisasi yang sehat.

Namun arah yang kini ditempuh menunjukkan kecenderungan berbeda. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Pertahanan,  Sebanyak 35.476 calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih mengikuti pelatihan selama 45 hari yang terdiri atas 30 hari pelatihan dasar kemiliteran dan 15 hari pelatihan manajerial.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pembentukan karakter melalui pendekatan semi-militer memperoleh porsi yang lebih besar daripada penguatan kompetensi teknis yang justru menjadi kebutuhan utama pengelola koperasi.

Menilik Efektivitas Kebijakan

Pemerintah mendasarkan program tersebut pada kebutuhan membangun disiplin, kepemimpinan, integritas, dan etos kerja. Tidak ada yang keliru dengan tujuan itu. Akan tetapi, tujuan yang baik tidak selalu melahirkan desain kebijakan yang tepat. Dalam banyak kasus, masalah muncul ketika menggunakan instrumen yang tidak memiliki hubungan yang kuat dengan sasaran yang hendak tercapai.

Pandangan tersebut sejalan dengan konsep goodness of fit yang dikemukakan Michael Howlett (2018). Menurut Howlett, penentuan efektivitas kebijakan oleh kesesuaian antara tujuan dan instrumen yang digunakan. Ketika keduanya tidak selaras, kebijakan berisiko menjadi tidak efektif bahkan gagal mencapai sasaran.

Dari perspektif ini, pelatihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola koperasi menghadirkan kontradiksi yang sulit terabaikan. Tujuan program adalah memperkuat kapasitas pengelolaan koperasi, sementara instrumen yang terpilih lebih menekankan disiplin fisik dan kehidupan barak. Padahal pengelola koperasi membutuhkan kemampuan mengelola keuangan, risiko usaha, rantai pasok, dan teknologi digital. Kompetensi tersebut lahir dari penguatan kapasitas manajerial, bukan latihan fisik.

Militerisasi dalam konteks ini tidak harus kita pahami sebagai keterlibatan militer dalam pemerintahan sipil secara langsung. Yang lebih penting adalah masuknya cara berpikir militer ke dalam perumusan kebijakan publik.

Tata kelola yang semestinya bertumpu pada penguatan kapasitas dan profesionalisme bergeser ke arah disiplin, hierarki, dan kepatuhan sebagai solusi utama. Dalam kerangka tersebut, pelatihan dasar kemiliteran bagi pengelola koperasi tidak lagi sekadar metode pelatihan, melainkan mencerminkan cara negara memahami persoalan pembangunan ekonomi desa.

Tantangan yang Lebih Kompleks

Cara pandang semacam ini menempatkan disiplin sebagai jawaban atas berbagai persoalan pembangunan. Tantangan ekonomi negara anggap dapat teratasi melalui pembentukan karakter, sementara persoalan kapasitas teknis berada di posisi sekunder. Padahal berbagai studi pembangunan menunjukkan bahwa kualitas tata kelola, kompetensi manajerial, akses modal, dan dukungan kelembagaan merupakan faktor yang lebih menentukan keberhasilan organisasi ekonomi masyarakat.

Masalah ini semakin nyata di depan mata, karena koperasi desa menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Rendahnya literasi digital, lemahnya manajemen usaha, keterbatasan akses pasar, serta persoalan pembiayaan membutuhkan solusi berbasis pengetahuan dan keterampilan teknis. Dalam konteks tersebut, pelatihan akuntansi, pemasaran digital, pengembangan usaha, tata kelola koperasi, dan pengelolaan keuangan jauh lebih dekat dengan kebutuhan riil pengelola koperasi.

Karena itu, orientasi program perlu berubah dengan menempatkan pelatihan manajerial, kewirausahaan, literasi digital, dan tata kelola koperasi sebagai inti pembelajaran. Fokusnya bukan lagi pelatihan jangka pendek, melainkan pendampingan berkelanjutan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, koperasi yang telah berhasil, pelaku UMKM, dan lembaga pendamping bisnis.

Keberhasilan program juga perlu terukur melalui indikator yang lebih substantif. Seperti pertumbuhan anggota aktif, peningkatan omzet usaha, kualitas laporan keuangan, akses pembiayaan, dan perluasan jaringan pemasaran. Dengan demikian, keberhasilan koperasi tidak kita nilai dari kemampuan peserta menyelesaikan pelatihan, melainkan dari dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat desa.

Masa Depan Ekonomi Desa

Perdebatan ini juga tidak dapat terlepaskan dari aspek hukum. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Aturan itu menegaskan bahwa pengabdian warga negara dalam Komponen Cadangan bersifat sukarela. Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa pelibatan warga sipil dalam skema pertahanan memiliki batas yang harus terjaga.

Karena itu, ketika menggunakan pendekatan pertahanan dalam program pembangunan ekonomi, ruang diskusi mengenai relevansi dan proporsionalitas kebijakan menjadi semakin penting.

Koperasi lahir dari keyakinan bahwa masyarakat mampu mengelola kepentingan ekonominya melalui pengetahuan, partisipasi, dan kerja sama. Karena itu, penentuan masa depan ekonomi desa bukan karena ketahanan fisik pengelolanya. Akan tetapi oleh kemampuan mengelola usaha dan membangun organisasi yang akuntabel.

Ketika pembangunan ekonomi mulai terselesaikan melalui instrumen yang lebih dekat dengan logika pertahanan daripada logika pemberdayaan, yang kita pertaruhkan bukan hanya efektivitas sebuah program, melainkan juga arah tata kelola pembangunan itu sendiri. []

 

 

Tags: hukumkebijakanKoperasi DesaKoperasi Merah PutihMiliterisasiNegarapolitik
Konten ini dilisensikan di bawah CC BY-ND 4.0
Previous Post

Mengapa Obat Antibiotik Harus Dihabiskan? Kenali Bahaya Resistensi Antibiotik

Next Post

Meminjam Kacamata Kebahagiaan di Tengah Doomscrolling: Refleksi Membaca The Atlas of Happiness

Ibnu Fikri Ghozali

Ibnu Fikri Ghozali

Saat ini sedang menempuh pendidikan Pascasarjana di Prince of Songkla University, Thailand.

Related Posts

Kepemimpinan Abu Bakar
Hikmah

Menilik Kembali Integritas Kepemimpinan Abu Bakar di Tengah Kekacauan Politik

15 Juli 2026
Perempuan Pembela Keadilan
Publik

Siapa Menjaga Perempuan Pembela Keadilan?

15 Juli 2026
Lirik Lagu
Personal

Kekuatan Lirik Lagu: Dari Betharia Sonata, Didi Kempot, Melly Goeslaw hingga Billie Holiday

7 Juli 2026
Demonstrasi
Publik

Mengapa Demonstrasi Tetap Penting?

4 Juli 2026
Aborsi
Pernak-pernik

Aborsi Menurut Hukum Indonesia

2 Juli 2026
Diskriminasi terhadap Perempuan
Aktual

Buya Husein: Diskriminasi terhadap Perempuan Diproduksi oleh Tafsir, Budaya, dan Politik

2 Juli 2026
Next Post
Scrolling

Meminjam Kacamata Kebahagiaan di Tengah Doomscrolling: Refleksi Membaca The Atlas of Happiness

Please login to join discussion
No Result
View All Result

TERBARU

  • Meminjam Kacamata Kebahagiaan di Tengah Doomscrolling: Refleksi Membaca The Atlas of Happiness
  • Menyoal Militerisasi Tata Kelola Koperasi Desa
  • Mengapa Obat Antibiotik Harus Dihabiskan? Kenali Bahaya Resistensi Antibiotik
  • Lagu Teh Hijau Karya Tulus dan Seni Merayakan Kehampaan bagi Perempuan
  • Tips Meredakan Nyeri akibat Infeksi pada Area Kelamin

Komentar Terbaru

  • Nur Fadiah Anisah pada Memaknai Jargon The Personal is Political: Kecemasan Kita Ternyata Diproduksi Negara!
  • Zikri Alvi Muharam pada Takut Kok Sama “Pesta Babi”
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
[email protected]

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Aktual
  • Kolom
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    • Disabilitas
    • Lingkungan
  • Khazanah
    • Hikmah
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
  • Mubapedia
  • Tokoh
  • Monumen
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

Mubadalah.id © 2026 by Mubadalah is licensed under CC BY-ND 4.0