Mubadalah.id – Menyusui adalah kegiatan yang paling tua sekaligus paling sehat di dunia. Namun, karena dunia terus berubah, kadang perempuan membutuhkan informasi dan dorongan untuk terus memberikan ASI kepada bayinya.
Mengapa memberi ASI penting artinya? Karena:
Pertama, ASI merupakan satu-satunya makanan yang sempurna untuk bayi, membuat bayi sehat dan kuat.
Kedua, dengan memberi ASI segera sesudah melahirkan, pendarahan rahim akan berhenti.
Ketiga, ASI melindungi bayi dari penyakit dan infeksi, misalnya diabetes, kanker, diare, dan radang paru. Perubahan tubuh ibu dalam menangkal penyakit diberikan kepada bayi melalui ASI.
Keempat, dengan menyusui, si ibu terhindar dari penyakit seperti kanker dan pengeroposan tulang (osteoporosis).
Kelima, ASI jelas lebih hebat daripada susu kaleng atau botol, karena ASI mudah diberikan di mana saja, kapan saja, selalu bersih, dan selalu memiliki suhu yang tepat bagi mulut bayi.
Keenam, dengan menyusui, ibu dan bayi menjadi dekat satu sama lain serta terjalin ikatan emosi.
Ketujuh, bagi sebagian perempuan, bila bayi hanya diberi ASI tanpa makanan dan minuman lain, mereka bisa terlindungi dari kehamilan yang terlalu cepat.
Kedelapan, dan, tentu saja, salah satu keunggulan ASI terletak pada kenyataan bahwa ASI bisa bayi peroleh tanpa biaya sama sekali, alias gratis.
Susu Formula
Perusahaan yang menghalalkan susu buatan (susu siap saji atau instan) menginginkan agar ibu-ibu di seluruh dunia berhenti menyusui dan memberi bayi susu buatan mereka agar mereka bisa mendapat banyak uang.
Tapi jangan terpengaruh iklan. Meski tiap iklan susu bayi di majalah atau di televisi selalu mengaku memiliki berbagai macam zat yang menyehatkan bayi. Namun sering kali bayi justru menderita akibat minum susu seperti itu. Jutaan bayi yang minum susu siap saji buatan pabrik malah kekurangan gizi, sakit-sakitan, bahkan meninggal.
Mengapa demikian? Karena susu formula dan lain-lain, misalnya susu bubuk atau susu segar dari binatang, tidak melindungi bayi dari penyakit serta infeksi. Bukan saja merepotkan, susu buatan pabrik bisa menyebabkan bayi jatuh sakit atau meninggal.
Ini bisa terjadi bila pembuatannya tidak memenuhi syarat kesehatan, susu sudah kedaluwarsa, atau karena selalu ada kemungkinan dot atau air yang dipakai untuk menghidangkan dan menyeduh susu itu tidak direbus cukup lama dengan suhu tinggi, sehingga ada kuman-kuman berbahaya tertelan oleh bayi, dan paling sedikit ia akan terkena diare.
Ketika bayi minum ASI, lidahnya memerah puting payudara Anda. Menyusu berbeda dari sekadar mengisap, seperti yang bayi lakukan pada dot. Kalau keseringan mengisap dot, bisa-bisa bayi lupa bagaimana cara menyusu, sebab caranya berlainan. Dan kalau bayi tidak cukup lama menyusu, pasokan ASI akan surut, dan bayi akan berhenti menyusu sama sekali. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 136.










































