Jumat, 23 Januari 2026
  • Login
  • Register
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
Dukung kami dengan donasi melalui
Bank Syariah Indonesia 7004-0536-58
a.n. Yayasan Fahmina
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Sakit

    Sakit Lelaki Bujang dan Bayang-bayang Domestikasi Perempuan

    Nyadran Perdamaian 2026

    Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026

    Kisah Kaum Ad

    Kisah Kaum Ad dan Betapa Keras Kepalanya Kita

    Membaca Disabilitas dalam Al-Qur'an

    Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an

    Deepfake

    Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

    Pengelolaan Sampah Menjadi

    Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Kebijakan Publik

    Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    Menjaga Alam

    Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    Broken Strings

    Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Seksualitas

    Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?

    Seksualitas

    Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

    Seksualitas

    Mengapa Seksualitas Sulit Dibicarakan?

    Seks

    Membahas Seks secara Dewasa

    Adil Bagi Perempuan

    Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
  • Home
  • Aktual
    Nikah Muda

    Romantisasi Nikah Muda dan Sunyinya Bangku Pendidikan

    Tertawa

    Tertawa, Tapi Tidak Setara: Mens Rea, Komedi, dan Ruang Bicara Publik

    Laras Faizati

    Kritik Laras Faizati Menjadi Suara Etika Kepedulian Perempuan

    Natal

    Makna Natal Perspektif Mubadalah: Feminis Maria Serta Makna Reproduksi dan Ketubuhan

    Kekerasan di Kampus

    IMM Ciputat Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Sistem Pelaporan Kekerasan di Kampus

    Kekerasan di Kampus

    Peringati Hari Ibu: PSIPP ITB Ahmad Dahlan dan Gen Z Perkuat Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Kampus

    KUPI yang

    KUPI Jadi Ruang Konsolidasi Para Ulama Perempuan

    gerakan peradaban

    Peran Ulama Perempuan KUPI dalam Membangun Gerakan Peradaban

    Kemiskinan Perempuan

    KUPI Dorong Peran Ulama Perempuan Merespons Kemiskinan Struktural dan Krisis Lingkungan

  • Kolom
    • All
    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
    Sakit

    Sakit Lelaki Bujang dan Bayang-bayang Domestikasi Perempuan

    Nyadran Perdamaian 2026

    Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026

    Kisah Kaum Ad

    Kisah Kaum Ad dan Betapa Keras Kepalanya Kita

    Membaca Disabilitas dalam Al-Qur'an

    Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an

    Deepfake

    Deepfake dan Kekerasan Digital terhadap Perempuan

    Pengelolaan Sampah Menjadi

    Pengelolaan Sampah Menjadi Tanggung Jawab Bersama

    Kebijakan Publik

    Kebijakan Publik dan Ragam Perspektif Disabilitas

    Menjaga Alam

    Manusia sebagai Khalifah Wajib Menjaga Alam

    Broken Strings

    Membaca Child Grooming dalam Broken Strings

    • Keluarga
    • Personal
    • Publik
  • Khazanah
    • All
    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
    Seksualitas

    Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?

    Seksualitas

    Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

    Seksualitas

    Mengapa Seksualitas Sulit Dibicarakan?

    Seks

    Membahas Seks secara Dewasa

    Adil Bagi Perempuan

    Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

    Isra' Mi'raj

    Isra’ Mi’raj dan Pesan Keadilan Hakiki, Membaca Ulang Dimensi Sosial dalam Salat

    Isra Mikraj

    Isra Mikraj sebagai Narasi Kosmologis dan Tanggung Jawab Lingkungan

    Kitab Ta'limul Muta'allim

    Relevansi Pemikiran Syaikh Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim

    Penciptaan Manusia

    Logika Penciptaan Manusia dari Tanah: Bumi adalah Saudara “Kita” yang Seharusnya Dijaga dan Dirawat

    • Hikmah
    • Hukum Syariat
    • Pernak-pernik
    • Sastra
  • Rujukan
    • All
    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
    Perempuan Fitnah

    Perempuan Fitnah Laki-laki? Menimbang Ulang dalam Perspektif Mubadalah

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Menjadi Insan Bertakwa dan Mewujudkan Masyarakat Berkeadaban di Hari Kemenangan

    Idul Fitri

    Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H: Merayakan Kemenangan dengan Syukur, Solidaritas, dan Kepedulian

    Membayar Zakat Fitrah

    Masihkah Kita Membayar Zakat Fitrah dengan Beras 2,5 Kg atau Uang Seharganya?

    Ibu menyusui tidak puasa apa hukumnya?

    Ibu Menyusui Tidak Puasa Apa Hukumnya?

    kerja domestik adalah tanggung jawab suami dan istri

    5 Dalil Kerja Domestik adalah Tanggung Jawab Suami dan Istri

    Menghindari Zina

    Jika Ingin Menghindari Zina, Jangan dengan Pernikahan yang Toxic

    Makna Ghaddul Bashar

    Makna Ghaddul Bashar, Benarkah Menundukkan Mata Secara Fisik?

    Makna Isti'faf

    Makna Isti’faf, Benarkah hanya Menjauhi Zina?

    • Ayat Quran
    • Hadits
    • Metodologi
    • Mubapedia
  • Tokoh
    • All
    • Profil
    Kebudayaan

    Pidato Kebudayaan dalam Ulang Tahun Fahmina Institute Ke 25

    Fazlur Rahman

    Fazlur Rahman: Memahami Spirit Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Al-Qur’an

    Idulfitri

    Khutbah Idulfitri: Mulai Kehidupan Baru di Bulan Syawal

    Sa'adah

    Sa’adah: Sosok Pendamping Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  

    Tahun Baru 2025

    Do’a Tahun Baru 2025

    Umi Nyai Sintho' Nabilah Asrori

    Umi Nyai Sintho’ Nabilah Asrori : Ulama Perempuan yang Mengajar Santri Sepuh

    Rabi'ah Al-'Adawiyah

    Sufi Perempuan: Rabi’ah Al-‘Adawiyah

    Ning Imaz

    Ning Imaz Fatimatuz Zahra: Ulama Perempuan Muda Berdakwah Melalui Medsos

    Siti Hanifah Soehaimi

    Siti Hanifah Soehaimi: Penyelamat Foto Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato yang Sempat Hilang

  • Monumen
  • Zawiyah
No Result
View All Result
Keadilan dan Kesetaraan Gender - Mubadalah
No Result
View All Result
Home Kolom Publik

Warna Kepribadian: Apakah kamu Cewek Kue, Cewek Bumi, atau Cewek Mamba?

Belakangan ini ramai tajuk konten dengan judul Cewek Kue, Cewek Bumi dan Cewek Mamba. Apakah benar warna pakaian merupakan representasi dari kepribadian dan nilai yang diyakini seseorang?

Nikmara by Nikmara
7 Agustus 2022
in Personal, Rekomendasi
0
Warna Kepribadian

Warna Kepribadian

1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Mubadalah.id – Akhir-akhir ini, timeline medsos kita dihiasi dengan konten yang berisi narasi dengan judul “Cewek Kue, Cewek Bumi, Cewek Mamba”. Sebuah konten yang asal-muasalnya berawal dari salah satu postingan akun tiktok, yang kemudian viral dan menjadi tren. Definisi cewek mamba, cewek bumi, dan cewek kue erat kaitannya dengan fashion yaitu pemilihan warna dalam memilih outfit pakaian. Kategorisasi berdasar tiga kelompok ini disebut-sebut sebagai representasi dari jenis warna kepribadian tertentu.

Cewek Kue, Sweet and Cute

Cewek kue adalah mereka yang memiliki kebiasaan memakai pakaian serba cerah dan colorful seperti warna kue. Kue yang kita imajinasikan dalam pikiran saat ini tertuju pada warna seperti pink, peach, soft purple, biru muda, yang tone warnanya kebanyakan pastel, seperti warna macaron dan marshmallow yang manis dan lembut.

Sekalipun pada dasarnya warna kue bukanlah pink. Perpaduan antara tepung, telur dan mentega menghasilkan warna putih agak kecokelatan ataupun putih kekuningan. Kue berwarna cokelat seperti cookies dan blackforest lebih menunjukkan warna alami kue.

Warna kue dan es krim saat ini telah didominasi dan disepakati memiliki warna standar seperti pink, cokelat muda, tosca, kuning muda, ungu muda, biru muda. Termasuk warna toppingnya seperti wafer ataupun sprinkles yang biasanya juga berwarna pink, kuning, peach, biru dan merah. Industri makanan tentu ikut andil dalam menyebarkan propaganda warna ini untuk kepentingan marketing.

Dalam video lagu Blackpink featuring Selena Gomes yang berjudul Ice Cream, juga bertabur warna pink. Baju-baju, mobil, hingga dinding tempat pengambilan gambar dominasi warna pink. Semakin lekat citra pink sebagai warna ice cream dan kue di mata generasi masa kini. Toko cokelat, donuts, cookies, ice cream, gelato, hingga cake ulang tahun, pasti menyediakan kue warna-warni disesuaikan dengan minat pasar. Pasar paling potensial adalah anak muda. Kebanyakan anak muda berkiblat pada budaya Kpop dan bertaklid pada idola dan biasnya. Semuanya terkait, bukan?

Cewek Bumi, Kalem dan Bijaksana

Lalu cewek bumi, adalah mereka yang lebih suka memilih warna earth tone, seperti warna tanah yaitu warna cokelat, atau warna hijau yang identik dengan warna daun sebagai warna tumbuhan, dan jingga atau merah tua sebagai warna langit senja. Cewek bumi biasanya memakai perpaduan warna coklat dan turunannya. Mereka biasanya akan memadukan antara warna cokelat, krem, dan hijau army. Misal cokelat tua untuk rok, lalu milo untuk baju dan jilbab, dan sepatu berwarna senada dengan rok atau jilbab, serta cardigan berwarna hijau army. Perpaduan ini tentu tergantung selera.

Seperti sebutannya, bumi identik dengan tanah, sikap membumi, sikap seorang ibu, yang tenang, kalem, mengayomi dan bijaksana. Cewek bumi menunjukkan kepripadian bahwa seseorang memiliki karakter bumi, kuat namun tidak manja. Berada di garis tengah antara garang seperti mamba ataupun sweet seperti kue.

Cewek Mamba, Independen dan Berjiwa Bebas

Cewek mamba adalah mereka yang lebih suka memakai baju dengan warna dominan hitam, aksesoris serba hitam layaknya ular mamba yang hitam, ganas, dan mematikan. Warna hitam diasosiasikan sebagai warna yang gagah berani, kuat dan “berbisa”. Cewek mamba lebih menggambarkan perempuan yang independen dan berjiwa bebas. Kesan mandiri dan seorang pejuang sangat cocok dengan tipikal cewek mamba.

Tren Tabrak Warna

Memilih baju adalah tentang mix and match, mencampur dan memadukan warna pakaian apakah matching atau tidak. Di masa sekarang, mencari preferensi mix and match tidaklah sulit, kita tidak perlu membeli majalah fashion cetak yang harganya mahal seperti dulu. Kini kita bisa mendapatkannya gratis melalui akses internet.

Apalagi saat ini, hampir setiap toko telah memiliki akun media sosial. Dari sana mereka memberi contoh memadukan produk yang mereka jual sebaik mungkin. Bahkan sudah banyak dari mereka yang bekerjasama dengan fashion stylist professional, sehingga kita dapat mencontoh cara mix and match ala professional melalui postingan resmi toko. Kita bisa tampil elegan tak perduli jenis kepribadian kita apakah manis seperti kue, tenang dan kalem seperti bumi, atapun bersemangat seperti mamba.

Dalam hal mix and match, tentu kita harus banyak bereksperimen agar dapat menciptakan gaya berpakaian yang modis dan tetap enak dipandang. Memadukan antara warna dengan tone senada adalah hal biasa. Bagaiaman jika sebaliknya? Apakah rok hijau cerah cocok kita padukan dengan baju kuning menyala, atau warna lain yang kontras? Tentu saja, dengan melihat perkembangan tren fashion, memungkinkan kita untuk memadukan warna kontras.

Sebagai contoh, warna atasan kuning menyala bisa kita padukan dengan rok hijau cerah. Akan menghasilkan paduan yang memukau jika baju kuning-hijau tersebut berpadu dengan sepatu boots yang memiliki tone warna kuning atau hijau, atau scarf leher yang memiliki warna antara hijau atau kuning, ataupun tas dan clutch dengan warna yang senada dengan atasan atau bawahan. Mix dan match pakaian ini membutuhkan intuisi dan citarasa warna yang tinggi. Inilah tugas para fashion stylist. Para fashion stylist dihargai karena kemampuan, keahlian, serta pengalaman mereka dalam menggabung dan memadukan warna pakaian.

Tren Tabrak Warna dan Kepribadian

Tren tabrak warna menunjukkan pada kita bahwa “kepribadian” baru dalam dunia fashion telah terbentuk, tidak terbatas pada tiga jenis kepribadian saja seperti Kue, Bumi dan Mamba. Dunia mode adalah dunia yang sangat dinamis. Setiap musim, setiap tahun, tren fashion berganti. Oleh sebab itu, kita harus bijaksana dalam mengikuti perkembangannya. Karena pakaian yang hits hari ini, akan menjadi usang di musim selanjutnya.

Banyak hal yang harus kita pertimbangkan saat memilih mode dan gaya, agar tercapai keseimbangan antara hak pribadi dengan hak khalayak serta hak bumi. Mengingat tentang dampak limbah fashion, jumlah uang yang harus kita keluarkan untuk mengikuti tren mode, dan segudang manfaat dan madarat apa saja yang akan kita peroleh, akan menjadi bahan pertimbangan kita dalam bertindak.

Pergeseran Makna Cewek Kue, Bumi, dan Mamba

Saat memakai pakaian, seseorang memiliki alasan yang beragam mengapa ia memilih memakai warna tertentu. Bisa jadi ia tidak bermaksud memilih warna terracotta dan cokelat sebagai warna favoritnya, karena saat membeli memang warna tersebut saja yang tersedia, atau warna tersebut yang paling bagus designnya, atau warna tersebut paling cocok dengan aksesoris yang telah ia miliki di rumah, sepatu dan tas misalnya.

Saat membeli pakaian, barangkali seseorang tak sengaja dan tak bermaksud untuk membangun kepribadian tertentu. Namun sengaja atau tidak alasan yang kita miliki dalam memilih warna pakaian, setelah viralnya konten “cewek kue, cewek bumi, dan cewek mamba”, setiap orang jadi mulai berpikir.

Saya termasuk dalam jenis mana? Baik atau tidak? Haruskah saya berganti warna agar kepribadian saya tampak lebih baik dan lebih dewasa? Haruskah saya hentikan membeli dan memakai warna tertentu agar tidak mendapat stigma terlalu feminin atau terlalu maskulin? Terlebih banyak konten turunan yang materi kontennya semi-toxic.

Cewek kue cenderung sweet, cute, manja, hingga kadang dalam konten-konten dibuat menjadi terlalu kekanakan atau childish. Sedang bumi adalah pribadi netral, namun saking netralnya, mereka  menjadi pribadi yang pasif dan kurang bersemangat. Lalu cewek mamba dengan pakaian hitam-hitam dan warna gelap lain menjadi citra warna perempuan kuat, yang kemudian terdeskripsikan lebih jauh menjadi cewek keras kepala dan galak.

Jika kita tidak mampu menyaring makna-makna baru tersebut, kita akan terombang-ambing dan terjebak mengikuti arah gerak narasi, mempercayai beragam opini, hingga mulai membuat amunisi untuk mengubah diri demi mendapat citra tertentu.

Warna dan Kepribadian

Lalu apakah warna benar-benar menunjukkan kualitas pribadi seseorang? Apakah pilihan kita terhadap warna pakaian merupakan representasi dari kepribadian yang kita miliki?

Kita tidak bisa mengatakan bahwa warna dominan yang seseorang pilih akan secara mutlak menunjukkan kepribadiannya. Namun sedikit banyak, warna yang kita pilih merupakan kumpulan dari berbagai variabel yang melekat pada diri seseorang. Orang-orang yang terbiasa mendaki gunung atau tinggal di gunung, barangkali akan terbiasa dengan warna pohon dan tanah sehingga ia akan menyukai warna tersebut.

Orang yang biasa hidup di sekitar laut mungkin akan punya pilihan warna yang berbeda. Orang kota, yang terbiasa hidup dalam lingkungan plural dan warna-warni, memiliki tetangga yang berbeda-beda suku dan agama, memiliki teman kampus dari berbagai daerah, memiliki teman kantor yang bahkan lintas negara, pasti akan lebih terbuka pada warna-warna yang lebih variatif dan kontras.

Namun gap dan jarak tersebut sudah mulai dipertemukan oleh akses media sosial yang sudah bisa melintasi ruang, menghapus sekat antara desa dan kota, bahkan batas negara dan budaya. Selera dan warna yang dipilih barangkali sudah tidak terlalu berhubungan dengan di mana daerah kita tinggal atau lingkungan macam apa tempat kita hidup. Namun mengikuti tren viral, apa yang menjadi hits itulah yang kita pilih. Sehingga orang kota dan desa, gunung ataupun pesisir, akan memiliki kecenderungan yang sama dalam mengatur mode berpakaian.

Pilih Warnamu Sendiri dan Berekspresilah

Namun apapun pilihan warnanya, kita mesti menelisik ke dalam diri, apakah pakaian yang kita pakai membuat kita nyaman dan senang, mempermudah aktivitas sehari-hari, dan melindungi tubuh secara maksimal? Jangan sampai kita kehilangan jati diri hanya demi memenuhi tuntutan sosial.

Barangkali dalam hati kita lebih nyaman menjadi cewek bumi, sesuai dengan kepribadian bawaan yang kita miliki. Namun karena pasangan ingin memiliki partner dengan tipikal cewek kue, kita langsung merubah diri demi orang lain. Berkompromi untuk hal-hal tertentu sesekali tentu boleh, namun jangan sampai kehilangan diri sendiri.

Membiarkan diri menjadi spontan dan mengikuti panggilan jiwa adalah hal yang mesti kita perjuangkan. Agar kita bisa hidup dengan jujur tanpa kepura-puraan. Hanya demi menyenangkan teman, keluarga, pasangan, kita merubah diri menjadi orang lain. Jika perubahan tersebut adalah perubahan ke arah yang lebih baik tidak masalah, namun jika perubahan itu membuat kondisi psikis kita terluka, maka kita perlu berfikir ulang sekali lagi. []

Tags: Cewek BumiCewek KueCewek MambaFashionKepribadianpakaianperempuanTrenWarna

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
Nikmara

Nikmara

Related Posts

Seksualitas
Pernak-pernik

Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan

22 Januari 2026
Adil Bagi Perempuan
Pernak-pernik

Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

21 Januari 2026
Ulama KUPI
Publik

KUPI: Ruang Kolektif Ulama Perempuan

18 Januari 2026
Fahmina
Publik

Peran Fahmina dalam Membentuk Jaringan Ulama Perempuan

18 Januari 2026
Gerakan KUPI dari
Publik

KUPI Berakar dari Gerakan Perempuan Islam Sejak 1990-an

17 Januari 2026
Muslimah yang Diperdebatkan
Buku

Menggugat Standar Kesalehan Perempuan dalam Buku Muslimah yang Diperdebatkan

17 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

  • Seksualitas

    Mengapa Seksualitas Sulit Dibicarakan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Abasa hingga An-Nur: Membaca Disabilitas dalam Al-Qur’an

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membahas Seks secara Dewasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ulama Perempuan Dorong Islam yang Lebih Adil bagi Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

  • Bagaimana Agama Mengonstruksikan Seksualitas sebagai Hal yang Tabu?
  • Sakit Lelaki Bujang dan Bayang-bayang Domestikasi Perempuan
  • Ketika Seksualitas Dinilai dari Tubuh Perempuan
  • Menilik Makna Relasi Antar Umat, Makhluk, Alam, dan Keluarga dalam Nyadran Perdamaian 2026
  • Mengapa Seksualitas Sulit Dibicarakan?

Komentar Terbaru

  • dul pada Mitokondria: Kerja Sunyi Perempuan yang Menghidupkan
  • Refleksi Hari Pahlawan: Tiga Rahim Penyangga Dunia pada Menolak Gelar Pahlawan: Catatan Hijroatul Maghfiroh atas Dosa Ekologis Soeharto
  • M. Khoirul Imamil M pada Amalan Muharram: Melampaui “Revenue” Individual
  • Asma binti Hamad dan Hilangnya Harapan Hidup pada Mengapa Tuhan Tak Bergeming dalam Pembantaian di Palestina?
  • Usaha, Privilege, dan Kehendak Tuhan pada Mengenalkan Palestina pada Anak
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontributor
  • Kirim Tulisan
Kontak kami:
redaksi@mubadalah.id

© 2025 MUBADALAH.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Account
  • Home
  • Khazanah
  • Kirim Tulisan
  • Kolom Buya Husein
  • Kontributor
  • Monumen
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Rujukan
  • Tentang Mubadalah
  • Zawiyah
  • Login
  • Sign Up

© 2025 MUBADALAH.ID