Mubadalah.id – Dalam relasi hubungan laki-laki dan perempuan, ketertarikan tidak selalu ditentukan oleh hal-hal besar seperti status atau penampilan. Ada aspek-aspek yang memainkan peran penting dalam membangun kedekatan antara perempuan dan laki-laki.
Mulai dari kemampuan menghadirkan tawa hingga kesediaan untuk benar-benar mendengarkan. Hal-hal ini sering kali menjadi kunci yang mempererat hubungan. Tidak hanya berdampak pada rasa nyaman, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan emosional dan kualitas relasi dalam jangka panjang.
Berikut dua hal sederhana yang membuat perempuan tertarik kepada laki-laki:
Pertama, perempuan tertarik kepada laki-laki yang bisa membuatnya tertawa. Laki-laki yang memiliki rasa humor berada di urutan paling atas atau nyaris mencapai puncak di hampir setiap survei yang kita laksanakan untuk mengetahui hal-hal yang menarik bagi perempuan.
Persyaratan ini juga selalu dicantumkan perempuan di kolom iklan mencari jodoh. Bila perempuan tertawa, otaknya memerintahkan tubuh untuk melepaskan endorfin—sebuah senyawa kimia yang struktur penyusunnya serupa dengan morfin. Sehingga tercipta sensasi hangat dan menggelitik.
Endorfin adalah salah satu hormon pereda sakit alamiah yang ada di dalam tubuh. Hormon tersebut membangun sistem kekebalan tubuh dan melindunginya dari berbagai macam penyakit. Tawa dapat mengurangi tingkat hormon stres, seperti kortisol, dan juga menurunkan tingkat tekanan darah, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.
Hormon Kortisol
Hormon kortisol yang meningkat jumlahnya akan menekan sistem kekebalan tubuh, dengan demikian penurunan jumlah hormon ini amat berguna bagi kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Di alam bawah sadarnya, perempuan paham bahwa seorang laki-laki yang dapat melihat sisi terang kehidupan akan berdampak baik bagi kesehatannya, kesejahteraannya secara keseluruhan, dan upayanya bertahan hidup dalam jangka-panjang.
Dengan demikian perempuan akan menghindari laki-laki yang selalu bersikap negatif dan merana atau laki-laki yang selalu bermuka masam. Laki-laki pun memahami kekuatan humor—mereka saling bersaing untuk menceritakan lelucon terbaik. Mereka mengetahui bahwa laki-laki yang menerima tanggapan tawa terheboh akan memperoleh status tertinggi pada saat itu, dan humor membuatnya menjadi tertarik.
Kedua, tertarik kepada laki-laki yang mau berkomunikasi. Hal yang menempati posisi tinggi dalam daftar yang perempuan miliki adalah laki-laki yang bersedia mendengarkannya ketika dia menceritakan segala masalah yang ia hadapi dan perasaannya tanpa menyela pembicaraan atau memberinya sebentuk pemecahan masalah.
Jika Anda laki-laki, ungkapkanlah berbagai hal terperinci tentang pribadi Anda seperti halnya perempuan mengungkapkan berbagai hal tentang pribadi mereka. “Pencerminan” seperti ini membentuk jalinan hubungan dan menciptakan keintiman secara lebih cepat.
Hal ini tidak berarti laki-laki harus berperilaku seperti perempuan, yang perlu dilakukannya hanyalah mendengar kan dengan penuh kasih sayang dan tanpa menawarkan pemecahan atas masalahnya. []
*)Sumber Tulisan: Buku why Men Want Sex And Women Need Love Karya Allan Pease dan Barbara Pease hlm 110-112









































